Anwar Ibrahim Kekal

Ismail Sabri Yaakob Melangkah ke Kursi Perdana Menteri

| dilihat 326

bang sém

Ismail Sabri Yaakob boleh dipastikan akan dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 9. Kamis, 19 Agustus 2021, anggota Dewan Rakyat Bera, yang mencatat sejarah sebagai Timbalan Perdana Menteri paling singkat, itu sudah menghadap Yang Dipertuan Agong (YDPA) Malaysia untuk menegaskan, dirinya memperoleh dukungan mayoritas.

Disebutkan, sebanyak 114 anggota Dewan Rakyat Malaysia memberikan dukungan kepada Ismail Sabri yang berpengalaman sebagai Menteri dalam berbagai kabinet, terakhir sebagai Menteri Kanan Pertahanan. Naib Presiden UMNO ini, juga berpengalaman sebagai Ketua Pembangkang, semasa Pakatan Harapan (PH) memerintah dipimpin Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir (2018-2020).

Sosok yang cool, berambut perak, berusia 61 tahun ini boleh melenggang ke Putrajaya untuk menduduki kursi Perdana Menteri, karena 40 wakil rakyat yang tergabung dalam Barisan Nasional (BN), 50 wakil rakyat yang tergabung dalam Perikatan Nasional (PN), 17 wakil rakyat yang tergabung dalam Gabungan Parti Serawak (GPS), dan 7 wakil rakyat non partai yang Pro PN sudah mengirimkan dukungan tertulis kepada YDPA. 114 pendukung Ismail Sabri itu, juga sudah menghadap langsung dengan YDPA di Istana Negara, secara hybrid, luring (96) dan daring (8), untuk menyatakan kebenaran dukungannya secara lisan.

Muhyiddin Yassin sebagai Ketua Umum Perikatan Nasional (PN) -- koalisi partai Bersatu, PAS, dan Star --  menyatakan dukungan penuh kepada Ismail Sabri Yaakob, bekas Timbalan Perdana Menteri -- tersingkat sepanjang sejarah kebangsaan Malaysia -- sebagai Perdana Menteri Malaysia, Kamis (19 Agustus 2021).

Anggota Dewan Rakyat Pagoh, Johor, yang juga Presiden Parti Bersatu, itu menegaskan seluruh anggota Dewan Rakyat dari Bersatu (31), PAS (18), Star (1), dan 4 anggota Dewan Rakyat lain Pro PN, telah menyampaikan pernyataan dukungan  sudah disampaikan ke Istana Negara, Rabu (18 Agustus 2021), sebelum masuk tenggat pada pukul 16.00 waktu setempat. Muhyiddin juga menyatakan, dia sudah berkomunikasi dengan pimpinan GPS (Gabungan Parti Serawak) untuk memberikan dukungan kepada Ismail Sabri Yaakob.

Sebelumnya, Parti UMNO juga sudah sebulat suara memberikan dukungan kepada Naib Presiden-nya yang berambut putih dan berusia 61 tahun, itu.

Dinyatakan oleh Muhyiddin, dukungan penuh kepada Ismail Sabri Yaakob, itu memastikan, bahwa PN lebih mengutamakan kestabilan politik dan kesejahteraan rakyat katimbang 'politik dendam,'  dalam persaingan merebut kuasa.

Muhyiddin menyatakan, dalam menghadapi situasi krisis, politisi mesti mempunyai magnanimous - kebesaran jiwa demi kepentingan rakyat.

Dukungan itu juga diberikan sesuai prinsip PN untuk mempertahankan pemerintahan yang berintegritas. Karenanya, dukungan yang  diberikan kepada ismail Sabri Yaakob, itu bersyarat.

Syarat yang diajukan PN adalah, bila dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 9, Ismail Sabri -- yang juga wakil rakyat Bera -- itu, harus memastikan, bahwa kabinet (Jamaah Menteri) yang dibentuknya, harus terdiri dari mereka yag mempunyai integritas, amanah, bebas dari berbagai dakwaah atau tuduhan kejahatan di mahkamah.

PN juga mensyaratkan agar Ismail Sabri terus mengamalkan prinsip jarak kuasa dan menjamin independensi badan kehakiman dan menjunjung prinsip Raja Berperlembagaan  (kekuasaan Raja berdasar konstitusi). Muhyiddin berharap, PM Malaysia ke 9 yang baru berlangsung lancar  dan disahkan dalam waktu dekat, sesuai kehendak konstitusi.

Muhyiddin, selanjutnya, akan berkonsentrasi memimpin PN yang juga terdaftar sebagai partai gabungan menyiapkan diri menghadapi Pilihan Raya Umum (PRU) ke 15.

Dari Barisan Nasional (BN) - gabungan Parti UMNO, MCA, MIC dan Gerakan - sesuai pernyataan Nazri Azis, wakil rakyat Rengas, juga memberikan dukungan penuh.

Ketika menghadap YDPA Sultan Abdullah, Kamis (19/8/21) lepas tengah hari, Ismail Sabri Ismail nampak lega, karena  114 anggota Dewan Rakyat, yang menghadap Sultan secara terpisah  dalam lima sesi, sejak pagi itu, selama masing-masing dua menit secara bergantian, sudah mengkonfirmasi dukungan itu. Ismail datang ke Istana dalam satu bis bersama seluruh anggota wakil rakyat dari UMNO.

Pada rombongan terakhir yang menghadap Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, wakil rakyat yang mengkonfirmasi dukungannya kepada Ismail Sabri Yaakob, terlihat Presiden PAS, Abdul Hadi Awang, yang juga wakil rakyat Marang. Tak disebutkan, siapa saja wakil rakyat non partai yang Pro PN menghadap juga pada waktu yang sama.

Dalam pertemuan daring dengan 18 wakil rakyat Serawak, 17 wakil rakyat yang tergabung dalam GPS (Gabungan Parti Sabah) dan 1 wakil rakyat bebas (non partai) menghadap Sultan secara virtual.

Dalam percakapan virtual dengan Sultan, para wakil rakyat yang tergabung dalam GPS dan seorang non partai, rata-rata menyatakan mengenal baik Ismail Sabri Yaakob, yang mereka nilai sebagai sosok moderat, dan sesuai dengan penyataan Sultan, berkemampuan melakukan paradigma politik baru Malaysia yang lebih secara nyata mendahulukan kepentingan rakyat - peoples centric.

Wan Junaidi Tuanku Jaafar, ahli Parlimen Santubong mengemukakan, dirinya mendukung Ismail Sabri,  karena calon PM Malaysia ke 9, itu mempunya kredibilitas  sebagai seorang pemimpin berpengalaman, juga peduli pada pembangunan Sarawak. Disamping, itu menurut Wan Junaidi, Ismail Sabri, bersih.

Wakil-wakil rakyat yang tergabung dalam Pakatan Harapan (PKR, DAP, dan Amanah), Warisan, Pejuang, dan lainnya - termasuk kalangan wakil rakyat bebas, yang mendukung Anwar Ibrahim, tidak nampak di Istana.

Dengan jumlah dukungan sebesar 106 wakil rakyat, Anwar Ibrahim memang kekal sebagai Prime Minister on waiting. Bekas Timbalan Perdana Menteri berusia 74 tahun, Anwar Ibrahim langkahnya hanya sampai di Kuala Lumpur, kurang daya untuk melangkah ke Putrajaya yang diidamkannya sejak lama.

Sejak Pakatan Harapan (PH) yang dipimpinnya menang PRU 14, 9 Mei 2018, Anwar memang sangat gigih merebut kursi Perdana Menteri. Termasuk, ketika Tun Mahathir menjabat PM untuk kedua kalinya dalam pemerinthan PH. Tak henti Anwar memekikkan dirinya sebagai PM Malaysia ke 9.

Meski PH menang PRU 14, tapi posisi PKR (Parti Keadilan Rakyat) yang dipimpinnya hanya berhasil menghantarkan 38 kadernya ke Dewan Rakyat, 3 anggota lainnya hengkang ke Partai Bersatu. PH dikuasaiu oleh DAP (Democratic Action Party) yang beraliran sosialisme dipimpin Lim Guan Eng dengan anggota kampiunnya Lim Kit Siang.

Dalam mengumpulkan dukungan kali ini, PKR bahkan sudah membuka pintu untuk kadernya yang sempat hengkang, tapi tak mendapat respon. Rabu, 18 Agustus 2021 dukungan kepada Anwar Ibrahim menguat dengan pernyataan Panglima Shafie Afdhal (Warisan) dan Mukhriz Mahathir (Pejuang). Juga sejumlah partai kecil dan anggota bebas (non partai).

Agaknya, Anwar tak mampu mendulang dukungan dari UMNO yang sempat terbelah menjadi beberapa faksi. Ketika Rabu malam, Naib Presiden PAS Tuan Man Tuan Ibrahim berkunjung ke markas UMNO, Anwar menjadi patah harapan.  Dia tak mungkin lagi, seperti masa sebelumnya, meminta menghadap YDPA untuk menyatakan dirinya memperoleh dukungan mayoritas.

Perolehan dukungan kepada Ismail Sabri tak luput dari rumors 'orang kalah' yang biasa mengemuka, antara lain soal politik transaksional. Antara lain, isu soal 'membeli dukungan' yang konon dilakukan salah seorang wakil rakyat bekas PKR yang hengkang ke Bersatu. Tapi, isu itu berkembang menjadi rumors boomerang, menepuk air didulang memercik muka sendiri.

Isu demikian kerap mengemuka untuk menutup isu laten yang sangat ideologis, yang kerap mengemuka di persidangan Dewan Rakyat dalam perdebatan sentak sengor (debat kusir) antara anggota Dewan Rakyat DAP dan PKR versus UMNO. Antara lain menyangkut isu liberalisme, LGBT, huruf Jawi - pegon (Arab Gundul), dan isu Ketuanan Melayu.

Belakangan, sejak Perhimpunan Agung UMNO 2020 - September 2020, jelas-jelas mengemuka keputusan yang menutup pintu kerjasama dengan Anwar Ibrahim dan DAP.

Ismail Sabri akan melangkah ke Perdana Putra - Putrajaya, Kantor Perdana Menteri untuk memangku amanah sebagai PM Malaysia ke 9. Anwar Ibrahim, melanjutkan fungsinya sebagai Ketua Pembangkang di Parlemen, Kuala Lumpur. Sekaligus menyiapkan perjuangan di PRU 15. |

Artikel Terkait :  Celaru Politik Mencongak Malaysia Berebut Kursi Perdana Menteri

Editor : eCatri | Sumber : berbagai sumber
 
Sporta
02 Okt 22, 12:46 WIB | Dilihat : 269
Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 465
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
Selanjutnya
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 516
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 2338
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya