Ismail Sabri PM Malaysia ke 9 Bukan dengan Cek Kosong

| dilihat 501

bang sém

Yang Dipertuan Agong Malaysia, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, usai menghadiri dan memimpin perbincangan khas Raja-Raja Melayu di Istana Negara, Jum'at (20/8/21), menyatakan akan melantik dan menerima angkat sumpah Dato' Seri Ismail Sabri bin Yaakob, sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 9.

Upacara pelantikan dan angkat sumpah akan dilaksanakan Sabtu, 21 Agustu 2021, pukul 02.00 siang di Istana Negara, Kuala Lumpur.

Dato’ Indera Ahmad Fadil Shamsuddin, Datuk Pengelola Bijaya Diraja Istana Negara, mengabarkan, sesi Perbincangan Khas Raja-Raja Melayu tersebut, berlangsung selama dua jam , sejak pukul 02.30 petang.

Dalam pertemuan tersebut, Agong Sultan Abdullah menyampaikan kepada para Raja Melayu, proses pencalonan bakal Perdana Menteri baru, menyusul peletakan jabatan Tan Sri Mahiaddin bin Md. Yasin pada 16 Agustus 2021 lalu.

Proses ini merupakan lanjutan titah Agong ketika menerima para  ketua-ketua dan wakil-wakil partai politik utama negara pada 17 Agustus 2021.

Pada pertemuan, itu Sultan Abdullah meminta seluruh (220) anggota Dewan Rakyat menyampaikan pernyataan nama seorang anggota Dewan Rakyat mereka percaya untuk  menjabat Perdana Menteri ke 9, melalui surat akuan (statutory declaration).

Surat akuan tersebut diminta Sultan, untuk membantu dirinya mengambil keputusan, menentukan Perdana Menteri yang mendapat kepercayaan mayoritas anggota Dewan Rakyat, sesuai konstitusi (Perlembagaan Persekutuan). Para anggota sudah menyampaikan surat akuan pada hari Rabu (18 Agustus 2021) yang lalu.

Dari surat-surat akuan tersebut sebanyak 114 anggota Dewan Rakyat telah mencalonkan Dato’ Sri Ismail Sabri bin Yaakob (Anggota Dewan Rakyat Bera), dengan jumlah mayoritas dukungan yang mencukupi untuk membentuk pemerintahan.

Untuk menguatkan pernyataan dukungan anggota wakil rakyat, itu, Kamis (19 Agustus 2021) telah menerima menghadap 114 anggota Dewan Rakyat secara hybrid, untuk mengesahkan kepercayaan mereka untuk dilantik sebagai Perdana Menteri.

Agong menegaskan pandangan dengan pelantikan Perdana Menteri ini, pemerintah harus meneruskan ikhtiar memerangi pandemik COVID-19 dengan segera. Mendahulukan kemaslahatan dan keselamatan rakyat serta kesejahteraan negara yang sedang terpengaruh buruk, akibat krisis dan ancaman pandemi ini.

Agong juga menegaskan harapan, agar dengan pelantikan Perdana Menteri baru ini, dapat mengakhiri dengan segera kemelut politik dan kesemua anggota Dewan Rakyat dapat meminggirkan agenda dan kepentingan politik mereka.

Agong kembali meminta, semua anggota Dewan Rakyat  bersatu hati dan bersepakat berusaha menangani pandemi COVID-19 demi kepentingan rakyat dan negara. Menurut Agong, tidak pantas dan tidak seharusnya dibebankan oleh kemelut politik tak berkesudahan para politisi.

Tidak pantas rakyat menanggung kemelut politik di tengah negara sedang bergelut menghadapi isu kesihatan dan resesi ekonomi. Selaras dengan itu, Agong, Sultan Abdullah meminta para anggota Dewan Rakyat memperlihatkan solidaritas, memberi komitmen yang tinggi, dengan mengutamkan pelayanan kepada rakyat.

 Sultan Abdullah juga menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya atas dukungan para raja Melayu, dalam menyempurnakan tugasnya sebagai Yang Dipertuan Agong - Ketua Utama Negara Malaysia, selaku Raja Berperlembagaan di atas keluhuran Perlembagaan Persekutuan dan Kedaulatan Undang-undang (Konstitusi).

Para Raja Melayu yang hadir dalam perbincangan khas, Jum'at petang itu, mendukung pendirian Seri Paduka Baginda untuk pembentukan pemerintahan yang stabil dengan melakukan penelitian yang lebih mendalam dan cermat, meneruskan surat akuan dan pengesahan melalui sesi menghadap secara langsung dan maya dengan setiap Ahli Dewan Rakyat.

Agong meminta seluruh rakyat Malaysia, agar terus tenang dan bersamanya mendoakan agar negara, senantiasa berada di bawah lindungan Allah Subhana Watala, dijauhi dari segala  musibah dan dapat membendung serta mengakhiri serangan wabah COVID-19.

Sebagian kalangan, termasuk pengamat politik dari berbagai universitas di Malaysia melalui berbagai platform media, relatif sama berpandangan dengan apa yang sudah dikemukakan akarpadinews sebelum ini. Pada umumnya para akademisi pemerhati dan penganalisis politik, itu berpendapat, pelantikan Ismail Sabri Yaakob sebagai Perdana Menteri ke 9, mengakhiri krisis politik yang berkepanjangan di negara yang dilanda pandemi.

Meskipun demikian, Ismail Sabri perlu melakukan berbagai upaya sesuai perintah Sultan. Selain segera menyampaikan undi percaya di Parlemen untuk kian mengukuhkan posisinya. Juga memusatkan perhatian pada pelaksanaan rancangan pemulihan negara.

Ismail Sabri dengan 114 dukungan, masih perlu membuka ruang kerjasama bagi kalangan pembangkang yang membuka diri menjadi mitra dalam pemerintahan yang akan dibentuknya, antara lain Parti Warisan pimpinan Panglima Shafie Apdal dan Parti Pejuang pimpinan Mukhriz Mahathir dan lain-lain.

Dia mesti membuktikan dirinya melaksanakan semua amanah Agong, khususnya dalam menciptakan harmoni kebangsaan dengan visi politik baru, "menang tidak menang menyuluh, kalah tidak kalah menyeluruh."

Untuk itu, selain mengakomodasi politisi dari koalisi partai-partai politik yang mendukungnya (dimotori Perikatan Nasional dan Barisan Nasional), Ismail Sabri perlu merekrut kalangan pakar dan profesional untuk melaksanakan rancangan pemulihan negara. Khususnya di bidang-bidang Kesehatan, Keuangan, Pendidikan, Perkhidmatan Awam, dan bidang-bidang khas yang langsung dapat mengatasi keadaan.

Ketika Istana mengabarkan dirinya akan dilantik sebagai Perdana Menteri ke 9, paparan Covid-19, Malaysia masih menghadapi 1.513.024 kasus, dengan 23.564 kasus baru dengan 257.417 kasus aktif, dan 233 kasus kematian baru. Pencapaian kesembuhan mencapai 1.241.894 pasien.

Akan halnya vaksinasi baru mencapai 29.886.548 penduduk. Di sisi lain, nilai tukar mata uang Ringgit Malaysia berubah menjadi 4,2393 per dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun turun satu basis poin menjadi 3,24%.

Ismail Sabri juga perlu menentukan prioritas untuk menguatkan Majelis Keselamatan Negara yang selama ini dipimpinnya untuk melawan Covid-19, baik sebagai Menteri Pertahanan maupun sebagai Timbalan Perdana Menteri. 

Karena posisinya sebagai Naib Presiden UMNO, Ismail Sabri boleh jadi akan mendapatkan tekanan berat dari kalangan partainya sendiri, yang memandang pelantikannya sebagai PM Malaysia ke 9, sebagai awal kembalinya UMNO ke dalam pemerintahan.

Ismail Sabri harus kuat, karena di koalisi Pakatan Harapan yang dimotori Partai Bersatu dan PAS (Partai Al-Islam se-Malaysia) yang paling besar bilangannya memberikan dukungan kepadanya, telah menyampaikan beberapa syarat yang harus dia penuhi.

Syarat yang diajukan PN adalah, kabinet (Jamaah Menteri) yang dibentuknya, harus terdiri dari mereka yang mempunyai integritas, amanah, bebas dari berbagai dakwaan atau tuduhan kejahatan di mahkamah.

PN juga mensyaratkan agar Ismail Sabri terus mengamalkan prinsip jarak kuasa dan menjamin independensi badan kehakiman -- agar dia tidak mudah terseret pada kepentingan sejumlah petinggi UMNO yang sedang bermasalah di Mahkamah -- sekaligus menjunjung prinsip Raja Berperlembagaan  (kekuasaan Raja berdasar konstitusi).  (Baca: Ismail Sabri Yaakob Melangkah ke Kursi Perdana Menteri)

Ismail Sabri yang cool dan terkenal sebagai politisi dan pertinggi yang relatif bersih dan berpengalaman, serta beberapa kali menjabat sebagai menteri, selain sebagai anggota dewan rakyat - bahkan menjadi Ketua Pembangkang, diharapkan mengubah paradigma pemerintahannya dari politic centric ke peoples centric. Sekaligus mengubah budaya politik Malaysia, sehingga memulihkan kembali kepercayaan rakyat kepada pemerintah, partai politik, dan politisi.

Agong, para Raja Melayu, dan rakyat tidak memberikan cek kosong kepadanya untuk menjalankan amanah sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 9. |

  

Editor : eCatri | Sumber : berbagai sumber
 
Humaniora
06 Des 22, 14:02 WIB | Dilihat : 164
Mengeja Ferry Mursyidan Baldan
06 Des 22, 12:17 WIB | Dilihat : 23
In Memoriam Ferry Mursyidan Baldan
11 Nov 22, 22:45 WIB | Dilihat : 198
Jalan Ishlah Menghidupkan Apresiasi dan Respek
Selanjutnya
Budaya
28 Okt 22, 07:08 WIB | Dilihat : 186
Demokrasi, Musyawarah dan Mufakat
02 Agt 22, 10:32 WIB | Dilihat : 282
Merawat Negeri Terindah di Dunia
07 Jul 22, 22:03 WIB | Dilihat : 359
Anies Bicara tentang Perpustakaan dan Pustakawan
Selanjutnya