Ihwal Perdana Menteri Malaysia Setelah Muhyidin

| dilihat 192

Haedar Mohammad

ADA kabar hangat disiarkan portal MalaysiaKini, Ahad - 15 Agustus 2021. Muhyiddin Yasin dipastikan akan mengjhadap Yang Dipertuan Agong (YDPA) Malaysia, Sultan Abdullah, di Istana Negara, esok (Senin, 16 Agustus 2021). 

Kabar itu diperoleh MalaysiaKini langsung dari Mohd Redzuan Md Yusof, Menteri di Kantor Perdana Menteri, yang juga anggota Majelis Pimpinan Tertinggi Bersatu (Partai Pribumi Bersatu Malaysia) di pagi hari libur itu.

Redzuan yang juga wakil rakyat Alor Gajah di Dewan Rakyat Malaysia, itu menginformasikan, rencana letak jabatan, itu mengemuka dalam pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yassin - yang juga Presiden Partai Bersatu dengan para anggota Dewan Rakyat Bersatu sekitar dua jam, pada ahad pagi.

Sebelum menghadap Raja (YDPA), Muhyiddin akan memimpin rapat khusus kabinet.

Seperti sudah diduga banyak kalangan dalam berbagai forum 'temu bual' - talkshow media, Muhyiddin menerima realitas, dirinya tak mendapatkan lagi dukungan mayoritas anggota parlemen untuk terus menjabat Perdana Menteri dan memimpin pemerintahan.

Berbagai upaya yang dicoba Muhyiddin - yang juga Presiden koalisi Perikatan Nasional (PN) untuk melakukan negosiasi dengan pihak pembangkang - koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim, juga dengan 'mitra pecah kongsi' koalisi Barisan Nasional pimpinan Zahid Hamidi, yang menarik dukungan, juga gagal, meskipun Timbalan Perdana Menteri, Menteri Kanan dan menteri strategis serta menteri portofolio berasal dari koalisi Barisan Nasional, masing-masing: UMNO (United Mal;ay Nation Organization), MCA (Malaysia China Association) dan MIC (Malaysia India Congress) dan Gerakan.

Upaya negosiasinya dengan wakil rakyat dari partai Pejuang (pimpinan Mukhriz Mahathir) dan Bebas (non partai), juga gagal. Kondisi terakhir sampai Speaker (Ketua) Dewan Rakyat, Datuk Azhar Azizan Harun berkirim surat kepada Raja (Senin, 9 Agustus 2021), dukungan kepada Muhyiddin tinggal 100 dari 106 anggota parlemen. Hilangnya mayoritas tipis dukungan kepada Muhyiddin itu terpungkas dengan mundurnya Menteri Tenaga dan Sumber Asli, Shamsul Anwar Nasarah - yang juga anggota parlemen Lenggong, Azalina Othman Said, Timbalan Speaker Dewan Rakyat - yang juga anggota parlemen Pangerang, dan Menteri Pengajian Tinggi, Noraini Ahmad - yang juga anggota parlemen Parit Sulong.

Situasi ini memantik murka Sultan Johor, Sultan Ibrahim yang akan membubarkan DUN (Dewan Undangan Negeri) Johor, bila mereka ikut-ikutan meniru perilaku politisi di tingkat nasional. Muhyiddin yang juga anggota parlemen Pagoh - Johor, sempat menghadap Sultan Johor. Begitu juga Timbalan Perdana Menteri (TPM), Ismail Sabri Yakoob, sehari setelah Sultan Johor murka, sempat menemui Sultan Ibrahim. (Berita terkait: Sultan Johor Murka Melihat Perilaku Politisi Malaysia).

Bagi Muhyiddin, meletakkan jabatan, seperti yang dikehendaki para lawan politiknya, antara lain Anwar Ibrahim, Lim Guan Eng, Mat Sabu, Zahid Hamidi, Najib Razak, Mukhris Mahathir, adalah pilihan terakhir.

Kata Mohd Redzuan kepada MalaysiaKini, keputusan itu merupakan "tindakan yang betul dan terhormat untuk Muhyiddin mengikut perlembagaan (konstitusi), dan terserah kepada Agong, mau menerima peletakan jawatan tersebut atau tidak."

Muhyidin masih berfikir, bila dia memilih meletakkan jabatan, otomatis pemerintahannya berakhir, sehingga rencana pemulihan negara akibat krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial yang menekan rakyat dengan segala kebijakan ikutannya, akan berakhir. Hal itu, jelas akan memperparah situasi dan kondisi Malaysia di tengah terjangan nanomonster pandemi Covid-19 (Coronastrope - petaka corona).

Meskipun Anwar Ibrahim mengkalim dirinya memperoleh dukungan mayoritas kuat, sehingga paling layak menggantikan Muhyiddin sebagai PM Malaysia ke-9, klaim itu harus dibuktikan. Karena partai Warisan - Sabah, belum sepenuhnya memberikan dukungan.

Diperkirakan, Anwar baru beroleh dukungan sekitar 91 anggota parlemen dari PKR (Parti Keadilan Rakyat), DAP (Democratic Action Party), dan Amanah (Parti Amanah Negara). Akan halnya partai Bersatu dan PAS (Partai al Islam se-Malaysia) memberikan dukungan penuh kepada Muhyiddin. Anwar masih harus bekerja keras dalam waktu singkat merayu Parti Warisan, Parti Pejuang, dan parti lainnya yang mewakili rakyat Sarawak dan Sabah, berjumlah sekira 31 anggota.

Menurut MalaysiaKini mengutip Mohd Redzuan, berbagai pihak yang bersungguh-sungguh mau menjatuhkan Muhyiddin dan Perikatan Nasional (PN) tidak bisa serta merta bergembira atau merayakan perkembangan berkenaan buat masa ini. Apalagi, bila sejumlah menteri dari unsur BN yang sedang memikul tanggungjawab berat memulihkan keadaan, konsisten mendukung pemerintah PN menyelesaikan masalah pandemi. Apalagi, Zahid Hamidi dan Najib Razak sedang berhadapan dengan mahkamah atas tuduhan rasuah dan korupsi.

Menyikapi situasi mutakhir, Redzuan mengemukakan, dari komposisi dukungan mutakhir, Muhyiddin masih didukung oleh 100 anggota parlemen, di atas dukungan kepada Anwar Ibrahim.

"Maka terserah kepada Agong untuk menggunakan kebijaksanaan baginda bagi membuat keputusan. Kami mengikut perlembagaan, tak bisa membantah," ungkap Redzuan.

Boleh jadi, karena kondisi ini, ketika menerima anggota parlemen dari Bersatu, Muhyiddin biasa-biasa saja, sesuai wataknya, tenang dan dingin. "Dia punya prinsip," sambung Redzuan.

Akankah Raja memilih jalan, menunjuk PM sementara dan kabinet dari kalangan profesional yang sangat kompeten dan fokus memulihkan negara, menyelamatkan rakyat dari tekanan pandemi Covid-19, seperti gagasan Tun Mahathir, pendiri Pejuang? Tak ada yang bisa menduga-duga.

Bila Raja menerima pengunduran diri Muhyiddin, dia mencipta sejarah sebagai PM Malaysia tersingkat, hanya 22 bulan, sejak 23 Februari. Tapi, bila Raja menolak pengunduran dirinya, dia dengan koalisi Perikatan Nasional (Bersatu dan PAS) dan TPM Ismail Sabri Yakoob, Hishamuddin Husein, Anuar Musa, Khairy Jamaluddin serta anggota parlemen dari UMNO -- yang berseberangan dengan Zahid Hamidi dan Najib Razak -- akan memusatkan perhatian pada dua perkara. Yakni, mengatasi masalah pandemi Covid-19  dan mempercepat pilihan raya umum (PRU) ke 15. Langsung bertarung di gelanggang terbuka dengan rakyat untuk mendapatkan mandat baru dengan melakukan program vaksinasi dengan pantas.

Anuar Musa, Menteri Wilayah Persekutuan yang juga anggota parlemen dari Ketereh, Jum'at (13 Agustus) mengumumkan, di wilayah kerjanya sudah tercapai herd community dengan capaian rata-rata vaksinasi 80 persen.

Akankah muncul 'kuda hitam' untuk merespon perkembangan situasi politik yang kian panas dan memancing murka rakyat, ini?  Boleh jadi !

Untuk menjamin kesinambungan plan pemulihan negara, nama TPM Ismail Sabri Yakoob mengemuka sebagai salah seorang yang bisa jadi 'kuda hitam.' Paling tidak, bila yang dikemukakan anggota parlemen Padang Rengas dari UMNO, Mohamed Nazri Abdul Aziz, benar, bahwa sudah mulai banyak yang menandatangani dokumen dukungan kepada Ismail guna menjabat perdana menteri ke 9. Tentu, bila UMNO konsisten mengikuti ucapan Zahid Hamidi saat penutupan Perhimpunan Agung UMNO 2020: "No Anwar! No DAP! No Bersatu!" - walaupun dia terkilir lidah menyebut "No UMNO!"

Ketenangan Muhyiddin menyikapi situasi, boleh jadi juga sebagai cara dia meyakinkan diri, bahwa dirinya masih layak dan patut sebagai perdana menteri, yang menguatkan daya tahannya, selama berminggu-minggu menentang seruan untuk meletakkan jabatan. Bahkan Muhyiddin 'menantang' agar parlemen pada 5 September 2021, melakukan undi percaya (mosi) untuk membuktikan dia beroleh dukungan mayoritas di parlemen.

Muhyiddin tiba-tiba saja, pada hari Jumat (13 Agustus 2021), mengakui untuk pertama kalinya tidak memiliki dukungan mayoritas dan berupaya terakhir merayu pembangkang. |

Editor : eCatri | Sumber : malaysiakini dan berbagai sumber
 
Polhukam
13 Jan 22, 09:43 WIB | Dilihat : 96
Demokrasi Palsu dalam Arus Politik Global
11 Jan 22, 09:09 WIB | Dilihat : 106
Politik Suasana Hati Rakyat
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 453
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1334
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1542
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya