Hishamuddin di Tengah Politik Gaduh Malaysia

| dilihat 438

bang sèm

Akhirnya Polisi Diraja Malaysia alias PDRM melakukan penyelidikan atas surat palsu yang seolah-olah dikirim Dato Seri Hishamuddin Hussein kepada Yang Dipertua Agong Malaysia, Sultan Abdullah.

Surat permohonan menghadap palsu, itu, memberi kesan, seolah-olah Hishamuddin, yang kini Menteri Luar Negeri Malaysia, itu memperoleh dukungan suara parlemen yang memadai untuk menduduki kursi Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin - Presiden Bersatu / Perikatan Nasional.

Kursi Perdana Menteri Malaysia, sejak mula memang menjadi incaran. Salah seorang yang konsisten memburu kursi itu secara konsisten adalah bekas Timbalan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim - Presiden Parti Keadilan Rakyat, pemimpin pembangkang (oposisi) / Pakatan Harapan (PH).

Tak hanya Anwar, kursi itu juga masih memikat bekas Perdana Menteri Malaysia Muhammad Najib Tun Razak dan Presiden UMNO (United Malay Nation Organization) Ahmad Zahid Hamidi. Malang, kedua petinggi UMNO ini masih berurusan dengan Mahkamah atas tuduhan rasuah.

Najib sedang dalam proses rayuan (banding), akan halnya Ahmad Zahid Hamidi - bekas Timbalan Perdana Menteri Malaysia paruh kedua kepemimpinan Najib, masih dalam proses peradilan.

Periode kepemimpinan Ahmad Zahid Hamidi, bekas pendukung Anwar Ibrahim di UMNO, terbilang masa paling riuh dan gaduh dalam UMNO. Terutama, karena aksi taktik dan strateginya cenderung meniru aksi Anwar Ibrahim: menyerang dan menerjang kepemimpinan Muhyiddin Yassin yang menerima 'durian runtuh' selepas Tun Mahathir Mohammad, mundur dari jabatan sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-7. Masa kedua bagi Mahathir memimpin pemerintahan Malaysia.

Ahmad Zahid Hamidi pun membuka front terbuka kepada Anuar Musa, seniornya di UMNO yang kini menjabat Menteri Wilayah. Termasuk memantik friksi dengan Hishamuddin Hussein dan Khairy Jamaluddin - Menteri Sains - Teknologi dan Inovasi Malaysia, meski di balik cindai.

PDRM belum menemukan, siapa sungguh orang yang ambil inisitif menulis surat palsu Hishamuddin. Menteri Luar Negeri, itu memilih jalan hukum, daripada sibuk 'sentak sengor' - bergaduh di media, khasnya media sosial. Dia memusatkan perhatiannya pada tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri. Memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi dan negara-negara Islam, seperti Palestina, Mesir, Turki, dan lain-lain. Menegaskan posisi Malaysia sebagai representasi negara-negara serantau Asia Tenggara dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Mengapa Hishamuddin dijadikan sasaran di tengah riuh gaduh politik ?

Bagi saya, satu saja jawabnya: Pamor Hishamuddin Hussein kian bersinar. Politisi humble yang tak berkonflik dengan siapapun - khasnya di dalam UMNO, itu menunjukkan sikap profesional dalam menjalankan amanah. Hishamuddin ada di dalam mind and soul rakyat sebagai pemimpin paling layak dan patut memimpin Malaysia, sebagai Perdana Menteri ke 9 setelah Muhyiddin Yassin.

Hishamuddin yang kerap menulis inisial namanya dengan H2O, itu terbilang pemimpin Malaysia yang segak dan aura kepemimpinan paling dekat dengan harapan rakyat Malaysia yang rindu Malaysia kembali menjadi the truly Asia. Pamor H2O melampaui pesona Tok Mat - Mohammad Hassan, Timbalan Presiden UMNO.

Nasab Pemimpin Malaysia

H20 datang dari keluarga politisi - negarawan Malaysia. Kakeknya, Onn Jaafar adalah pemimpin Melayu, pendiri Partai UMNO (United Malaysia Nation Organization). Ayahnya, Hussein Onn yang dijuluki 'Bapak Perpaduan' Malaysia adalah Presiden UMNO/Barisan Nasional yang juga Perdana Menteri Malaysia Ketiga.

Sebelum terjun ke kancah politik Malaysia, H20 seorang pengacara yang sedang beranjak menuju popularitas. H2O beroleh gelar Bachelor of Laws (LL.B) dari University of Wales, Aberystwyth, 1984.

Ia melanjutkan studi hukum di London School of Economics dan berhak menyandang gelar Master of Laws (LL.M) dalam Commercial and Corporate Law, 1988. Lantas terjun sebagai politisi melalui sayap Pemuda UMNO, ketika bagian utama partai UMNO itu sedang dalam perpecahan, terkait pemecatan Anwar Ibrahim sebagai Timbalan Presiden UMNO / Wakil Perdana Menteri Malaysia.

H2O menggantikan Ahmad Zahid Hamidi, yang kala itu adalah pendukung Anwar Ibrahim, menjadi pemimpin Pemuda UMNO.

Karir politiknya berwarna. Dia menjadi anggota parlemen dari Tenggara dari daerah pemilihan Johor. Oleh PM Mahathir Mohammad, ia dipercaya sebagai Sekretaris Parlemen untuk Perdagangan dan Industri Internasional.

Di lingkungan pemerintahan, H2O menjabat Menteri Pemuda dan Sukan (1999-2004), Menteri Pendidikan (2004-2009), Menteri Dalam Negeri (2009-2013), dan ditugaskan menjabat Menteri Transportasi (2013-2014) untuk menangani masalah raibnya pesawat Malaysian Air System (MAS). Selepas itu, dia menggantikan Ahmad Zahid Hamidi sebagai Menteri Pertahanan.

H2O mengalami berada dalam Kabinet Malaysia era kepemimpinan Abdullah Badawi, Najib Razak, dan Muhyiddin Yassin.

H2O pernah dianggap terlampau 'Melayu,'  dan 'rasialis' oleh sejumlah pemimpin sayap politik non Melayu dalam Barisan Nasional, ketika sebagai Ketua Umum Pemuda UMNO bersumpah dengan keris, sebagai simbol Melayu dalam Perhimpunan Agung UMNO, 2005.

Tindakan H2O disangkakan sebagai  asbab menurunnya dukungan suara non Melayu terhadap Barisan Nasional pada Pilihan Raya Umum XII, tahun 2008.

Perhimpunan Agung UMNO (PAU) 2020 yang digelar Maret 2021 berujung dengan kasus rekaman telepon yang diduga percakapan Anwar Ibrahim dengan Zahid Hamidi, yang bertentangan dengan Pidato Penggulungan Zahid Hamidi sebagai Presiden UMNO.

PAU 2020 tercatat paling gaduh sepanjang sejarah UMNO. H2O, Anuar Musa, dan Khairy Jamaluddin disindir oleh Zahid Hamidi sebagai pihak yang 'membelot' dari UMNO, dan tak merespon seruan untuk mundur dari kabinet Perikatan Nasional (PN) pimpinan Muhyiddin Yasin.

Zahid Hamidi sangat gencar menyerang pemerintahan PN dan menyatakan,  UMNO tak akan berkoalisi dengan PN, meski mitra politisnya dalam Muafakat Nasional, PAS -- Partai Al-Islam Sa-Malaysia -- memberikan dukungan penuh kepada PN dan Muhyiddin.

Sebagai politisi Zahid kurang piawai. Siapa saja dapat dengan mudah membaca gejolak di dalam dirinya, karena retorika politik yang disampaikannya, tak mampu menutup suasana batinnya yang tertampak pada gesture, dan mimiknya. Pun demikian halnya dengan para petinggi UMNO yang lain, seperti Ahmad Maslan.

Dalam kondisi petinggi UMNO kurang piawai berlakon dalam lakonan 'politik gaduh' di pentas  'tonil bangsawan politik,' segak dan pamor H2O memang menjulang. Dia yang paling boleh diharap bersemata dengan Anwar Ibrahim di arasy politik Malaysia.

Petinggi politik UMNO/Barisan Nasional kini, kurang jam terbang untuk menghadapi kepiawaian H2O, Anuar Musa, dan Khairy Jamaluddin.

Hubungan personal H2O dengan keluarga besar Sultan Abdullah dan Raja Permaisuri Tunku Azizah, serta persepupuannya dengan Najib, memang menjadi nilai plus minus bagi dirinya secara internal.

Darah Turki dari neneknya, pun menjadi nilai plus bagi H2O dalam kolaborasi dengan Turki di lingkungan negara-negara Islam. Sesuatu yang diperlukan dalam konteks recovery Malaysia.

Hubungannya dengan petinggi kunci di China, Amerika Serikat, Inggris Raya, dan negara-negara persemakmuran pun melampaui akses Anwar Ibrahim.

H2O akan menjadi sasaran di tengah pusaran politik gaduh UMNO. Tapi, dia karang yang kokoh. Orientasi populis modes pada dirinya, akan kian menguatkan sikap dan integritas politik dirinya.

Dan.., boleh jadi H2O akan menjadi pemimpin perpaduan Malaysia ke depan, telangkai bagi lapisan baru kepemimpinan Malaysia, seperti Khairy Jamaluddin, Nurul Izzah, Azalina Otsman Said, Mazlee Malek, Mukhriz Mahathir, Khairil Nizam, dan Syed Saddiq. |

Editor : eCatri | Sumber : berbagai sumber
 
Humaniora
06 Des 22, 14:02 WIB | Dilihat : 165
Mengeja Ferry Mursyidan Baldan
06 Des 22, 12:17 WIB | Dilihat : 24
In Memoriam Ferry Mursyidan Baldan
11 Nov 22, 22:45 WIB | Dilihat : 198
Jalan Ishlah Menghidupkan Apresiasi dan Respek
Selanjutnya
Lingkungan
27 Okt 22, 16:32 WIB | Dilihat : 159
Bukan Cuma Jual Kavling.. Men
30 Sep 22, 14:44 WIB | Dilihat : 249
Banten Al Muktabar
09 Jun 22, 11:39 WIB | Dilihat : 261
Bincang Keseimbangan Semesta di Tepian Tasik Putrajaya
Selanjutnya