Gubernur DKI Jakarta Terima Penghargaan METI

Anies Baswedan Energi Selalu Terbarukan

| dilihat 371

Sudah beberapa bulan berselang, Ketua Umum METI (Masyarakat Energi Baru-Terbarukan Indonesia) - Surya Darma, hendak menyampaikan Penghargaan METI kepada Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Panel Juri  METI menilai sejumlah kalangan pada 17 kategori untuk dinilai dan diberikan penghargaan yang mempunyai prestasi terbaik, termasuk Gubernur dan Pemerintah Daerah. Penilaian itu dilakukan dalam kerangka acara Tahunan Indoensia EBTKE Conex 2021.

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat menerima penghargaan untuk kategori Pemerintah Daerah yang sangat agresif mendorong dan mendukung pengembangan energi terbarukan.

Akan halnya Anies, menerima penghargaan METI dalam konteks  Jakarta sebagai Smart City yang ditupang infrastruktur yang berkualitas.

Anies menerima penghargaan itu langsung dari Surya Darma, usai  acara Bincang Urban G20, yang  dipandu mantan Menteri Luar Negeri, Dinopati Djalal, dan disiarkan langsung CNN Indonesia dari Jakarta International Stadium (JIS) - Sunter, 16 Feberuari 2022.

Dalam perbincangan itu, Anies, Ridwan Kamil, Surya Darma, dan Shinta Kamdani - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia. Perbincangan dihantar secara daring oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Surya, penghargaan itu diberikan kepada Jakarta Raya yang memenangkan kategori Smart City, berdasarkan penilaian atas fakta, bahwa berbagai fasilitas publik -- selama masa kepemimpinan Anies -- menjadi lebih mudah diakses oleh semua pihak.

Infrastruktur ini berhubungan langsung dengan mobilitas yang diharapkan. Transportasi sudah mulai terintegrasi. Yang lebih penting bagi Smart City adalah perhatian pada penggunaan energi yang lebih efisien dan penggunaan energi terbarukan yang terus digalakkan.

Pembangunan JIS juga sudah menggunakan konsep smart building dan sebagian energi menggunakan energi terbarukan.

"Masih banyak faktor lain yang mendukung Jakarta menjadi Smart City, yang berorientasi pada kemudahan bagi setiap orang yang dilingkupi pelayanan publik. Termasuk dalam hal ini warga masyarakat," ungkap Surya.

"Keberadaan Smart City," tambah Surya, akan meningkatkan kualitas hidup warga, karena dari berbagai infrastruktur yang dibangun hingga pelayanan lain berorientasi modern. Misalnya kemudahan akses transportasi, tercukupinya kebutuhan dasar dan pendukung, hingga pembangunan yang mengedepankan kelestarian lingkungan.

Selain itu, Pemerintah DKI Jakarta, dinilai semakin transparan dan mudah dikontrol oleh siapa saja. Anies berhasil membawa Jakarta ke tahap kondisi yang favourable bagi partisipasi publik dalam pembangunan.

Masyarakat bisa aktif memberikan masukan untuk membuat Smart City semakin baik ke masa depan, ditupang oleh kesadaran akan keterbukaan, sehingga pendapat kritis khalayak bisa tersalurkan, bila kinerja pemerintah tidak sesuai jalur.

Perubahan-perubahan yang tercapai berkat kehadiran Smart City memang diarahkan untuk menjadikan kehidupan masyarakat yang semakin baik, melalui integrasi sistem, efisiensi birokrasi, akses fasilitas, hingga peningkatan kualitas hidup warga. Tentu ke depannya akan terjadi  penyesuaian-penyesuaian, karena smart city memang sudah disiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan perubahan.

Ketimpangan di Dalam Negara Melebar

Dalam acara Bincang Urban G20, Anies selaku Gubernur Jakarta merupakan host, sekaligus Co-Chair U20 bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Perbincangan itu sendiri digelar sebagai bagian dari agenda kegiatan G20. Tahun ini, Indonesia mendapat kesempatan sebagai Presidensi G20, yang mengangkat tema, ‘Recover Together, Recover Stronger’.

U20 atau Urban 20, merupakan pertemuan para pemimpin kota dunia, akan membahas tantangan perkotaan pascapandemi yang harus dihadapi kota-kota dunia.

Dalam acara dengan format gunemcatur (talkshow) tersebut, Anies mengatakan, U20 adalah pilar untuk menopang G20. Dikemukakannya, saat ini, ketimpangan antarnegara semakin menipis, namun ketimpangan di dalam negara dan kota itu melebar.

“Ini adalah persoalan yang harus dicarikan solusi. Keuntungan ketika dibahas bersama dengan pemimpin wilayah kota dalam forum U20, maka ini menjadi bahan kebijakan di wilayah masing-masing. Para pemimpin wilayah kota itu terlibat dalam melakukan identifikasi masalah untuk mencari solusi dan menjadi lebih dekat untuk mengeksekusi suatu kebijakan daripada di tingkat nasional,” ungkapnya.

"Jakarta sendiri, berkomitmen dalam mendorong tranisisi menuju net zero emission dengan memperkuat sistem transportasi masal sebagai tulang belakang wahana pergerakan warga Jakarta," imbuhnya.

Akan halnya Ridwan Kamil, Gubernur Provinsi Jawa Barat mengemukakan, Jawa Barat membantu Jakarta dalam Urban 20, Youth 20, dan Think 20 dengan berbagai bentuk kegiatan seminar dan talkshow.

“Hasil U20 nanti akan kami kumpulkan dan pelajari serta terapkan di kota-kota di Jawa Barat. Karena urban itu identik dengan density atau kepadatan, di situlah ada turunan-turunan penyelesaian permasalahan di tingkat kota,” jelas Ridwan Kamil.

Pada kesempatran itu, Surya Darma - Ketua Masyarakat Energi Terbarukan (METI) mengemukakan, Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif dan dampak positif. Negatifnya adalah pertumbuhan ekonomi turun, perlambatan, bahkan cenderung negatif. Tapi di sisi lain memberikan sisi positif untuk lingkungan.

“Sekarang peran kita pada pasca pandemi, kota-kota harus kita tumbuhkan ke arah yang lebih hijau dan lebih cerdas, yang digerakkan oleh energi terbarukan,” ujar Surya.

Nara sumber lain, Shinta Kamdani - CEO Sintesa Group (B20 Chair) mengemukakan, Business 20 atau B20 adalah business engagement group dari G20 yang meliputi semua pelaku usaha, CEO global ada di B20. Lebih dari 2.000 pelaku usaha yang terlibat dalam B20.

Outcome dari B20 adalah policy recommendation kepada pemerintah. Kami akan adakan legacy project dari hasil diskusi dan show casing project yang ada. Terdapat tiga topik utama yang akan dibahas dalam diskusi B20, yaitu arsitektur kesehatan, transisi digital, dan transisi energi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Erlangga Hartarto, menyampaikan, Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan dalam pemulihan global dengan partisipasi aktif membangun tata kelola yang sehat, adil dan berkelanjutan, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Usai gelar gunemcatur Bincang U20, Anies dan Ridwan Kamil menjajal lapangan JIS yang hampir rampung itu dengan adu penalti, yang penuh senda tawa. Dua pemimpin muda itu nampak karib.

Sebelum acara itu, mereeka juga tampil dalam Dialog Kebangsaan yang digelar stasiun tv lain, yang sedang memperingati hari jadi. Anies nampak segar dan terkesan sebagai energi yang selalu terbarukan bagi bangsa ini. | Sudar, Prelis

Editor : delanova | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 452
Mata Maut
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
03 Des 22, 15:17 WIB | Dilihat : 41
Ginanjar Nilai Semua Investasi Jepang Lancar
15 Jun 22, 09:26 WIB | Dilihat : 361
Gobel : PMK Hewan Memukul Kedaulatan Pangan
Selanjutnya