Kesehatan

Puasa Bisa Kalahkan Alzheimer?

| dilihat 3300

 

AKARPADINEWS.Com- Kita ketahui puasa berdampak baik bagi kesehatan. Karena itu, Anda yang terbiasa puasa dua kali sepekan patut bersyukur. Kabar terbaru bahwa dampak puasa, selain membuat tubuh jadi makin bugar juga bisa terhindar dari penyakit Alzheimer.

Hingga kini para ahli kesehatan belum menemukan pengobatan untuk penyakit Alzheimer ini. Padahal, lebih dari 35 juta orang kemungkinan terkena penyakit ini. Penelitian sebelumnya mengungkapkan, puasa bisa mengurangi obesitas. Dan studi  terbaru dari  lembaga antipenuaan di Amerika,  menemukan puasa dua kali atau lebih dalam sepekan selain mengikis lemak dan obesitas, juga mencegah dimensia jadi kanker. Atas temuan itu, para ahli selanjutnya meneliti manfaat puasa dua kali dalam sepekan, ternyata bisa mencegah terjadinya awal Alzheimer atau kerusakan pada indra kognitif.

Penyakit Alzheimer adalah salah satu dari  penyakit yang mengalami peningkatan cukup nyata dan terlihat. Lantas bagaimana puasa bisa membantu mencegah penyakit ini?  Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mark Mattson, profesor ilmu saraf di Johns Hopkins University, Baltimore dan peneliti senior di Institut Nasional Antipenuaan  Amerika, menemukan tentang khasiat dari berpuasa. Bagi orang muslim dan agama lain, yang menyarankan puasa dalam prosesi peribadatan, manfaat puasa memang telah diketahui sejak dulu. Selanjutnya, adanya manfaat itu dicari kebenarannya oleh ilmuan barat  melalui  kajian medis dan pengetahuan. 

Manfaat Puasa

Di Indonesia, mayoritas penduduk beragama Islam, selain menjalani puasa wajib selama satu bulan Ramadan, Islam juga menganjurkan puasa sunah dua kali dalam sepekan, biasa dikenal puasa Senin-Kamis, ataupun puasa sunah lainnya seperti puasa Daud (puasa selang-seling) dan puasa sunah lainnya. Atas perintah puasa itu, telah banyak pengakuan dari kaum muslim tentang banyak manfaat dari puasa. Seperti halnya Ida,  perempuan berprofesi Jurnalis ini mengaku menderita maag akut sejak remaja. Ia sempat frustasi, penyakitnya tak kunjung sembuh. Alhasil, ia mencoba menjalani puasa Senin-Kamis selama satu tahun dan akhirnya maagnya lambat laun sembuh. Tentunya, diimbangi pula dengan langkah konkrit, mengurangi makanan pedas dan asam, atau makanan dan minuman yang merangsang lambung. “Awalnya memang sulit menjalani, tapi lama-lama jadi terbiasa,”paparnya.

Pengalaman lain dilontarkan Dewi Dwiyana, mantan manajer yang sekarang menjadi ibu rumah tangga, dia melakukan puasa dua kali dalam sepekan (Senin-Kamis) tak lain hanya untuk menjalankan ibadah. Tapi, dia tak memungkiri bahwa tubuhnya jadi makin bugar dan pikirannya lebih positif. “Saya puasa bukan untuk diet semata tapi untuk mencari ridho-Nya dan batin jadi tenang,” ungkapnya kepada akarpadinews.

Pada penelitan baru ini, Mark Mattson mengukur bagaimana puasa dua kali dalam seminggu selama dua bulan, berdampak bagi fungsi otak dan penderita awal Alzheimer.

Atas temuan tersebut, Stuart Adams seorang freelance transleter dan interpreter di London   mengaku terinpirasi untuk mencoba diet pada tahun lalu setelah menonton dokumenter BBC berjudul “Makan, Puasa & Hidup Lebih Lama”,  pada  kajian Mattson itu disarankan untuk berpuasa lantaran puasa bisa mencegah terjadinya kerusakan pada indra kognitif. Dilansir dari Daily Mail,  Stuart Adams pun menjalani puasa dua kali seminggu beberapa tahun terakhir. Diakuinya, selain  berat badannya turun hingga 15 kilogram, ia ingin terhindar dari kerusakan otak, termasuk  penyakit  schizophrenia dan Alzheimer.“Dengan berpuasa juga bisa meredam ketegangan di keluarga saya, dan perubahan lain bisa menurunkan berat badan secara cepat,”kata Adam, 43.  “Semuanya bisa membantu dan ini sesuatu yang menarik.”

Buku Diet dan Protein Otak

Temuan dari manfaat puasa ini akan mematahkan beragam cara diet  populer, termasuk buku-buku cara diet baru. Apalagi, beberapa ahli telah meragukan dari hasil diet yang dipaparkan dalam buku-buku sebelumnya.

“Ini adalah bagian dari buku-buku diet yang tak pernah berakhir,” kata Kelly Brownell, mantan Direktur dari Pusat Kebijakan Makanan dan Obesitas di Universitas Yale dan sekarang Rektor dari Sekolah Sanford , Kebijakan Umum di Univestas Duke. “ Beberapa orang akan mengikuti ini, sebab cara ini bisa memotong banyak kalori, mereka  yang mengikuti program ini akan sukses. Meskipun, sebelumnya sudah ada hal serupa, yang akhirnya pola diet-diet itu akan menghilang, tak pernah  terdengar lagi.”

Melihat fenomena ini dan beberapa temuan yang akan dipublikasikan dalam sebuah buku, studi tentang puasa tetap akan menjadi sesuatu yang menarik.  Kajian lain dari puasa juga dilakukan oleh Krista Varady, rekanan profesor kinesiologi dan ilmu gizi di Universitas Illinois, Chicago. Riset Krista Varady fokus pada alternatif diet normal dengan 500 atau 600 kalori setiap lain hari. Asupan nutrisi yang direkomendasi untuk dikonsumsi pria sekitar 2500 kalori per hari dan wanita 2000 kalori.

Ketika penelitian diet puasa dan dimensia masih berjalan, bukti awal sangat menjanjikan. Dukungan makin kuat ketika Mattson melakukan penelitian pada tikus, ditemui bahwa tikus yang tidak makan selama beberapa jam (puasa) fungsi sel otaknya akan terlindungi. Meskipun, tidak bisa mengurangi tingkat logam dan kekusutan yang cenderung mengarah ke tanda-tanda Alzheimer. Dari hasil penelitian itu, Mattson menyarankan bahwa berpuasa bisa meningkatkan protein dalam otak (brain-derived neurotrophic  factor/BDNF),  yang bisa meningkatkan cara kerja dan memori otak.

Sementara itu, pada temuan Mattson yang telah dipublikasikan tahun ini,  dijelaskan bahwa puasa dua kali dalam sepekan  juga bisa mencegah penyakit kanker payudara dan diabetes. Ia menemukan perempuan yang berpuasa dua kali dalam sepekan selama tiga bulan, kalorinya akan terkikis dan gula darahnya turun secara signifikan menjadi normal.  Temuan lain, seorang perempuan yang memiliki genkanker payudara juga bisa terhindar dari risiko kanker jika melakukan puasa secara rutin. Karena itu, Mattson menyarankan untuk berpuasa karena pendekatan ini mudah untuk dijalani. Foto/Reuters

 

Editor : Nur Baety Rofiq
 
Budaya
28 Okt 22, 07:08 WIB | Dilihat : 186
Demokrasi, Musyawarah dan Mufakat
02 Agt 22, 10:32 WIB | Dilihat : 282
Merawat Negeri Terindah di Dunia
07 Jul 22, 22:03 WIB | Dilihat : 359
Anies Bicara tentang Perpustakaan dan Pustakawan
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 452
Mata Maut
Selanjutnya