Mantan Presiden Prancis Giscard D'Estaing Meninggal Akibat Covid-19

| dilihat 243

Mantan Presiden Prancis, yang memerintah Prancis dari tahun 1974 hingga 1981, meninggal dunia hari Rabu (2 Desember 2020), pada usia 94 tahun akibat COVID-19. Berita tersebut diumumkan keluarganya.  

Valéry Giscard d'Estaing yang menjabat Presiden pada usia 48 tahun, beberapa kali dirawat di rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir, karena masalah jantung.

Selama menjalankan kepemimpinannya dalam pemerintahan, dia melakukan upaya reformasi sosial, seperti otorisasi penghentian kehamilan secara sukarela (aborsi) atau penurunan hak untuk memilih menjadi 18 tahun.

Dia juga presiden non-Gaullist pertama dari Republik Kelima, setelah Jenderal de Gaulle yang menjadi lambang dan pewaris politik Georges Pompidou.

Sebagai seorang Eropa yang kuat, dia bekerja dengan 'teman'-nya Kanselir Helmut Schmidt untuk menjaga agar 'mesin' Perancis-Jerman tetap berjalan. Kerja sama erat itu dilakukannya pada tahun 2000-an, ketika memimpin konvensi untuk Eropa yang membatalkan pendiriannya dari konstitusi Eropa. Dia juga memimpin pertemuan kumpulan negara-negara industri G7.

 Mantan Presiden Prancis dari sayap kanan, Nicolas Sarkozy menyatakan, "Valéry Giscard d'Estaing akan bekerja sepanjang hidupnya untuk memperkuat hubungan antara negara-negara Eropa, mencari dan berhasil dalam memodernisasi kehidupan politik dan mengabdikan kecerdasannya yang luar biasa untuk menganalisis masalah internasional yang paling kompleks."

Sarkozy menyatakan dukacita melalui jejaring sosial pribadinya.

Akan halnya mantan Presiden Presiden dari sayap Sosialis, Francois Hollande dalam suatu pernyataan mengatakan, Prancis kehilangan seorang negarawan yang telah memilih sikap untuk terbuka kepada dunia.

"Cita-cita Eropa kehilangan salah satu pendirinya, Prancis, seorang Presiden yang membawanya dengan modernitas dan keberanian," kata Presiden Majelis Nasional, Richard Ferrand.

Valéry Giscard d'Estaing adalah sosok presiden Prancis yang telah mengadopsi postur modern dan ingin dekat dengan rakyat. Ia mengekspos dirinya menggelar jamuan makan malam rakyat dan bermain akordeon, sehingga dituding sebagai seorang demagog.

 Dia mengakhiri kepemimpinannya, setelah memimpin selama tujuh tahun, dan dikalahkan oleh tokoh sosialis sosialis François Mitterrand pada tahun 1981. Di akhir kepemimpinannya terjadi krisis ekonomi dan bisnis.

Sebelum muncul Macron sebagai Presiden Prancis Termuda, merupakan presiden Prancis termuda sejak Louis-Napoléon Bonaparte. Dia tokoh dalam kehidupan politik Prancis, yang merupakan inkarnasi dari kanan-tengah dan kolektor Gaullisme, saat memasuki Élysée pada Mei 1974 pada usia 48 tahun.

François Bayrou yang melangkah bersama mendiang dalam politik Prancis, mengatakan, "Untuk seluruh generasi, terutama bagi mereka yang terlibat dengannya di masa muda, dia membawa angin modernitas yang besar ke masyarakat Prancis dan melahirkan harapan besar untuk melampaui dan bersatu."

Menurut Bayrou, "masih ada kenangan yang sangat besar tentang kecerdasan dan tawa bersama, pada saat yang sama. Nostalgia yang luar biasa ”.

Setelah kekalahannya, Valéry Giscard d'Estaing tetap menjadi figur kanan-tengah sebelum menghilang dari lanskap politik Prancis pada 1990-an, kemudian kembali pada 2001 dengan mengambil alih ketua Konvensi untuk Eropa, bertanggung jawab untuk menyusun konstitusi Eropa yang ditolak melalui referendum (55 persen anggota  menolak ) pada tahun 2005.

30 September 2019 merupakan penampilan publik terakhirnya, saat menghadiri pemakaman mantan Presiden Republik Jacques Chirac di Paris. Chirac adalah Perdana Menteri dari tahun 1974 hingga 1976 -- ketika dia menjabat Presiden.

Dia sempat menjadi berita utama pada Mei, ketika diselidiki polisi, karena pelecehan seksual (saat wawancara) setelah dilaporkan oleh seorang jurnalis Jerman.

Setelah dirawat di rumah sakit beberapa kali, "keadaan kesehatannya memburuk dan dia meninggal karena COVID-19," kata keluarganya, seperti yang disiarkan kantor berita AFP.

Keluarganya juga mengabarkan, dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP, menyebutkan bahwa pemakamannya adalah. akan berlangsung "dalam privasi keluarga yang paling ketat." | tique

Editor : Sem Haesy | Sumber : AFP
 
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 179
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 418
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 292
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1972
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya