KEMANDIRIAN ENERGI UNTUK INDONESIA

Blok Mahakam ke Pertamina, Best of The Best AJP 2015

| dilihat 2620

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | PERTAMINA (Persero) kembali memberi penghargaan kepada insan pers, melalui Anugerah Jurnalistik Pertamina 2015. Dengan tema besar, “Kemandirian Energi untuk Indonesia Mendunia” - sebagai tema peringatan 58 tahun Pertamina, sejumlah jurnalis (media cetak, digital, radio, dan televisi) memperoleh penghargaan.

Terpilih sebagai karya Best of The Best AJP 2015 adalah tulisan bertajuk Blok Mahakam ke Pertamina dari kategori hardnews, karya M Clara Wresti dari Harian Kompas. Selain itu, sejumlah karya jurnalistik terbaik memperoleh penghargaan.

Penyerahan piala dan hadiah dilakukan pada malam Anugerah Jurnalistik Pertamina 2015 – di HardRock Cafe – kawasan Sentra Bisnis Semanggi – Jakarta Selatan, Rabu : 9 Desember 2015. Suasana malam anugerah sangat bergairah, diiringi dentam musik rock. Kemeriahan itu diwarnai dengan  kehadiran Direktur Utama Pertama Dwi Soetjipto dan sejumlah direksi Pertamina.

Bertindak sebagai Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Pertamina 2015, delapan orang pakar dan praktisi dari berbagai kalangan. Masing-masing: Dr. Andang Bachtiar (Dewan Energi Nasional), Dr. Effendi Gazali, Riza Primadi, Tulus Abadi – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Endang Setyawati – Universitas Indonesia, Prima Mulyasari Agustin, Oscar Motuloh – Pewarta Foto Senior dan N. Syamsuddin Ch. Haesy – wartawan dan brodkaster senior.

DWI SOETJIPTO - DIREKTUR UTAMA PERTAMINA

Dewan Juri menilai lebih dari 1400 materi, meliputi hardnews media cetak, features media cetak, publikasi CSR (Corporate Social Responsibility), hardnews / feature media digital, features radio dan televisi, dan fotografi.

Vice Presiden Komunikasi Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, Anugerah Jurnalistik Pertamina yang diselenggarakan setiap tahun itu, merupakan ajang apresiasi untuk mendorong prestasi bagi insan pers Indonesia. Dengan anugerah ini, menurut Wiyanda, diharapkan para insan pers – jurnalis kian terdorong untuk melakukan partisipasi kritis bagi mendorong Pertamina sebagai badan usaha milik negara yang sedang berikhtiar menjadi perusahaan energi berkelas dunia.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto dalam sambutannya mengemukakan, Pertamina kini sedang berupaya mencapai kemandirian di bidang energi. Tidak hanya berhenti hanya pada bisnis oil dan gas semata. Karena itu, berbagai upaya inovasi dilakukan Pertamina, termasuk dalam mengelola sumber energi baru dan terbarukan.

Berbagai inovasi yang dilakukan, antara lain memproduksi Pertalite, untuk mengurangi produksi Premium. Inovasi lain dilakukan Pertamina di sektor gas. Dikemukakannya, Pertamina jiuga sedang bergerak membangun kilang-kilang baru di beberapa lokasi. Terutama karena dua dasawarsa terakhir, Pertamina relatif tak pernah membangun kilang yang cocok dengan minyak yang diproduksinya dari perut bumi Indonesia.

Baik Wianda maupun Dwi Soetjipto mengemukakan, untuk terus mendorong Pertamina memenuhi kemandirian energi, itulah partisipasi insan pers dipandang penting.

WIANDA PUSPONEGORO - VP KOMUNIKASI PERTAMINA

Atas nama Dewan Juri, N. Syamsuddin Ch. Haesy yang biasa dipanggil Bang Sem mengemukakan, jumlah peserta AJP dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini menunjukkan, jurnalis Indonesia telah menjadikan AJP  -- yang pelaksanaannya dilakukan oleh Cika Indonesia – sebagai dorongan untuk menciptakan tradisi positif menghasilkan karya jurnalistik terbaik di bidang energi.

AJP 2015, ungkap Bang Sem, merefleksikan upaya Pertamina sebagai BUMN mengoptimalkan pengelolaan segenap aspek kehiatan perusahaan untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

Diungkapkannya, karya jurnalistik yang masuk penilaian AJP 2015, banyak didominasi topik bisnis, yang merefleksikan program besar publikasi Pertamina sepanjang 2015. Antara lain, tentang pengelolaan Blok Mahakam yang sebelumnya dikelola oleh kontraktor asing.  Demikian juga halnya dengan pengembangan kilang nasional dan pengembangan energi baru terbarukan.

Kendati karya jurnalistik yang terkumpul dan terseleksi telah memberikan informasi tentang upaya Pertamina untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia, dewan juri menilai beberapa karya masih gagal dalam eksekusi. Utamanya dalam memilih dan menentukan judul yang obyektif dan inspiratif.

Sejumlah naskah yang dinilai, bahkan masih menunjukkan kerja regular jurnalis. Terutama dalam mengelola gagasan dan mengeksekusinya di lapangan melalui pemilihan nara sumber yang tepat, kompeten, dan mempunyai kredibilitas.

PARA PEMENANG KATEGORI TV BERSAMA JURI ENDANG SETYOWATI DARI UNIVERSITAS INDONESIA

Dewan juri menilai, verifikasi narasumber dan konfirmasi materi penulisan masih menjadi kendala. Terutama dalam menyajikan karya jurnalistik yang memenuh standar sesuai kode etik jurnalistik Indonesia. Termasuk dalam memanifestasikan prinsip-prinsip dasar informasi edukatif yang mampu memperluas wawasan pembaca, pendengar, dan pemirsa. Sejumlah peserta bahkan cenderung hanya membahas materi yang didapatnya melalui media visit. Masih sedikit jurnalis yang bersungguh-sungguh mendalami substansi masalah dari topik yang dibahasnya.

Dalam proses penjurian terjadi perdebatan alot antar juri untuk memilih dan memutuskan kaqrya terbaik AJP 2015. Masing-masing juri sesuai dengan panduan penjurian, melakukan penilaian secara obyektif, independen, dan transparan. Terutama, karena para juri dipiilih mereka yang mempunyai integritas.

Dalam melakukan penilaian, juri tidak mengetahui nama penulis dan media yang memuat tulisan tersebut, karena oleh panitia hanya disajikan judul dan materi karya jurnalistik peserta.  Untuk itu, dari 1400 lebih naskah yang masuk, akhirnya terpilih 47 pemenang, termasuk pemenang foto favorit.  Penilaian dilakukan secara terukur dan berkualitas baik dari media nasional maupun daerah.

Tampil sebagai pemenang dalam AJP 2015 ini, masing-masing : Pemenang  kategori hardnews media cetak adalah tulisan bertajuk Blok Mahakam ke Pertamina karya M. Clara Wresti dari Harian Kompas, disusul pemenang kedua bertajuk Terminal Regasifikasi Arun Atasi Krisis Gas Aceh – Sumut, karya Retno Ayuningtyas dari Investor Daily, dan Pertamina Dinilai Layak Jadi Single Aggregator Gas karya Euis Rita Hartati dari Investor Daily.

Pemenang kategori Features Media Cetak, tulisan bertajuk Berburu Migas di Batu Serpih karya Yuni Ikawati dari Kompas, disusul oleh karya bertajuk Jalan Panjang Petralite karya Sapto Andika Candra dari Republika, dan Mengolah Emisi Menuai Rejeki karya Alamsyah Pua Saba dari Majalah Tambang.

BANG SEM MENYAMPAIKAN CATATAN PENILAIAN DEWAN JURI ANUGERAH JURNALISTIK PERTAMINA 2015

Untuk kategori Publikasi CSR (Corporate Social Responsibility) tulisan bertajuk Bersatu Menjamin Keberlanjutan Pesisir yang ditulis oleh Agnes Swetta Pandita – Ichwan Susanto – Ayu Sulistyowati dari Kompas terpilih sebagai pemenang 1.  Akanhalnya tulisan bertajuk Ketika Kulit Pisang Bertemu Teknologi (Ai Rika Rachmawati / Pikiran Rakyat) dan Biarkan Mereka Menyatu dengan Hutan (Satya Festiani – editor: Khoril Azwar Siregar / Republika)  terpilih sebagai pemenang ke 2 dan ke 3.

Dari media digital / online terpilih sebagai pemenang 1 karya bertajuk Modernisasi dan Pembangunan Kilang Butuh Kemauan Politik Pemerintah (Dudi Rahman dari duniaenergi.com), karya bertajuk Pembangunan Kilang Hemat 10,5 juta Barel Premium per Tahun (Whisnu Bagus Prsaetyo – Beritasatu.com) dan Menghijaukan Tembok Kampung Kumuh (Renni Susilawati/Beritajatim.com) masing-masing sebagai pemenang ke 2 dan ke 3.

Karya bertajuk Panas Bumi Ibu Pertiwi karya Valdya Validita – MetroTV/360 sebagai pertama, disusul Energi Selain BBM karya Soemiadeny / RCTI – Seputar Indonesia Siang sebagai pemenang 2, dan Pengembangan Kilang Pertamina Kapasitas Kilang Ditargetkan Naik karya Alfian Salman / MetroTV – MetroBisnis sebagai pemenang 3.

Untuk kategori Radio, sebagai pemenang 1 terpilih karya bertajuk : Pertalite vs Premium dan Pertamax PR Besar Pertamina karya Haryo Ristamaji / Elshinta; pemenang 2 karya bertajuk Ambil Alih 100 Persen Blok Mahakam karya Farid Sulaiman / RRI Pro3-WartaBerita; dan pemenang 3 karya bertajuk Akhiri Kontrak Asing di Blok Mahakam karya Tomop Hakim/RRI Pro3-Wartaberita.

Untuk kategori foto, terpilih sebagai pemenang 1 karya bertajuk Depo Pertamina Plumpang – karya Dian Tri Yuli Handoko / Koran Tempo; pemenang 2 dan 3 masing-masing: Check Up – karya Idhad Zakaria/AntaraFoto dan Pengeboran Sumur Eksplorasi – Zabur Karuru/AntaraFoto. Juri juga memilih 25 foto favorit yang didominasi oleh pewarta foto dari AntaraFoto, Kompas, Kontan, Petromindo, Riaubisnis.com, dan lainnya. |

JM Fadhillah

 

Editor : Web Administrator
 
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 380
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 280
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 259
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 335
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya
Sporta
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 208
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 697
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1679
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
Selanjutnya