TERANG bercahaya mewarnai Kedai Gambuh. Kedai milik Mban pedangan, itu kini sudah seperti balairung tersendiri. Ramai.
Pengunjung aneka rupa kawula datang ke situ. Bukan hanya karena masakan Mban Pedangan yang..
KEDATANGAN Satria Bergitar ke kedai gambuh membuat senang hati Pangeran Utara. Kedai tiba-tiba dikerubuti oleh para kawula. Limbuk dan kawan-kawan pun ada di situ.
“Kabarnya, Satria sudah mendapat restu dari..
BENCANA merambah di mana-mana. Seolah mengepung desa Indrajaya. Di sebelah barat, tebing alamiah yang indah, ambruk longsor.
Sungai-sungai menggelontorkan air deras, termasuk sisa debu yang dihamburkan letusan gunung Rangin beberapa..
BILUNG dan Jayeng Tinon menikmati santapan Kedai Gambuh olahan Mban Pedagangan. Baju mereka yang basah karena kehujanan membuat mereka merasa dingin dan lahap menyantap sroto. Suasana itu pula yang membuat..
ABUNUWAS tak sendiri datang ke desa Indajaya. Dia ditemani para sahabat sahabat setianya: Jayeng Tinon dari Sasak, Pak Belalang dari Tanjungpura, Kabayan dari tatar Sunda, dan Pahit Lidah dari tepian..
KARENA kelakuannya bermain-main dengan boneka ragajelma, Limbuk dan kawan-kawan membuat kegaduhan baru di desa Indrajaya. Cangik menasihati anaknya itu, agar tidak bermain-main dengan sesuatu yang akan berdampak pada kehidupan sosial..
SIANG basah oleh rinai gerimis yang turun sejak pagi. Desa Indrajaya diselimuti diam. Mban Pedangan termangu di balik juada: tahu konde, mendo’an, gethuk tela, keripik nyong, dan segala rupa makanan..
MALAM sudah hampir larut. Tapi Limbuk mengajak para remaja sebayanya berkumpul di depan Kedai Gambuh yang sudah tutup sejak usai Isya’.
Mereka tidak membicarakan isu-isu hangat yang sedang terjadi di..