Yanti Menyusul Chrisye Meninggalkan Cerita Cinta

| dilihat 329

Bang Sem

Satu satu pergi, berpulang, kembali ke Allah al Khaliq. Hari ini, Sabtu (8/02/20), Gusti Feroza Damayanti Noor binti Gusti Rizali Noor, yang populer dipanggil Yanti Noor.

Yanti adalah istri mendiang penyanyi legendaris Chrisye (Chrismansyah), yang wafat sebelumnya.

Sejak kepergian Chrisye, satu-satu kerabat dekat berpulang. Allahyarham Gusti Suryanata (Surya), dan allahyarham Rinny Noor. Di antara keduanya, wafat istri saya (Yudiastuti).

Yanti yang menghembuskan nafas terakhir, sekira selepas dzuhur di Rumah Sakit Cimacan - Cianjur, Jawa Barat, karena stroke itu mengalami serangan ketika sedang bersama koleganya.

Yanti sosok yang religius, teguh pendirian, dan sangat konsisten. Cintanya kepada Chrisye utuh sebagaimana cinta Chrisye kepadanya.

Sejak menikah dengan Chrisye, Yanti sepenuhnya berperan sebagai ibu rumah tangga dan istri yang setiap mendampingi suami.

Ketika anak-anaknya masih kecil, Yanti mengambil inisiatif, mengasuh langsung anak-anaknya, sambil menyalurkan talentanya menjahit.

Ketika Chrisye mulai sakit, setiapkali saya berkunjung ke kediamannya di Cipete, Yanti menunjukkan sikap sebagai inspirator yang meneguhkan hati Chrisye untuk terus optimistis.

Bersama kerabatnya, Yanti juga tak pernah alpa mengaji.

Tahun 1996, ketika saya beribadah haji kedua kalinya, saya jumpa dengan Yanti dan Chrisye di Masjidil Haram. Kami menghabiskan waktu untuk ibadah dan melakukan pendalaman keislaman.

Keduanya mendapat bekal kesadaran religius, antara lain dari Allahyarham Guru Ijay, Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Asal kampung halaman keluarga Noor dari garis Pangeran Noor, pahlawan Nasional yang pernah menjabat Menteri Kerja dalam pemerintahan Presiden Soekarno.

Saat album Chrisye, "Ketika Tangan dan Kaki Bicara," dalam proses rekaman di Australia, Yanti yang mendamping Chrisye.

Setelah rekaman rampung, Yanti dan Chrisye cerita, bagaimana proses rekaman itu berlangsung dan mengharu-biru. Termasuk bagaimana komunikasi Chrisye dengan Taufiq Ismail, penulis lirik lagu itu.

"Gak seperti biasanya, Chrisye mesti retake beberapa kali, karena setiap baru saja menyanyikan satu bait, rekaman terhenti, karena Chrisye tidak sanggup nahan nangis," cerita Yanti kepada saya dan allahyarham Surya.

Ketika usai premier film Chrisye di  Epicentrum XXI, saya ngobrol dengan Yanti dan allahyarham Rinny.

"Chrisye dan Surya sudah pulang duluan," tukasnya.

Di film biopik, itu sosok Yanti diperankan oleh aktris Velove Vexia. Kepada Velove, Yanti mentransfer banyak hal. Tak hanya karakternya, tetapi juga pengalamannya sebagai isteri seorang seniman. Termasuk hal-hal dalam hidup keseharian yang tak banyak orang tahu.

Yanti adalah sosok teguh dalam memperjuangkan apa yang semestinya dia perjuangkan. Dia tak hendak mengambil apapun dari siapapun sesuatu yang bukan haknya. Karenanya, dia gigih juga dalam menghormati hak orang lain, termasuk hak cipta atas foto Chrisye yang sedang diperjuangkannya menjadi perangko untuk Hari Musik 2020, 9 Maret 2020 mendatang.

Selain teguh pendirian, Yanti Noor atau Yanti Chrisye juga sosok yang ramah. Sebagai istri bintang legendaris, sosoknya tampak bersahaja. Terutama belakangan hari, ketika dia konsisten berhijab.

Banyak hal yang dilakukan Yanti, meski tak semuanya kesampaian. Salah satu di antaranya adalah mewujudkan Museum Chrisye, yang pernah dia kemukakan dalam suatu kesempatan berbincang dengannya.

Kepergian Yanti menyusul Chrisye kembali kepada al Khaliq, melengkapi cerita tentang cinta, kepergian yang juga akan menjadi cerita sendiri.

Paling tidak, seperti terdeskripsi dalam lirik lagu Chrisye, Cintaku. :

Kan kujalin lagu/ Bingkisan kalbuku / Bagi insan dunia / Yang mengagungkan cinta// Betapa nikmatnya / Dicumbu asmara / Bagai embun pagi / Yang menyentuh rerumputan //

Cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai /Cintaku gelora asmara seindah lembayung senja / Tiada ada yang kuasa melebihi / Indahnya nikmat bercinta // 'Kan kujalin lagu / Bingkisan kalbuku / Bagi insan dunia / Yang mengagungkan cinta// Betapa nikmatnya / Dicumbu asmara / Bagai embun pagi / Yang menyentuh rerumputan //

Cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai / Cintaku gelora asmara seindah lembayung senja / Tiada ada yang kuasa melebihi / Indahnya nikmat bercinta //

Cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai / Cintaku gelora…//

Yanti meninggalkan empat putera-puteri: Rayinda Prashatya Chrismansyah, Randa Pramasha, Rizkia Nusannisa, Risty Nurraisa. Selamat berpulang Yanti.. InsyaAllah husnul khatimah.. |

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
Budaya
28 Jan 20, 09:32 WIB | Dilihat : 232
Saatnya Geli dan Terbahak
28 Okt 19, 11:57 WIB | Dilihat : 558
Sumpah (Serapah) Pemuda
29 Agt 19, 14:19 WIB | Dilihat : 721
Mitra Binaan Pertamina Semarakkan Pameran Warisan
Selanjutnya