Teringat Maryam Ancol di Balik Pesona Mahsuri Langkawi

| dilihat 513

Bang Sem

Berkunjunglah ke Langkawi. Pulau tua tempat geopark tegak berdiri, Samudera Hindia yang membentang, makam tua, dan kisah Mahsuri yang sohor, yang kini berkembang pesat menjadi satu dari sepuluh destinasi wisata dunia yang diburu pelancong.

Selain geopark, yang dimiliki pulau itu adalah kisah lisan yang dituturkan dari mulut ke mulut dan kemudian direkacita menjadi kisah menarik yang memantik rasa ingin tahu. Cerita dramatik yang dikemas menarik dan disajikan di pentas gedung teater dengan perangkat pertunjukan yang kekinian.

Kisah Mahsuri yang melegenda itu, menyatu dengan Langkawi. Mulai ditengok pada dekade 50-60an dan kemudian dieksekusi pada dekade 1980an, ketika Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad memutuskan menjadi Langkawi sebagai sentra tujuan wisata Malaysia.

Kisah Mahsuri yang dramatik, melodius, dan berujung kematian tragis lantaran ghibah (hoax), itu dikemas begitu rupa menjadi salah satu 'produk' budaya bernilai ekonomi. Saya menyebut dengan istilah folklopreneur.

Kisahnya sendiri sederhana dan direkamasa terjadi pada pemerintahan Sultan Abdullah Mukarram Shah III (1778-1797) dan Sultan Ziyauddin Mukarram Shah II ibni al-Marhum Sultan Muhammad Jiwa Zainal Azilin Muadzam Shah (1797-1803) di Kedah.

Mahsuri, puteri dari pasangan Pandak Mayah asal Siam yang datang dari Selatan Thailand yang menikah dengan Endak Alang penduduk tempatan. Mahsuri lahir cukup lama, setelah pasangan itu menikah. Pandak Mayah, sang ayah, suatu hari saat rehat menggarap sawah, mendengar tangisan laiknya tangis bayi yang setelah dicarinya, berasal dari kerak nasi. Pandak, lalu mengolah kerak nasi itu dengan nasi yang baru ditanak dan diberikan kepada isterinya. Selang beberapa waktu, Endang Alang pun hamil.

Kala Mahsuri lahir, padi menguning kemilau laksana emas. Kehadirannya, mengubah nasib petani miskin itu dengan rezeki yang tak henti mengalir, persisnya sejak Pandak Mayah menemukan lubuk kemenyan dan juga sarang burung walet di kawasan geopark, yang dijualnya kepada pedagang-pedagang Cina dari Pulau Pinang. Kehidupan ekonominya membaik, sejak Pandak Mayah berubah profesi dari petani padi menjadi pemburu sarang burung walet. Kemakmurannya, membuat dia berjuluk Orang Kaya Pandak Mayah.

Mahsuri tumbuh kembang sebagai gadis yang 'cantik rupa elok budi,' lantaran dididik dengan adat resam Melayu yang lekat dengan ajaran agama. Pun diajarkan silat untuk membela diri, sampai dia menjadi gadis molek, Kembang Langkawi. Dia terkenal ke seluruh sudut Pulau Langkawi, tak hanya di Kampung Mawat dan Mukim Ulu Melaka tempat tinggalnya, malah seluruh Pulau Langkawi.

Popularitas itu menimbulkan iri, dengki, hasad, dan hasud pada beberapa gadis dan orang-tua lain, terutama, lantaran begitu banyak lelaki, memuja dan memuji sosok Mahsuri. Pun, menimbulkan kecemburuan para isteri petinggi. Khasnya, kala Datuk Pekerma Jaya Wan Yahya alias Wan Yahya, Penghulu Langkawi - wakil Sultan Kedah di Langkawi, terpesona dan kerap mendekati Mahsuri.

Wan Mahora, isteri Wan Yahya dihamuk cemburu dan kerap galau acap orang bercerita tentang Mahsuri. Amarah meluap dan menguasai Wan Mahora, begitu mendengar gosip suaminya hendak meminang Mahsuri menjadi isteri kedua.

Tak hanya Wan Yahya yang terpikat. Wan Darus, adik Wan Yahya pun terpikat dan berhasrat menikahi Mahsuri. Untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, Wan Yahya merestui adiknya untuk mendapatkan Mahsuri. Orangtua Mahsuri dan Mahsuri menerima pinangan Wan Darus, lalu menikahlah mereka dengan perhelatan yang meriah.

Wan Mahora menerima Mahsuri sebagai iparnya, meski masih menyimpan cemburu masih. Pernikahan itu, pun menebar kecewa banyak lelaki yang gagak menyunting Mahsuri. Gadis-gadis pun cemburu, lantaran Mahsuri yang berhasil mendapaykan Wan Darus, lelaki tampan dan gagah perkasa, sebagai pesilat ulung di yang sohor di Langkawi.

Situasi perlahan berubah, Kerajaan Siam berseteru dengan Kesultanan Kedah. Pasukan Siam - orang-orang Champa, hendak menguasai Kedah Utara, sehingga terjadilah pertempuran dahsyat. Kala itu, Mahsuri sedang hamil anak pertama. Wan Yahya memerintahkan Wan Darus memperkuat pasukan Kedah untuk mempertahankan Langkawi dalam pertempuran di Kedah Utara.

Meski berat hati, Mahsuri mengikhlaskan suaminya pergi bertempur.

Untuk menghilangkan rasa rindu kepada suaminya, Mahsuri pindah ke rumah orangtuanya, dan kemudian melahirkan bayi lelakinya, Wan Hakim.

Pada masa itulah tiba Deramang, pengembara dari Batubara - Sumatera Utara yang mendapat perhatian Pandak Mayah. Deramang, kemudian, bekerja dengan Pandak Mayah. Deramang juga seorang penyair. Syair-syairnya menggugah Pandak Mayah dan penduduk tempatan. Kehadiran Deramang, membuat keluarga Pandak Mayah kian sohor, karena setiap malam beroleh hiburan gratis dari Deramang.

Hal itu membuat kecemburuan Wan Mahora kembali meletup. Dendam masa lalunya kian membara. Khasnya, sejak Mahsuri kian populer, eksistensinya sebagai isteri petinggi terus meredup. Penduduk lebih memuliakan Mahsuri katimbang Wan Mahora. Situasi itu membuat Wan Mahora berniat menghabisi Mahsuri.

Diam-diam dia merancang aksi menebar gosip tentang Mahsuri. Dia beroleh peluang karena kerap melihat dan mendengar kabar karibnya Mahsuri dengan Deramang. Fitnah pun ditebar, melalui Wan Yahya - suaminya, yang masih menyimpan kecewa karena tak mampu memperisteri Mahsuri.

Mulanya Wan Yahya cuek, belakangan terbakar juga hatinya oleh hasutan Wan Mahora. Wan Yahya memata-matai rumah Mahsuri, dan kemudian bertindak ketika suatu malam, dia melihat Deramang di rumah Mahsuri lantaran diminta menjaga anak Mahsuri, Wan Hakim, karena Mahsuri berada di bendang (telaga).

Ketika itulah, Wan Yahya memerintahkan orang-orangnya, dipimpin Panglima Hitam, menggerudug Deramang. Lantas menangkap Mahsuri yang masih di bendang.

Keduanya diseret ke Balai Adat di Padang Mat Sirat untuk diadili tanpa diberi peluang membela diri. Mahsuri dan Deramang dijatuhkan hukuman bunuh! Wan Mahora tertawa puas. Pandak Mayah dan Endak Alang terhenyak kala dikabarkan orang,  lantas bergegas ke Padang Mat Sirat demi membela Mahsuri. Pandak Mayah menawarkan segala emas, kerbau dan segala harta kekayaannya demi nyawa puteri tunggalnya, namun ditolak mentah-mentah oleh Wan Yahya.

 Deramang melawan, tapi dibunuh oleh kaki tangan Wan Yahya. Mahsuri diikat di sebatang pohon. Pandak Mayah masih mengajukan permohonan untuk pengadilan yang adil. Tapi tetap ditolak. Mahsuri disiksa, dan jelang ditikam dengan belati, Mahsuri bersumpah :

" Ya Allah, Ya Tuhan Yang Maha Melihat Segalanya, aku redha akan matiku jika benar aku bersalah, tapi jika benar aku dianiaya... sesungguhnya aku haramkan darahku mengalir ke bumi ini, dan aku sumpah, bumi Langkawi tidak akan aman, berpuakalah menjadi padang jarak, padang tekukur selama tujuh keturunan!"

Eksekusi dilakukan. Darah putih mengalir dari tubuh molek Mahsuri, membuktikan dirinya tak bersalah. Mahsuri terkulai dan menghembuskan nafas yang terakhir. Seketika kilat sambar menyambar disusul topan yang tiba-tiba melantakkan Padang Mat Sirat.

Wan Darus pulang dan kecewa dengan peristiwa itu, dia membawa puteranya, Wan Hakim pergi meninggalkan Langkawi. Sepekan kemudian, pasukan Siam berhasil menguasai Kedah, termasuk Pulau Langkawi. Wah Yahya disiksa dan dibunuh dan mayatnya dibuang ke Sungai Langkanah, isterinya Wan Mahora dirogol (diperkosa) dan dijadikan budak nafsu sampai akhirnya dicampakkan. Fitnah Wan Mahora berbalas. Hasad, hasut, iri, dengki, menjadi bencana, dan Langkawi menjadi pulau kelam, sampai tiba Aishah, yang diyakini keturunan ke tujuh Wan Darus dan Mahsuri, yang mengakhiri sumpah Mahsuri, sehingga Langkawi sohor seperti saaat ini.

Kisah Mahsuri sekarang bisa didapat di mana saja di langkawi, baik dalam format naratif pola tutur singkat dari pengemudi taksi, anak sekolah, kedai, rumah kedai, guru, ustad, yang memainkan peran menguatkan people relations. Kisah dramatik itu juga bisa dinikmati lewat pergelaran teater di Langkawi, bahkan di Kuala Lumpur dan medium lainnya, termasuk komik dan animasi.

Legenda itu tak berhenti menjadi legenda akhirnya. Proses imagineering (imagine engineering) atau rekacita dilakukan, berbagai ahli dikerahkan untuk membuat masterplan pembangunan Langkawi. Termasuk kalangan sastrawan, sejarawan, antropolog, senirupawan, dramawan, ahli-ahli komunikasi, bersinergi dengan planolog, insinyur, arsitek, geolog, pakar ekonomi-bisnis, marketer, sampai ahli transportasi. Infrastruktur dibangun, mulai dari infrastruktur budaya, ekonomi, dan transportasi, tentu infrastruktur transportasi (bandara), hotel, dan lainnya.

Berbasis masterplan dan kebijakan pemerintah Malaysia yang membentuk lembaga khas untuk mengembangkan Langkawi sebagai daerah tujuan wisata bekerjasama dengan pemerintah tempatan.

Masterplan itu menarik minat dan mendatangkan berbagai investor dari dalam dan luar negeri, dan mengubah Langkawi seperti sekarang ini. Mahsuri menjadi ikon Langkawi, kota Sayur Tumpah pun berjuluk Kota Mahsuri.

Akankah kisah Maryam, Si Manis dari Ancol bisa dikemas laiknya kisah Mahsuri? Sangat bisa.

Kisah tragis Maryam (ada juga yang menyebut Ariah) yang konon bermula sejak 1817, tak kalah dramatik dan tak kalah menarik. Penolakan Maryam, gadis molek asal Kampung Sawah, atas gairah tauke Cina kaya yang hendak menjadikannya selir, berbuah derita. Sang tauke mengerahkan para centengnya, lalu membunuh Maryam dan membuang mayatnya di bendungan Dempet, Danau Sunter, tak jauh dari jembatan Ancol.

Kisah Maryam atau Ariah Ancol bisa dibangun ulang, lebih menarik dari film dan sinetronnya. Terutama ihwal sosok tauke Cina - Oey Tambahsia yang pernah berjuluk Playboy van Batavia, yang pongah dan sombong. Apalagi, kisah itu boleh dikata kaya dengan fantasi sebagai legenda urban yang bisa direkonstruksi plot dan format yang menggambarkan pesona 'lahir batin' Maryam atau Ariah.

Terbayanglah, Maryam atau Ariah seorang gadis molek berkerudung dengan akhlak perempuan Betawi yang salehah yang berinteraksi dengan berbagai kalangan - sebagai pelayan atau pedagang kedai makan -- yang memikat banyak lelaki, termasuk para saudagar dan tauke-tauke kaya. Termasuk Oey Tambahsia yang ditolaknya.

Tentu kemasan dramaturginya tak sekonyong-konyong dia dibunuh dan kemudian arwahnya gentayangan, karena beragam nilai sosiobudaya yang terjadi di masa peristiwa dalam cerita itu terbetik, itu sangat kaya. Tak terkecuali pola persaingan antara orang-orang Belanda, orang-orang Cina, dan para jawara di Ancol, masa itu dapat menghadirkan format pengadeganan yang memadukan seluruh anasir teater, baik modern maupun tradisi -- seperti Lenong.

Taman Impian Jaya Ancol sudah pula mempunyai prasarana yang memadai untuk menggelar kisah itu dalam bentuk teater. Paling tidak ada teater terbuka Pasar Seni, dan panggung Dunia Fantasi. Kemasannya bisa beragam, termasuk dalam bentuk operette atau opera dengan sentuhan seni pertunjukan Betawi. Merangkum segala cabang seni, terutama : seni teater, musik, tari, dan seni rupa, bahkan seni visual dengan reka rupa yang bisa diolah dengan komputer.

Bila Mahsuri bisa menjadi ikon Langkawi, sangat mungkin Maryam Si Manis Ancol bisa diolah menjadi salah satu produk kreatif  sentra tujuan wisata Ancol. Antara lain dengan membebaskan rekacita Si Manis dari mistisisme. Boleh jadi obrolan ringan dengan Geisz Chalifah ihwal ini bisa menjadi pemicu kreativitas untuk menghadirkan sisi rekacita atas kisah Si Manis Ancol.

Tokoh-tokoh kreatif dan visioner yang berada di Dewan Komisaris PT Jaya Ancol : Rene Suhardono Canoneo, Geisz Chalifah, dan Trisna Muliadi bisa mengintroduksi hal ini, dan sangat mungkin menjelma lebih keren di tangan para kreator Taman Impian Jaya Ancol di bawah Direksi PT Jaya Ancol yang juga visioner, seperti C. Paul Tehusijarana, Teuku Sahir Syahali, Harianto Badjoeri, Daniel Nainggolan, Agus Sudarno, dan Bertho Darmo Poedjo Asmanto. Khasnya dalam mewujudkan folklopreneur.

Ancol bisa mengembangkan corporate cultural responsibility (CCR) dan mengolah gagasan kreatif semacam ini dengan para insan kreatif, termasuk yang berada dalam binaan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), organisasi pertama kaum Betawi yang sangat concern dengan kebudayaan Betawi. |

Editor : sem haesy
 
Lingkungan
Seni & Hiburan
19 Jun 19, 12:59 WIB | Dilihat : 233
Kejujuran
12 Jun 19, 23:33 WIB | Dilihat : 231
Hafez dalam Abadi Cinta
10 Jun 19, 10:45 WIB | Dilihat : 259
Perempuan di Makam Ibu
29 Mei 19, 10:25 WIB | Dilihat : 483
Rumah yang Rapuh
Selanjutnya