Sting Menebar Pesan Damai di Bataclan

| dilihat 465

AKARPADINEWS.COM | 13 NOVEMBER 2015 dikenang masyarakat Perancis, khususnya yang menetap di Kota Paris, sebagai masa kelabu. Pasalnya, kala itu, terjadi serangkaian aksi terorisme yang dilakukan kelompok radikal yang mengatasnamakan militan Islamic State (IS).

Rangkaian serangan mematikan itu terjadi di stadion sepakbola Stade de France hingga Boulevard Voltaire. 130 orang dinyatakan tewas akibat serangan brutal itu. Ketika serangan terjadi, gedung kesenian Bataclan, khususnya di aula utama, tengah dipergunakan sebagai tempat konser grup musik Eagles of Death Metal. 1.500 penonton menyaksikan konser grup musik asal California, Amerika Serikat (AS) itu.

Ketika konser tengah berjalan, empat orang teroris dengan jaket bom menyusup ke tengah-tengah kerumunan. Lalu, menebar timah panas yang meluncur dari moncong senjatanya bertipe Kalashnikov. Suasana gembira malam itu berubah menjadi tragedi.

Setahun berselang, tepatnya 13 November 2016 lalu, Bataclan yang sempat ditutup, kembali dibuka. Pembukaan itu dibuka dengan konser tunggal Sting. Sebelum memulai konsernya, penyanyi asal Inggris itu mengajak para penggemarnya untuk mengheningkan cipta beberapa menit untuk mengenang dan menghormati para korban serangan berdarah.

“Kita mempunyai dua hal penting yang harus dilakukan malam ini. Pertama, mengenang dan melakukan penghormatan kepada para korban jiwa (atas aksi terorisme setahun sebelumnya). Dan, kedua ialah merayakan kehidupan dan sejarah tempat ini,” ungkapnya.

Bataclan dikenal sebagai tempat para musisi rock unjuk kebolehan. Gedung yang dibangun pada 1864 itu awalnya dipergunakan untuk pementasan teater dan opera. Namun, di sekitar tahun 1970-an, gedung yang awalnya bernama Grand Café Chinois itu sering digunakan sebagai tempat konser musik rock.

Di ajang konser itu, Sting menyanyikan beberapa lagu dari album terbarunya bertajuk 57th & 9th (2016). Salah satu lagu yang cukup menarik perhatian ialah berjudul Inshaallah. Alasan utama Sting menyanyikan lagu itu ialah sebagai pesan perdamaian kepada dunia, khususnya masyarakat Perancis.

Saat mantan personel grup musik The Police itu menyanyikan lagu Inshaallah, penonton menyambutnya dengan hangat. Menariknya, lagu Inshaallah itu ditulis sendiri oleh Sting. Padahal, kata tersebut sangat erat hubungannya dengan Islam dan Sting bukan seorang muslim.

Penyanyi berusia 65 tahun itu memilih kata judul Inshaallah karena mengandung arti, “Atas kehendak Allah”. Dia menilai, arti kata itu sangat indah, meneduhkan, dan bermakna harapan.

Lagu tersebut sengaja ditulisnya untuk menebar pesan perdamaian kepada umat manusia. Seluruh penggemarnya pun terlihat merasakan pesan damai yang disampaikan Sting melalui lagu tersebut. Mereka menikmati lantunan lagu tersebut.

Aksi Sting menyanyikan lagu Inshaallah itu sontak mengundang protes dari beberapa kalangan anti Islam di Eropa. Salah satunya dilancarkan Tommy Robinson, aktivis dan politisi Inggris anti Islam. Pria bernama asli Stephen Christopher Yaxley-Lennon, melalui akun Twitter-nya mengatakan, Sting menyanyikan lagu itu sama saja dengan merayakan pembantaian yang dilakukan IS tahun lalu di Bataclan.

“Sting menyanyikan Allah (yang menurutnya) kata yang indah. (Itu sama saja mengajak) orang-orang bertepuk tangan atas peristiwa setahun sebelumnya (di mana) teroris berteriak Allah Akbar ketika membunuh orang (yang datang) pada konser musik di tempat itu,” cuitnya.

Ketidaksukaan Robinson kepada Islam memang sudah menjadi rahasia umum. Sebab, dia merupakan salah satu aktivis yang sering menyerukan pesan-pesan anti Islam di Eropa. Dia kerap pula melancarkan kecaman terhadap Islam. Robinson juga pernah menuding penjara Woodhill yang berada di Milton Keynes, Inggris sebagai tempat yang memproduksi para teroris.

Serangan yang dilakukan oleh Robinson kepada Sting dijawab dengan indah. Sebab, pada konsernya itu, Sting ikut berkolaborasi dengan beberapa seniman muslim, yakni Ibrahim Maalouf dan Cheb Mami.

Sting berkolaborasi dengan Maalouf saat menyanyikan lagu An Englishman in New York dan Fragile. Di kedua lagu tersebut, Maalouf memainkan trompet dengan sangat indah. Lalu, kolaborasi dengan Mami dilakukan pada saat menyanyikan lagu Desert Rose, hit single Sting di tahun 1999. Di lagu itu, Mami menyanyikan lirik lagu berbahasa Arab. Penampilan kedua musisi muslim itu membuat konser Sting menjadi sangat meriah.

Keputusan Sting mengadakan konser di Bataclan dan menyanyikan lagu Inshaallah serta berkolaborasi dengan seniman muslim, patut diapresiasi. Sebab, dia memberikan pesan mendalam bahwa Islam bukan agama yang mengajarkan kekerasan dan aksi terorisme.

Islam dan muslim kerap dikaitkan dengan aksi terorisme sejak terjadinya peristiwa runtuhnya menara kembar, World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 lalu. Aksi yang didalangi kelompok teroris Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden itu membuat citra Islam tercoreng. Peristiwa itu yang kemudian memunculkan gerakan Islamophobia.

Kebencian beberapa kelompok masyarakat dunia terhadap Islam kembali diperparah setelah kelahiran IS, yang awalnya bernama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Organisasi teroris yang dipimpin oleh Abu Bakar Al Baghdadi itu kerap terlibat aksi terorisme mengatasnamakan Islam di berbagai negara, termasuk Perancis.

Atas kelakuan Al Qaeda dan IS itu, keberadaan umat muslim di beberapa negara Eropa dan AS kerap dicap sebagai bagian dari teroris. Mereka juga mendapat perlakuan kasar, bahkan sering mendapat ancaman serius di lingkungannya.

Oleh sebab itu, apa yang dilakukan Sting menjadi suara pembelaan terhadap umat muslim dunia. Selain itu, konser penyanyi bernama lengkap Gordon Matthew Thomas Sumner di Bataclan itu menebar harapan kepada para korban selamat, keluarga, dan kerabat korban dalam serangan 13 November 2015 itu, agar tidak membenci umat Islam.

Sting pun mengundang keluarga dan kerabat korban meninggal dunia untuk hadir di konsernya. Dan, mereka mengapresiasi usaha Sting dan mengutarakan jika konser tersebut telah menghilangkan ketakutan dan trauma.

Konser yang diadakan Sting di Bataclan juga merupakan ikhtiar penggalangan dana untuk menolong para pengungsi Suriah dan daerah konflik lainnya di dunia. Hasil sumbangan itu dihibahkannya kepada para pengungsi dan juga korban yang selamat, keluarga serta kerabat korban serangan 13 November 2015.

Sting membuktikan dirinya bukan sekadar seniman yang sekadar mengejar keuntungan materi semata. Namun, dia menjadi pejuang kemanusiaan. Meski terlahir dari keluarga Katolik, Sting tak pernah membeda-bedakan seseorang, baik dari agama, status sosial, dan latar belakang lainnya. Tak salah bila Sting kerap terpilih menjadi duta kemanusiaan di berbagai organisasi kemanusiaan dunia.

Apa yang dilakukan Sting membantu umat muslim dunia untuk menepis anggapan yang menilai Islam adalah agama teroris. Lewat lagu Inshaallah, Sting mencoba mengajak publik dunia untuk memahami Islam sebagai agama penebar pesan-pesan damai. | Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : CNN/BBC/Tribune/USA Today/The Hellowverse/Bloomberg/The Canary/Look to The Stars
 
Polhukam
23 Nov 17, 14:25 WIB | Dilihat : 220
Deddy Mizwar dan Syaikhu Terima Dukungan Tanpa Syarat
23 Nov 17, 07:04 WIB | Dilihat : 140
Mengadili Dosa Setya Novanto
20 Nov 17, 07:29 WIB | Dilihat : 484
Golkar Ingin Menceraikan Papa Setnov
Selanjutnya
Sainstek
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 154
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 274
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 404
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
11 Nov 16, 14:21 WIB | Dilihat : 879
Motochimp, Si Mungil yang Unik
Selanjutnya