Dedikasi Jackie Chan Berbuah Oscar

| dilihat 879

AKARPADINEWS.COM | TAHUN 2016 menjadi sangat spesial bagi Jackie Chan. Sebab, aktor asal Hong Kong yang namanya mendunia itu menerima penghargaan Oscar dalam Oscar Governor Award.

Lelaki kelahiran Victoria Peak, 17 April 1954 yang akrab disapa Jackie itu, diganjar penghargaan kehormatan itu karena telah mendedikasikan hidupnya untuk berkarya di bidang perfilman dunia.

Oscar Governor Award merupakan salah satu rangkaian penghargaan Oscar tiap tahunnya. Malam penghargaan yang pertama kali digagas 2009 itu menjadi ajang pemberian Oscar kepada insan kreatif industri perfilman dunia, di luar dari nominasi penghargaan Oscar.

Dalam acara itu, ada tiga penghargaan  yang diberikan yakni Irving G. Thalberg Memorial Award, Jean Hersholt Humanitarian Award, dan Honorary Award. Penghargaan Irving G. Thalberg diberikan kepada produser film yang konsisten memproduksi film-film berkelas. Lalu, penghargaan kemanusiaan Jean Hersholt diberikan pada insan kreatif perfilman yang mendedikasikan karyanya untuk mendokumentasikan peristiwa dengan pesan-pesan kemanusiaan.

Oscar Governor Award yang diterima Jackie merupakan buah kerja kerasnya di dunia perfilman. Dia telah berkarir di industri perfilman selama 50 tahun. Sepanjang karirnya, Jackie telah terlibat kurang lebih 200 film. Kebanyakan dari film yang dibintanginya ialah film aksi yang bercampur komedi.

Jackie mulai menggeluti dunia keaktoran dan bela diri sejak masa kanak-kanak ketika memasuki Akademik Drama Tiongkok. Pada usia delapan tahun, Jackie berhasil masuk ke deret pemeran film Hong Kong klasik berjudul Dàxiǎo huáng tiān bà atau Big and Little Wong Tin Bar tahun 1962.

Setelah lulus dari akademi drama tersebut, dia masuk ke industri perfilman Hong Kong sebagai pemeran pengganti untuk aksi-aksi berbahaya. Berbekal keahlian bela diri yang dipelajari semasa sekolah di Akademi Drama Tiongkok, Jackie cukup menarik perhatian. Kala menjadi pemeran pengganti, Jackie menggunakan nama panggung, Cheng Long.

Keberaniannya melakukan aksi berbahaya kemudian menjadikan Jackie sebagai salah satu pemeran pengganti dan peran kecil dalam dua film Bruce Lee berjudul, Fist of Fury (1972) dan Enter The Dragon (1973). Di tahun 1978, Jackie baru membintangi filmnya sendiri berjudul Shé Xíng Diāo Shǒu atau Snake in the Eagle's Shadow.

Kala itu, film yang dilakoninya itu belum mengangkat namanya di kancah perfilman Hong Kong. Namanya mulai melambung usai memerangkan film berjudul Drunken Master (1978). Aksinya dalam film tersebut menuai pujian. Di film itu, Jackie berhasil membangun citra film aksi komedi dengan sangat baik. Film tersebut juga yang memperkenalkan kungfu dewa mabuk ke khalayak dunia.

Usai melakoni peran di film keduanya itu, Jackie sering membintangi berbagai film aksi komedi. Sebagian besar, Jackie memerankan tokoh polisi. Aksi-aksi berbahayanya begitu memukau. Sampai-sampai, Jackie mengalami cedera serius.

Salah satu film yang cukup menyita perhatian ialah Armour of God II: Operation Condor (1991). Di film itu, Jackie melakukan aksi di atas sepeda motor trailnya. Dalam aksi berbahayanya, ayah dari Jaycee Chan itu memacu sepeda motornya melalui berbagai jalan sempit, menaiki mobil-mobil yang menghadang, hingga melompat dari tempat tinggi.

Aksi lainnya yang jauh berbahaya juga diperlihatkan dalam film Who Am I? (1998). Di salah satu adegan, aktor yang kini berusia 62 tahun itu menuruni kaca gedung 21 lantai. Jackie merosot turun dari kaca gedung dengan kemiringan 45 derajat. Untuk melakukan aksi tersebut, Jackie membutuhkan waktu dua minggu untuk meyakinkan diri.

Adegan berbahaya itu tetap dilakukannya sendiri. Bila dibandingkan dengan aktor-aktor Hollywood, adegan itu tentunya akan digantikan pemeran pengganti ataupun diambil melalui teknik komputerisasi. Keberanian Jackie melakukan aksi berbahaya sendiri itu yang mengukuhkannya sebagai aktor yang disegani di perfilman dunia. Di Amerika Serikat (AS), film yang diperankan Jackie berhasil mendapatkan respons pasar yang luar biasa. Salah satu film Jackie di Hollywood yang cukup menendang pasar ialah Rush Hour (1998). Film tersebut meraup keuntungan hingga US$141 juta.

Film yang dibintanginya bersama aktor komedi Chris Tucker itu mampu menerjemahkan komedi khas Jackie kepada publik AS. Bahkan, Jackie juga berhasil beradaptasi, dengan melakoni komedi khas AS di filmnya tersebut.

Tak hanya bermain di film aksi komedi, Jackie juga merambah film animasi. Salah satunya Kung Fu Panda (2008). Di film tersebut, Jackie mengisi suara tokoh Master Monkey. Bersama aktor dan aktris Hollywood lainnya, seperti Angelina Jolly, Jack Black dan Dustin Hoffman, Jackie membawa film animasi garapan Dreamworks Animation itu sukses.

Kung Fu Panda dapat meraup keuntungan hingga US$215 juta. Dari keberhasilan tersebut, Kung Fu Panda memiliki dua sekuel dan memiliki beberapa bentuk seri animasi sendiri. Sampai-sampai, animasi tersebut menjadi salah satu franchise yang cukup menggoyah dominasi animasi Disney dan Pixar.

Dengan kerja keras dan kesuksesannya itu, Jackie pantas menerima Oscar. Pada malam gala Oscar Governor Awards itu, Jackie terkesima dan tak percaya telah memenangi salah satu penghargaan bergengsi insan perfilman dunia.

“Dulu, saya hanya bisa memandangi dan membayangkan memenangi piala Oscar kala berkunjung ke rumah Sylvester Stallone. Namun, (kini) setelah 56 tahun berkecimpung di dunia industri perfilman, membuat lebih dari 200 film, dan mematahkan banyak tulang, akhirnya saya memenangkannya,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Jackie berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya dalam berkarya, termasuk pada para penggemarnya.

Keberhasilan Jackie meraih Oscar menunjukkan, butuh konsistensi dalam berkarya. Meski telah memenangi banyak penghargaan, di antaranya American Choreography Innovator Awards, Special Award for Global Impact, Hollywood Film Festival, dan banyak penghargaan lainnya, Jackie terus mengembangkan dan mengaktualisasikan ide kreatifnya. Totalitasnya dalam berkarya telah mengantarkan Jackie ke posisi terhormat di panggung perfilman dunia. | Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : The Guardian/The Official Jackie Chan Website/Newser/Box Office Mojo/Biography
 
Budaya
17 Nov 17, 06:56 WIB | Dilihat : 484
Masjid Raya Al Mashun Sisa Digjaya Kesultanan Deli
21 Okt 17, 09:27 WIB | Dilihat : 1084
Ruh Budaya Betawi dalam Lukisan Sarnadi Adam
06 Okt 17, 17:21 WIB | Dilihat : 1471
Choreopainting Revki dan Daya Magis Biola
13 Jan 17, 23:30 WIB | Dilihat : 207
Diplomasi Lewat Seni Budaya
Selanjutnya
Lingkungan
05 Jan 17, 21:34 WIB | Dilihat : 523
Hidup Sejahtera di Permukiman Terapung Kampong Ayer
02 Jan 17, 15:50 WIB | Dilihat : 306
Merawat Cinta di Bali
28 Des 16, 14:15 WIB | Dilihat : 364
Surga di Jayapura
23 Des 16, 18:26 WIB | Dilihat : 546
Cisomang Bergeser, Cipularang Terganggu
Selanjutnya