Opini

Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial

| dilihat 291

Kabar terkait artis kenamaan pastinya menjadi buah bibir. Mulai dari kabar prestasi, sensasi, hingga kondisi pribadi. Setiap orang pasti mencoba mencari update para artis. Dengan kondisi itu maka informasi terkait artis pastinya bakal menarik perhatian publik.

Logika sederhana itu kiranya digunakan oleh para pembuat hoaks. Di media sosial, kerap ditemukan konten-konten hoaks terkait artis yang pastinya akan menarik perhatian bagi publik. Salah satu hoaks yang kerap muncul ialah mengenai kabar meninggal seorang artis.

Hoaks artis meninggal kerap kali muncul dengan mencatut sejumlah nama. Mulai dari pelawak Sule, vokalis Ariel Noah, penyanyi Yuni Shara, hingga pelawak sekaligus politisi Eko Patrio. Bahkan, ada hoaks artis meninggal yang berulang muncul di media sosial, seperti hoaks meninggalnya Sule.

Mengacu kepada turnbackhoax.id, hoaks Sule meninggal sudah diperiksa faktanya di bulan Agustus 2021 dengan artikel berjudul [SALAH] Sule Meninggal Dunia. Hoaks tersebut muncul kembali di bulan Oktober 2021 dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul [SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Akang Sulle.”

Menariknya, kedua hoaks tersebut menyadur dan memodifikasi artikel berita dengan judul “Innalilahi.. Yuni Sarah Tewas Terseret Truk Tangki Minyak” yang tayang di sindonews.com pada 12 Oktober 2016. Artikel itu memberitakan mengenai kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Yuni Sarah (20) warga Kompleks Bumi Sako Damai, RT 99/03, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut juga kerap digunakan dalam hoaks artis meninggal lainnya, seperti hoaks meninggalnya Yuni Shara. Penggunaan artikel tersebut sebagai dasar hoaks meninggalnya Yuni Shara kerap menipu dan dipercaya warganet lantaran kemiripan namanya dengan korban kecelakaan.

Adapun, modifikasi yang dilakukan dalam hoaks meninggal Yuni Shara mengangkat peristiwa yang sama dari artikel yang berbeda. Artikel yang digunakan ialah artikel berjudul “Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un, Yuni Sarah Meninggal Akibat Kecelakaan” yang tayang di tribunnews.com pada 12 Oktober 2016.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas digunakan sebagai bahan hoaks artis meninggal juga terjadi pada artikel berjudul “Kecelakaan di Glagah Banyuwangi, 1 Pemuda Meninggal Setelah Tabrak Mobil Pickup” yang tayang di kabarbesuki.pikiran-rakyat.com pada 13 November 2020. Artikel tersebut dimodifikasi dan digunakan dalam hoaks meninggalnya pelawak Narji dan Eko Patrio. Kedua hoaks tersebut memodifikasi artikel dan memasukkan nama kedua selebriti tersebut.

Beberapa hoaks artis meninggal tersebut juga menggunakan platform blog gratis dalam mengemas hoaksnya. Platform yang lumrah digunakan ialah blogspot.com. Bermodal platform blog gratisan tersebut, bentuk websitenya akan dimodifikasi seolah-olah menyerupai portal berita.

Model mengubah artikel berita kecelakaan lalu lintas menjadi hoaks meninggalnya artis tanah air kiranya menjadi salah satu teknik yang digunakan oleh pembuat hoaks. Teknik lainnya yang digunakan ialah memanfaatkan peristiwa terbaru yang menimpa artis tersebut. Hal itu menimpa pada artis Tukul dan Dorce Gamalama.

Kedua artis itu diketahui memang sempat mendapat perawatan intensif terkait penyakit yang dideritanya. Kondisi tersebut dimanfaatkan pembuat hoaks untuk menyebarkan kabar palsu meninggalnya kedua artis tersebut. Pola teknik semacam ini digunakan dengan format video yang isinya sebenarnya hanya pembacaan berita dari kondisi Tukul dan Dorce ketika dirawat di rumah sakit.

Konten-konten hoaks artis meninggal tersebut kiranya juga memanfaatkan teknik judul yang boombastis dan click bait. Dengan menggunakan judul tersebut, kiranya warganet akan tergoda untuk membuka konten yang sebenarnya hoaks.

Kenali Ciri-Ciri Hoaks Artis Meninggal

Dari sejumlah hoaks artis meninggal yang telah dipaparkan, setidaknya ada beberapa ciri-ciri yang bisa diperhatikan agar tidak tertipu. Pertama, ketika ada konten terkait hoaks artis meninggal, curigai judulnya.

Lumrahnya, hoaks artis meninggal akan menggunakan judul yang boombastis. Oleh sebab itu, ketika ada postingan kabar artis meninggal dengan judul yang boombastis, sudah dapat dicurigai konten tersebut sebagai hoaks.

Ciri kedua yang bisa dilihat ialah bentuk platform yang digunakan. Bila bentuknya artikel, perhatikan platform websitenya. Bila menggunakan platform blog gratisan, baiknya dicurigai isinya. Selain itu, bila domainnya menggunakan domain yang tak lumrah sebagai domain situs berita, seperti [dot]xyz, baiknya perlu diwaspadai.

Ciri ketiga yang perlu diwaspadai terkait konten hoaks artis meninggal ialah kontennya. Untuk konten video, biasanya akan menggunakan model kolase gambar dan voice over pembacaan berita yang bila diperhatikan secara seksama tidak ada kaitannya dengan klaim pada judulnya. Bila bentuknya artikel di website, baiknya dicek kembali asal beritanya. Adakah sumber yang bisa dicari menggunakan mesin pencarian Google.

Kiranya itulah ketiga ciri utama yang bisa diperhatikan ketika mendapat sebaran kabar artis meninggal. Bila memang secara judul, isi, dan klaimnya tidak sesuai, sudah dapat dipastikan bahwa konten tersebut ialah hoaks.

Dengan sikap kritis dan kehati-hatian dalam melihat konten yang diterima maka kita bisa terhindar dari hoaks artis meninggal ataupun hoaks jenis lainnya. Tetap kritis dan waspada terhadap beragam konten di media sosial dan internet.

Muhammad Khairil Haesy

Pemeriksa Fakta Senior MAFINDO

 

Editor : Muhamad Khairil
 
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 401
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1287
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1496
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 292
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1972
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya