Sofhian Mile : Selamatkan Bangsa, Utamakan Rakyat

| dilihat 1570

Majelis Pakubumi - suatu perkumpulan yang bergerak dalam diskusi kebijakan publik dan persatuan bangsa menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk memusatkan perhatian pada upaya menyelamatkan bangsa dan mengutamakan dari keterpurukan.

Seruan itu, terutama ditujukan kepada para petinggi dan tokoh politik, termasuk mereka yang terpilih dalam seluruh proses reguler Pemilihan Umum Serentak 2019, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif.

Pemimpin Majelis Pakubumi, Sofhian Mile mengungkapkan di Jakarta (Jum'at, 28/6/19), upaya penyelamatan bangsa dan pengutamaan rakyat bertumpu pada penciptaan kondisi kebangsaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan yang berorientasi pada pencapaian kinerja pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial.

Sofhian yang pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar dan selama tiga periode dan kemudian menjabat Bupati Banggai, itu mengungkapkan, lima tahun ke depan seluruh penyelenggara negara dan pemerintahan, mulai dari Presiden/Wakil Presiden sampai Kepala Desa mesti memberi prioritas pada penguatan akses rakyat kepada modal, pasar, dan informasi produktif.

Prioritas itu dalam skala makro dan mikro, mesti mengabaikan kepentingan sesaat seluruh kelompok dan golongan masyarakat, serta kepentingan siapapun juga, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Dalam konteks itu, mesti digerakkan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis pendapatan per kapita rakyat dengan proyeksi pertumbuhan yang rasional dan realistis.

Pertumbuhan ekonomi dimaksud, ungkap Sofhian, mesti menjadi cara utama membalik kemiskinan, dengan mewujudkan kondisi masyarakat yang sehat (rohani dan jasmani), cerdas (dan berbudaya), serta mampu secara ekonomi.

Dikatakannya, Majelis Pakubumi melalui rangkaian diskusi panjang yang dilakukannya lebih dari setahun, melihat korelasi pencapaian pertumbuhan ekonomi dan integralitas bangsa secara keseluruhan, sesuai dengan cita-cita perjuangan perintis dan pelopor kebangsaan Indonesia lebih tujuh dasawarsa lalu.

"Siapapun kita, harus mencegah disintegrasi bangsa, guna menjamin keberlanjutan perwujudan cita-cita perjuangan para pahlawan dan pejuang pendiri bangsa, mewujudkan Republik Indonesia yang berdaulat, mandiri dan terhormat," ungkap Sofhian.

Kata kuncinya, menurut Sofhian adalah pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Pancasila secara tepat dan benar. "Supaya seluruh penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan rakyat bermuara pada kesejahteraan berkeadilan sosial," tambahnya.

Dalam konteks itu, Sofhian mengingatkan, agar semua kalangan, khasnya para petinggi partai politik dan politisi praktis memahami dan mempraktikan demokrasi sebagai cara mewujudkan harmoni kebangsaan dan bukan hanya untiuk kepentingan perebutan kekuasaan.

"Jadikanlah kekuasaan sebagai instrumen untuk melayani rakyat. Percayalah, siapa paling baik melayani rakyat, akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah perkembangan Indonesia, kini dan mendatang," tegas Sofhian.

Terkait dengan itu, Sofhian mengingatkan seluruh aparatur negara, terutama TNI dan Polri untuk menempatkan rakyat sebagai subyek negara bangsa, bukan sebagai obyek.

"Rakyat itu ibu kita, karena kita terlahir, tumbuh dan berkembang, serta memainkan peran-peran strategis untuk mengabdi kepada mereka, sebagai wujud kongkret pengabdian kepada Tuhan Yang Mahaesa," tegas pria bermisai itu.

Setarikan nafas, Sofhian menyerukan seluruh insan pers dan media untuk mengembalikan dan lebih menguatkan fungsi media sebagai sarana mediasi kepentingan rakyat dan negara, kepentingan publik dan republik sekaligus.

"Karena itu, prinsip pers bebas bertanggungjawab dengan fungsi informatif, edukatif, dan re kreatif mesti dilaksanakan berdasarkan code of conduct yang tepat. Konsistenlah sebagai institusi sosial yang memainkan peran mediasi rakyat dan negara, sekaligus sebagai wakil rakyat dalam melakukan kontrol sosial," ungkapnya.

"Percayalah," kata Sofhian, pers yang konsisten menjaga marwahnya akan hidup panjang. "Jadikan media massa sebagai sarana yang tepat bagi pendidikan kebangsaan rakyat. Sampaikan informasi yang benar. Mari bersama kita sampaikan informasi yang benar, sehingga rakyat tidak teracuni oleh gosip, hoax dan fitnah," tegasnya lagi.

Sofhian juga mengimbau kepada Joko Widodo, Ma'ruf Amien, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan seluruh tokoh yang mengelilinginya untuk menghidupkan prinsip utama demokrasi kita, musyawarah dan mufakat. Basisnya adalah kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Sofhian mengingatkan, kekuasaan hanyalah amanah, bukan segala-galanya. Tak satupun kekuatan politik pun yang bisa meruntuhkan kekuasaan yang dikelola secara amanah. "Kekuasaan hanya akan runtuh, bila pengemban amanah rakyat abai kepada rakyatnya," ujar Sofhian, memungkas penegasannya. |  J. Esfahani

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
06 Sep 19, 22:46 WIB | Dilihat : 207
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch Haesy
18 Agt 19, 21:05 WIB | Dilihat : 757
Kemerdekaan Adalah Jiwa Raga Sehat Tegakkan Keadilan
13 Agt 19, 20:56 WIB | Dilihat : 723
Gubernur Anies Undang Warga Jakarta Nonton JMF2019
12 Agt 19, 22:43 WIB | Dilihat : 443
Pesona Lipet Gandes dan Topeng Jantuk
Selanjutnya
Polhukam
13 Sep 19, 10:20 WIB | Dilihat : 208
Menghantar Bapak Demokrasi, Mengenang SU MPR 1999
10 Sep 19, 10:36 WIB | Dilihat : 308
Transformasi Jakarta Tidak Terbendung
07 Sep 19, 21:04 WIB | Dilihat : 242
Jakarta Jantung Ekonomi dan Budaya
Selanjutnya