Sapapait Samamanis Kodim 0608 Cianjur Lewat WiFi Koramil Gratis bagi Siswa

| dilihat 198

PRINSIP kesinambungan program aksi (continuity of the action program) yang sesuai dengan perkembangan situasi aktual, berlaku di Komando Distrik Militer (KODIM) 0608 - Cianjur.

Prinsip dasarnya, seperti pernah diarahkan Komandan Korem 061 Surya Kencana Brigjen TNI Agus Subiyanto kepada prajurit di lingkungan Kodim 0608/Cianjur (Senin, 03.08.20), “Hidup jangan mementingkan diri sendiri, tapi pentingkan juga orang lain dan berdo'a.”

Prinsip itu dalam kearifan lokal Sunda dikenal dengan istilah, "Sapapit Samamanis," - selalu bersama rakyat dalam suka dan duka.

Kodim 0608 Cianjur mencermati banyak siswa di Kabupaten Cianjur yang masih mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran jarak jauh - via daring, karena tidak mempunyai fasilitas dan susah mengakses internet.

Melihat realitas, itu Kodim 0608 Cianjur terpanggil untuk berperan serta aktif memberikan solusi bagi para siswa di wilayah teritorialnya, dengan menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis bagi siswa di semua markas koramil se Kabupaten Cianjur.

Komandan Kodim Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi mengemukakan, siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh karena kendala jaringan internet dipersilakan mendatangi koramil terdekat guna memanfaatkan fasilitas wifi yang telah disediakan.

“Silakan pergunakan fasilitas WiFi gratis di koramil untuk kegiatan belajar daring atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sekolah,” ungkap Ricky seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

"Kami berikhtiar membantu para penerus generasi bangsa ini agar mereka bisa terus belajar dan tetap semangat mencari ilmu di tengah masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Dandim yang sebelumnya bertugas di lingkungan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).

Program WiFi gratis, menurut Ricky, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, untuk membantu pelajar mengatasi kendala dalam pembelajaran dengan sistem daring. 

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kendala tersebut, terutama pandemi COVID 19, yang berdampak pada menurunnya pendapatan keluarga. Akibatnya terjadi keterbatasan biaya.

Selain itu, akses internet juga terganggu akibat fasilitas yang sepenuhnya belum memadai, selain kondisi wilayah yang tidak bersahabat dengan jaringan internet.

Program WiFi gratis ini mendapat respon positif dari masyarakat. Harun (23), mahasiswa asal Pasir Hayam, mengapresiasi program WiFi gratis di koramil, itu.

Program ini merupakan wujud kepedulian kongkret TNI yang terlihat sederhana namun bemanfaat ganda.

Selain membantu siswa mengatasi kesulitan akses dalam mengikuti proses pembelajaran jarak jauh, juga menunjukkan komitmen TNI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Petugas Koramil juga dapat memandu para siswa menggunakan akses internet untuk tujuan yang baik kepada para siswa," tukas Harun lagi.

Menurut Aisyah (30), warga Kelurahan Sayang, Cianjur, ini, “Program WiFi gratis cukup membantu mengurangi beban belanja kuota. Anak juga kalau belajar ada teman, jadi lebih semangat ketimbang belajar sendiri di rumah.”

Aisyah berharap, apa yang dilakukan Kodim Cianjur, ini bisa dicontoh institusi dan instansi lain, untuk meringankan beban masyarakat.

Harun menilai, apa yang dilakukan Kodim 0608/Cianjur di bawah komando Ricky, komandannya yang baru juga contoh bagaimana proses estafeta kepemimpinan, memberikan nilai tambah atas kinerja suatu organisasi atau institusi.

Langkah Kodim 0608 dan komitmen Dandim Ricky memanifestasikan kearifan lokal budaya Sunda, mendapat respon positif dari Prof. Endang Caturwati, Guru Besar Seni Budaya di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yang juga dikenal sebagai guru besar seni pertunjukan dan maestro tari yang sangat peduli dengan keadilan pendidikan.

Menyediakan WiFi gratis sebagai wujud dari prinsip nilai 'sapapait samamanis,' akan berdampak positif secara langsung dan tak langsung kepada masyarakat.

Penggiat literasi yang juga lulusan Lemhannas, itu mengemukakan, kearifan lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari seluruh proses membangun pertahanan dan keamanan berbasis budaya.

"Kearifan  lokal telah teruji dan up to date sepanjang zaman, karena merupakan rekam jejak  empiris dari waktu yang sangat panjang, tak lekang karena waktu karena berdasarkan pemikiran, pengalaman, dan pembuktian yang sarat nilai," ujar Endang.

Karenanya, ungkap ketua Citra Srikandi Indonesia -- organisasi perempuan cendekia - para guru besar dan dosen -- itu, "ketika diimplementasikan dengan kesadaran dan antusiasme, manfaatnya pasti akan positif sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya."

Apa yang dilakukan Kodim 0608, itu dalam istilah Sunda, menurut Endang, juga dikenal dengan istilah, "Pok Pek Prak." Melakukan suatu aksi (prak), yang perlu disosialisasikan (Prek), dan menebar pemikiran positif (Pok).  "Kita mesti memutus matarantai penyebaran COVID-19, dengan cara COVID juga. Cooperation, Optimism, Vitalitas, Integrity dan Dedication," ungkapnya.

Menyediakan WiFi gratis untuk siswa, kelihatannya memang sangat sederhana, tetapi aksi itu memberi solusi tidak hanya dalam konteks teknis penguatan akses siswa kepada jaringan internet. Melainkan memberi akses untuk kesiapan generasi baru, merespon budaya internet on think (IoT), salah satu pilar peradaban Society 5.0 yang kehadirannya tak bisa dihindari.

Program aksi sederhana dan mungkin dilihat kecil, itu juga menebar prinsip ekuitas dan ekualitas, karena setiap manusia berhak memperoleh pendidikan dan diperlakukan adil. Ibarat orang memancing, "laukna beunang, caina herang." Ikan didapat, air tetap jernih.

Kalau sudah begitu, nasihat dari para leluhur, "ulah sirik pidik jail kaniaya," - tidak dengki, pandir dan jahat - bisa mewujud. Hasilnya? "Pasti masyarakat akan aman tenteram dan damai. Apalagi saya dengar, perhatian terhadap ketahanan pangan juga dilakukan di sana (Cianjur)," pungkasnya. | haedar

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Lingkungan
20 Sep 20, 09:04 WIB | Dilihat : 632
Manusia Cerdas versus Manusia Pandir
16 Agt 20, 12:41 WIB | Dilihat : 208
Wak Wak Gung
10 Agt 20, 15:39 WIB | Dilihat : 202
Melihat Ferry Membayangkan Cainis dan Bolsonaroan
17 Jul 20, 00:15 WIB | Dilihat : 308
Budaya Pesisir dan Budaya Sungai Bertemu di Ancol
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1454
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1858
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 1008
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1432
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya