Rusdi Kirana, PKB, dan Lion Air

| dilihat 1843

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | SUDAH banyak media yang mengungkap dan menginformasikan masuknya Rusdi Kirana, bos pemilik Lion Air Group, maskapai penerbangan nasional yang melejit sejak reformasi berlangsung. Mantan calo tiket yang mendirikan Lion Air karena kecewa dengan sejumlah maskapai penerbangan, itu memandang sudah saatnya dia terjun ke politik.

Dalam wawancara khas dengan Don Bosco Selamun dan Nunung di Berita Satu TV, Senin (20/1), Rusdi mengungkap, pilihannya terjun ke politik, karena dia ingin berbagi dengan bangsa ini. Rusdi yang sempat bekerja di perusahaan mesin tik Brothers dan bergaji Rp75.000,- itu menyatakan, sesungguhnya dia bisa mendirikan partai sendiri. Terutama karena sebagai pelaku bisnis yang sukses dan diakui eksistensinya di dunia, dia bisa melakukannya. Tapi dia tidak lakukan itu.

Rusdi yang kini Wakil Ketua Umum DPP PKB, sebelumnya kepada media menyatakan, masuknya ke PKB karena ingin membalas budi Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid).  Rusdi merasa sangat merasa berutang budi pada Gus Dur dan NU, dan pasti tidak mungkin saya bisa membalasnya.

Dia katakan secara terbuka, “Gus Dur membuat saya sebagai anak Cina merasa diakui sejajar dengan saudara-saudara saya dari etnik lain di negeri ini.”  Rusdi pernah mengungkapkan, rasa terima kasih itu kepada Gus Dur beberapa saat setelah tokoh demokrasi itu lengser dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dalam pandangan Rusdi, Gus Dur telah memanusiakan dia dan etniknya. Kesemua itu menginspirasi dirinya untuk bergabung ke PKB, meski partai itu, hanya partai kecil saja. Dan, dia tak peduli pihak yang mengatakan, kehadirannya di partai kaum nahdliyin yang terbuka sejak awal didirikan itu, tak akan mendongkrak elektabilitas.

Lepas dari semua itu, Rusdi sebenarnya, masuk ke PKB untuk memperluas pengabdiannya kepada bangsa ini. Rusdi menganggap, bila keluarganya dan Lion Air ibarat ‘small family’ baginya, bangsa ini adalah ‘our big family’ seperti disimpulkan Don Bosco.

Rusdi menganggap, apa yang telah dilakukan Gus Dur patut diteladani bangsa ini. Kepemimpinannya, perjuangannya untuk pluralisme dan kebhinekaan, merupakan visi kebangsaan yang tidak ternilai.

Seperti dikatakan Rusdi, dia termasuk orang yang beroleh manfaat hidup dari terjadinya reformasi dan demokrasi di negeri ini. Momen reformasi dan demokrasi telah memungkinkannya berkembang pesat dan melesat. Bahkan, ketika Lion Air mengalami petaka, saat salah satu penerbangannya mengalami kecelakaan di Solo, menjelang berlangsungnya munas ulama di Surakarta. Dia melihat, partai politik merupakan wadah untuk memperkuat kualitas demokrasi.

Dikatakannya, rakyat dan partai politik menentukan siapa kelak pemimpin bangsa dan akan membawa ke mana bangsa ini. Dengan masuk ke dalam partai, dia berharap bisa berkontribusi untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa ini. Termasuk dalam memperbaruai dan mengubah strategi perjuangan kebangsaan yang lebih luas.

Rusdi yang berambisi menjadikan maskapai penerbangannya sebagai maskapai terbesar di dunia aviasi Asia Tenggara, itu berkibar di dunia internasional dan membawa harum nama Indonesia, ketika memesan 100 buah pesawat baru kepada Boeing, semenjak terjadi kecelakaan pesawat Lion di Surakarta itu.

Kesungguhannya membangun kepercayaan, membuat Boeing bahkan ikut mencarikan Lion Air, fund manager untuk memperoleh kredit internasional bagi aksi bisnisnya dengan pabrik pesawat Amerika itu. Belakangan, Lion Air juga memesan pesawat ATR dari Perancis dan Air Bus.

Rusdi mengaku, karena dirinya pernah mengalami susah dan berangkat dari bawah, kini dia sedang berjuang terus meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Rusdi mengatakan, dia sedang menyiapkan kompleks perumahan bagi ribuan karyawannya. “Saya ingin mereka sejahtera,” ungkap Rusdi.  Rusdi ingin, ketika dia wafat kelak, minimal ada seorang karyawannya yang mengatakan, “Dia pemimpin kami terbaik.”| bang sem

Editor : Web Administrator | Sumber : Berita Satu TV dan sumber lain
 
Polhukam
16 Agt 19, 10:37 WIB | Dilihat : 165
Reorientasi Politik Bangsa Melayu Bukan Rasisme
16 Agt 19, 00:14 WIB | Dilihat : 223
Bersatulah Bangsa Melayu
15 Agt 19, 11:18 WIB | Dilihat : 309
Belajarlah Becermin Sebelum Buli Anies
11 Agt 19, 16:14 WIB | Dilihat : 264
Setiap Pejuang Akan Diuji
Selanjutnya
Lingkungan