Amerika Serikat

Presiden Sumber Masalah Krisis Politik

| dilihat 664

Amerika Serikat sedang menghadapi krisis politik yang tak terbayangkan sebelumnya.

Negara yang selama ini dikenal sebagai kampiun demokrasi, justru sedang susah payah mengembalikan harkat demokrasi yang telah dibinanya lebih dari dua abad, sejak deklarasi kemerdekaannya 4 Juli 1776.

Sumber masalah krisis politik, itu justru presidennya sendiri, Donald Trump, yang dinilai Tom Nichols, guru besar ketahanan nasional di Naval War College.

Rabu, 6 Januari 2021, Trump pidato di balik Blue Goose, podium kepresidenan, yang ditempatkan di atas panggung di luar halaman Gedung Putih, Washington DC.  Disaksikan ribuan pendukung fanatiknya, termasuk para Republikan yang berjiwa rasis, Trump mengklaim dirinya sebagai pemenang dalam Pemilihan Umum 2020 lalu. Trump menuding Partai Demokrat yang mengusung kompetitornya, Joe Biden, telah melakukan manipulasi, sehingga perolehan suaranya merosot jauh.

Trump berseru supaya pendukungnya -- tak hanya para wakil Partai Republik di House of Representative dan Kongres -- untuk mengambil alih, dan menolak sertifikasi hasil Pemilu (electoral college) yang memenangkan Joe Biden dan Kemala Harris - Presiden dan Wakil Presiden Terpilih.

Trump sudah belasan kali berusaha menggugat kemenangan Biden, dan asin alias gagal.

Sidang debat para senator di Kongres ihwal electoral college, itu menurut Nichols bernilai penting, karena terkait dengan kebutuhan konstitusional. Ritual demokrasi berupa pengesahan

(sertifikasi) kemenangan Biden dan Harris hendak dianulir dengan cara jahat, menggunakan ribuan massa dan kekerasan. Menyerang dan merusak berbagai fasilitas di gedung Capitol, yang menjadi simbol demokrasi.

Aksi kekerasan dan kerusuhan di gedung Capitol, itu menurut Nichols merupakan aksi pandir yang tak masuk akal. Selain merusak demokrasi, melanggar konstitusi dan membahayakan keselamatan republik Amerika Serikat dalam skala luas.

Lantang Nichol menegaskan, karena aksi kekerasan yang pandir itu dipicu oleh 'hasutan' Trump selagi masih menjabat Presiden, maka Kongres berhak mencopot Trump dari jabatan Presiden dan menyeretnya ke bui. Kongres harus melindungi negara dari kelakuan brutal Trump.

Selesai mengesahkan keabsahan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai presiden dan wakil presiden untuk periode 2020 - 2024, menurut Nichols, House of Representative dan Kongres dapat segera memakzulkan (impeachment) Trump, dan menyeretnya ke pengadilan. Tiga alasan dikemukakan Nichols.

Pertama, Trump adalah bahaya yang mengancam keselamatan negara. Dia telah menuangkan lebih banyak bahan bakar ke api anarkisme, dengan cara 'lempar batu sembunyi tangan,' bahkan sambil berpura-pura menenangkan air yang bergolak. "Tidak ada argumen yang bertanggung jawab untuk mempertahankan orang seperti itu yang juga memegang komando tentara, karena sangat berbahaya membiarkan keamanan bangsa Amerika di tangannya selama satu menit lagi," tegas Nichols.

Kedua, bahkan setelah upaya penggulingan tatanan politik dengan kekerasan ini dikalahkan, Trump tidak akan berhenti. Dia menciptakan situasi di Capitol, dan dia dengan senang hati akan membuat pengalihan lain - mungkin dengan upaya terakhir untuk menggunakan militer AS di dalam negeri atau sebagai bagian dari upaya putus asa untuk melibatkan Amerika dalam konflik luar negeri - jika menurutnya demikian, sebagai satu-satunya cara melindungi dirinya dari tindakan hukum dan keuangan yang akan dia hadapi pada 21 Januari, sehari setelah Biden dan Harris dilantik.

Akhirnya, kata Nichols,pemakzulan atas berbagai kejahatan terhadap konstitusi dan rakyat Amerika adalah satu-satunya jalan yang tersisa bagi anggota parlemen, terutama Partai Republik dari partai presiden sendiri, yang ingin menunjukkan kesetiaan mereka pada Konstitusi dan melindungi supremasi supremasi hukum di Amerika Serikat. Konstitusi pasti memiliki arti.

Menurut Nichols, jika presiden Amerika Serikat tidak dihukum setelah mengerahkan massa melawan legislator terpilih hanya karena dia ingin membatalkan pemilihan, maka ini adalah masalah yang jauh lebih besar daripada hari poenyerbuan yang lepas kendali.

Selanjutnya, Nichols mengemukakan, "Kita seharusnya tidak sampai pada titik ini. Tentu saja, setelah semuanya hilang, para konstitusionalis yang terlahir-kembali seperti Wakil Presiden Mike Pence dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell (segera menjadi pemimpin minoritas) telah menemukan kembali gagasan tentang kewajiban dan ketaatan yang ketat pada Konstitusi. Mereka terlambat, dan sayang sekali mereka tidak bertindak lebih awal."

Trump telah menjelaskan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, bahwa dia tidak akan pernah menerima kekalahan dan bahwa dia tidak akan pernah secara sukarela meninggalkan jabatannya. Mereka tahu bahayanya dan mereka memilih untuk mengambil kesempatan untuk tetap memegang kekuasaan.

Demokrat, apa pun batasan disorganisasi mereka yang biasa, telah mencoba selama empat tahun untuk menghentikan Trump agar tidak bertindak kasar atas sistem pemerintahan kita. Biden menjalankan kampanye yang mengambil jalan besar dan menyerukan persatuan nasional. Mereka telah melakukan bagian mereka.

Rabu malam waktu Washington, harapan Nichols terkabul. Para senator Partai Republik melakukan tugas mereka, kecuali Senator Paul Gosar dari Arizona dan Senator Ted Cruz dari Texas.

Mereka bergabung dengan Demokratdan berkumpul di Senat untuk mengumpulkan suara terbanyak yang diwajibkan oleh konstitusi untuk mengakhiri kegilaan Trump.

Nichols memang lantang mengatakan, "Jika Amerika bahkan akan mulai menghilangkan noda pada 6 Januari 2021, hanya ada satu tindakan dalam satu tarikan nafas: Impeach, narapidanakan Donald John Trump sekarang.| Jeanny

 

Artikel terkait: Presiden Bangor Hasut Pendukungnya Melawan Suara Rakyat.

Editor : Sem Haesy | Sumber : USAToday, ABCNews, NationalReview
 
Humaniora
28 Mei 21, 16:06 WIB | Dilihat : 108
Masih Jauh Jalan Menuju Kekebalan Kawanan
28 Mei 21, 09:52 WIB | Dilihat : 117
Membaca Isyarat Zaman di Tengah Krisis Dunia
Selanjutnya
Lingkungan
04 Feb 21, 08:23 WIB | Dilihat : 341
Dahsyatnya Ular Betina
02 Feb 21, 09:26 WIB | Dilihat : 357
Anjing
26 Des 20, 19:59 WIB | Dilihat : 343
Tsunami Dahsyat Menggempur Aceh 1394 dan 2004
Selanjutnya