Serangan ke Masjid Bayonne

Presiden Macron Kutuk Serangan Najis dan Kommit Lindungi Muslim Perancis

| dilihat 359

Tieq Fathème

PARIS, Senin (28 Oktober 2019) | Hari yang damai itu terkoyak, ketika kabar Masjid Bayonne, Perancis, tular melalui pesan telepon genggam.  Bayonne kawasan damai tempat bertemunya sungai Adour dan sungai Nive, di Provinsi Basque.

Serangan ke masjid Bayonne, itu menghentak, di tengah polemik ihwal jilbab yang dilontarkan sengaja oleh sejumlah kaum yang mengalami islamphobia (kekuatiran berlebih terhadap Islam).

Dua orang korban dalam peristiwa itu, masing-masing lelaki berusia 74 dan 78 tahun, dirawat di rumah sakit Bayonne. Dua lelaki tua, itu mengalami luka parah.

Presiden Perancis, Macron, melalui akun twitter-nya, buru-buru mengutuk "serangan najis," itu dan berjanji "melindungi sesama warga negara Perancis, yang beragama Islam"

"Saya sangat mengutuk serangan keji yang dilakukan di depan masjid Bayonne. Saya menyampaikan ungkapan duka saya kepada para korban. Republik tidak akan mentolerir kebencian. Semuanya akan dilakukan untuk menghukum para pelaku dan melindungi saudara sebangsa kita yang beragama Islam. Saya berkomitmen untuk itu," ungkap Macron.

Ungkapan prihatin juga disampaikan lawan politik Macron, Marine Le Pen. Dia menyatakan, "serangan terhadap masjid Bayonne adalah tindakan yang tak terkatakan, dan sungguh bertentangan dengan semua nilai gerakan kami. Kejahatan-kejahatan ini harus ditindak dengan sangat keras."

Bayonne adalah sebuah kota di Perancis baratdaya, dengan jalur jalan abad pertengahan yang sempi,t mencirikan distrik Grand Bayonne yang lama. Di kota ini, terletak Katedral Bayonne bergaya Gotik, dengan biara abad ke-13, dan kastil Château Vieux. Di seberang sungai Nive di distrik Petit Bayonne adalah Musée Basque, sebuah museum yang didedikasikan untuk seni, kerajinan, dan tradisi daerah. Di kota ini, selama ini, kerukunan umat beragama terasa harmonis.

Peristiwa yang 'melukai' kedamaian Bayonne, itu direspon oleh Anouar Kbibech, Wakil Presiden CFCM (du Conseil Français du Culte Musulman) - dewan masyarakat Islam Perancis.

Menurut Anouar, peristiwa serangan yang dilakukan seorang lelaki bersenjata yang mengendarai sebuah mobil, dan masuk ke halaman masjid dengan paksa, mulanya hendak membakar masjid yang terletak di Pyrénées-Atlantiques - Bayonne, itu.

Dua lelaki tua, marbot masjid, itu berusaha membekuk dan menggagalkan aksi pembakaran masjid, itu. Tapi, keduanya diberondong peluru oleh pelaku kejahatan najis yang keji itu.

Claude, lelaki tua berusia 84 tahun -- pensiunan anggota Front Nasional, ditangkap oleh polisi setempat, terkait peristiwa itu. Ia diduga pelaku kejahatan yang menghebohkan tersebut.

Presiden Perancis Emmanuel Macron berjanji, "Segala sesuatu akan dilakukan (pemerintah) untuk menghukum para pelaku."  

Laurent Nunez, Sekretaris Negara untuk Menteri Dalam Negeri bergegas datang ke tempat kejadian perkara di Bayonne, untuk berinteraksi dengan umat islam, imam dan jama'ah masjid, sebelum bertemu dengan polisi. Untuk dan atas nama pemerintah Republik, Nunez melakukan intervensi kepada polisi untuk segera menangkap pelaku dan membongkar jaringan penebar kebencian terhadap umat Islam di sana.

Anouar Kbibech menyatakan, peristiwa ini menambah "keprihatinan besar umat Islam Prancis," yang selama ini praktik ibadahnya, distigma buruk oleh kaum islamphobia, melalui opini, polemik, cercaan, dan hoax, serta beragam serangan, termasuk serangan biadab seperti yang terjadi Senin, itu.  

Umat Islam Perancis selalu menjadi sasaran kebencian, setelah terjadi serangan yang menargetkan markas polisi di Paris.

"Ini persis apa yang terjadi setelah serangan Charlie Hebdo dan Hyper Hide pada Januari 2015 di Paris," kata Anouar. "Sekarang, di sini kita (Bayonne) kita melihat peningkatan serangan yang lebih parah dan nista, karena menggunakan senjata  senjata api."

"Dua orang "berada di antara hidup dan mati," Anouar Kbibech sendu. "Semua tempat ibadah hari ini memang dalam emosi yang paling ekstrem," sambungnya.

 Polisi Prefektur Bayonne mengemukakan, pelaku serangan dengan cepat ditangkap di rumahnya. Menurut polisi Perancis, Bleu Basque, mulanya pelaku berontak dan mencoba menggunakan senjatanya sebelum dilucuti oleh seorang polisi. Di dalam mobilnya, polisi menemukan botol gas.

Menurut France Télévisions dan France Bleu, Claude Sinké., sang lelaki tua, mengakui fakta penyerangan ke masjid, itu kepada polisi, yang masih menggali motifnya menginisiasi dan mengeksekusi serangan itu.

Claude adalah mantan kandidat Front Nasional, yang ditolak karena komentar-komentarnya yang dianggap bertentangan dengan semangat dan garis politik partai Thé National Rally. 

Karenanya, Marine Le Pen spontan mengecam aksi itu.  "Tindakan yang tak terkatakan benar-benar bertentangan dengan semua nilai yang diemban oleh gerakan," ujar Le Pen, Senin malam.

 Dari identifikasi polisi diketahui, Claude Sinké, menjadi kandidat Front Nasional (sekarang partai National Rally) pada tahun 2015, dalam pemilihan county kanton Seignanx (Landes). Dia mendapat 17 persen suara.

Claude Sinké yang juga terkenal di dunia asosiatif Bayonne, karena menjabat presiden asosiasi Friends of Bayonne Arts, tinggal  di Saint-Martin-de-Seignanx - Landes.

Dia tidak membantah melakukan serangan itu, termasuk dugaan dirinya sebagai  sang oktogenarian yang berusaha membakar pintu masjid sebelum menembaki dua pria yang terluka parah.

Politisi senior Perancis, Jean-Luc Mélenchon percaya bahwa "pelecehan terhadap muslim telah menimbulkan efek buruk." Dia menyeru kepada seluruh rakyat Perancis, "Berhentilah mendorong kebencian! "

Richard Ferrand, Presiden Majelis Nasional Perancis menegaskan, "Menabrak masjid saja, untuk tujuan menyerang saudara-saudara Muslim kita sudah berarti menyerang seluruh komunitas nasional. Jangan biarkan ekstremis dari semua garis memecah belah kita: mari kita lakukan." |

Editor : bungsem | Sumber : AFP, TF1, berbagai sumber
 
Ekonomi & Bisnis
06 Nov 19, 11:12 WIB | Dilihat : 1395
Penguatan Profesionalisme Transformasi BUMN
05 Nov 19, 11:16 WIB | Dilihat : 896
Jalan Tol Sumatera Telangkai Mega Region
04 Nov 19, 13:44 WIB | Dilihat : 543
Benahi Hukum dan Prasarana Utama Investasi
Selanjutnya
Budaya
28 Okt 19, 11:57 WIB | Dilihat : 458
Sumpah (Serapah) Pemuda
29 Agt 19, 14:19 WIB | Dilihat : 630
Mitra Binaan Pertamina Semarakkan Pameran Warisan
24 Agt 19, 17:24 WIB | Dilihat : 468
Kongko Bersama Kaum Muda Kreatif Betawi
Selanjutnya