Prabowo Menculik Hati Emak-emak Militan dan Generasi Millenial

| dilihat 557

Catatan Bang Sem

JUDUL
ini saya ambil dari pernyataan sejumlah emak-emak militan yang tak pernah lelah menyuarakan perubahan, dan konsisten menghidupkan spirit yang tersimpan dalam hastag #2019gantipresiden.

Emak-emak yang belakangan rada kesal, karena pendukung dan relawan Prabowo Sandi tak menggunakan lagi hastag itu.

Menurut mereka, ribuan video klip dan lagu, siapapun yang menciptakan dan menyanyikannya, tak kan sanggup mengimbangi dahsyatnya hastag itu.

Kembali ke judul, emak-emak militan di berbagai kota, lintas usia, lintas sosial, lintas etnik, lintas agama, sama menyatakan, Prabowo sudah menculik hati mereka.

Prabowo melakukannya dengan kekerasan hati dalam kesungguhan tekad berjuang memgemban amanah rakyat dan umat itu.

Prabowo menculik hati para pendukung dan relawannya, terutama emak-emak, dan memasukkan mereka ke dalam garba nurani, sehingga mereka tak bisa keluar lagi untuk berpaling ke petahana.

Ferry Mursidan Baldan, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi bercerita, ke mana saja dia pergi, tak peduli di jalan, stasiun kereta, warung makan kaki lima, pasar, dan bahkan pesantren, mengekspresikan kesadaran 'menyediakan hati mereka' untuk diculik pasangan Prabowo Sandi.

Saya percaya itu. Sambutan yang diberikan rakyat dan umat kepada Prabowo di Boyolali - Jawa Tengah, Banda Aceh - Nangroe Aceh Darussalam, Atambua - Nusa Tenggara Timur, Ambon - Maluku, dan berbagai kota lainnya, menunjukkan, Prabowo berhasil mencuri hati rakyat.

Prabowo tidak menggunakan senjata 'mutakhir' 16M, apalagi M16, melainkan senjata M8 saja.

Pertama, Prabowo Mau mengikat komitmen para ulama untuk menciptakan kondisi Indonesia di masa datang yang menjamin seluruh kaum merdeka dan nyaman melakukan syiar agamanya masing-masing. Partai-partai pendukungnya menjamin kemerdekaan beragama dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama masing-masing, anti kekerasan;

Kedua, Prabowo Menerima dengan sikap tahu diri dan tawaddu' realitas kelayakan dan kepatutan menjadi imam salat sebagai diatur oleh ketentuan agama. Sekaligus tidak membuka peluang bagi dirinya mempolitisasi agama, apalagi peribadatan;

Ketiga, Prabowo Membuka diri untuk lebih banyak mendengar dan menyerap aspirasi rakyat yang menuntut keadilan dan kemakmuran secara proporsional sesuai dengan prinsip keadilan universal;

Keempat, Prabowo Menyatukan seluruh anasir perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga kekhasan Indonesia sebagai bangsa yang komit dan konsistem memelihara persatuan, tak tergoda oleh kehendak yang siapa saja yang mendahulukan perbedaan;

Kelima, Prabowo Menghormati siapa saja, termasuk yang orang-orang atau kelompok orang yang membencinya, karena bagi Prabowo seluruh rakyat dan warga bangsa Indonesia adalah saudara yang sesungguhnya;

Keenam, Prabowo Memuliakan semua orang yang berjasa kepada bangsa dan negara ini, dan berkomitmen berjuang sepenuh hati menjaga kedaulatan bangsa dan negara, dan taat kepada konstitusi negara untuk memberlakukan seluruh warga negara sama kedudukannya di mata hukum. Setarikan nafas Prabowo memberikan ruang aktualisasi diri bagi generasi muda dan generasi millenial, seperti tercermin dalam keputusannya memilih Sandiaga Uno sebagai Calon Wakil Presiden mendampinginya;

Ketujuh, Prabowo Menolak cara-cara dungu menyerang lawan politik dengan berita bohong (hoax) dan konsisten mengontrol tim komunikasinya untuk memelopori 'perang terhadap hoax,' dengan tetap menghormati prinsip-prinsip dasar demokrasi;

Kedelapan, Prabowo Prabowo Mampu menunjukkan harkat dan marwah bangsa dalam pergaulan internasional, sehingga bisa meyakinkan seluruh rakyat, bila kelak Allah mentakdirkan dia memimpin bangsa ini, setiap tahun dia akan hadir dan membawa langsung aspirasi Indonesia di Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang selama empat tahun terakhir ini hanya dihadiri Wakil Presiden RI;

Dengan senjata M8 itulah Prabowo menggunakan prinsip 'sepandai-pandai siasah' dari trilogi best practice politic yang pernah diajarkan HOS Tjokroaminoto kepada muris-muridnya, antara lain Bung Karno.

Dalam banyak hal, baik dari pidato, sambutan, dan wawancara, Prabowo menunjukkan sikap seorang negarawan dengan memandang demokrasi sebagai cara mewujudkan harmoni kebangsaan.

Prabowo sangat mungkin 'menculik hati rakyat,' karena dia konsisten memanifestasikan esensi sesanti hubbul wathan minal iman (mencintai bangsa adalah sebagian daripada iman) yang khas Indonesia.

Prabowo juga konsisten untuk menempatkan Pemilihan Umum Serentak 2019 sebagai ajang fastabiqul khairat, antara lain dengan menghimpun semua yang terserak dalam ikatan ta'awun - kebersamaan, dalam prinsip billahi fii sabilil haq - dengan (karunia Allah) berada di jalan penegak kebenaran.

Kesemua itu mendasari komitmen perjuangan Prabowo untuk terus amanah dalam konteks kesetaraan (musawwa), dengan prinsip asasi loyalitas kepada tanah air, bangsa, dan negara, karena keikhlasan kepada Allah, bukan hanya kepada pemimpinnya: La taquumu li ahadin waqumu lillah qanitin.

Muara dari semua itu adalah terwujudnya negara yang terbaik (adil makmur) dan dalam ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala (Baldah Thayyibah wa Rabbun Ghafuur).

Hanya emak-emak militan yang berkualitas (sehat jasmani dan rohani, cerdas, dan bertanggungjawab) sebagai madrasat al ula' yang bisa 'diculik' Prabowo Subianto, Calon Presiden RI 2019-2024.

"Ah.. Prabowo sudah menculik hatiku," ujar emak-emak militan, seperti diucapkan Kasma Kassim Marewa - penggiat KAPAS (Komunitas Aktivis Prabowo Sandi) | Bang Sem

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Energi & Tambang
Humaniora
13 Mar 19, 12:55 WIB | Dilihat : 417
Syafakilah Bu Ani Bambang Yudohoyono
11 Mar 19, 01:16 WIB | Dilihat : 359
LKB Telangkai Silaturrahmi
07 Mar 19, 10:55 WIB | Dilihat : 292
Cikgu Mad Selalu Mendoakan Prabowo Subianto dari Jiran
Selanjutnya