Nasib Selepas Kalah Pilihan Raya

Polisi Sita Uang dan Perhiasan Mewah di Rumah Najib

| dilihat 1520

KARIR politik Dato Seri Mohd Najib Tun Razak, Perdana Menteri Malaysia ke 6, sedang terhempas arus balik. Sesudah memangku jabatan puncak pemerintahan Malaysia selama 10 tahun, sejak 9 Mei 2018 lalu, mantan Presiden Partai UMNO (United Malays National Organization) dan Pengerusi koalisi Barisan Nasional (BN), itu mesti beralih posisi menjadi pembangkang.

Najib tetap memenangkan kursi anggota parlemen di daerah pemilihan Pekan – Pahang. Namun, BN (termasuk UMNO) di dalamnya, secara keseluruhan harus menerima kekalahan dari pembangkang, Pakatan Harapan, yang dipimpin Tun Dr. Mahathir Mohammad (Tun Dr. M) yang menang besar di Langkawi.

Pakatan Harapan terdiri dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Datin Sri Wan Azizah Wan Ismail, Democratic Action Party (DAP) pimpinan Lim Kit Siang, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) pimpinan Tan Sri Muhyiddin Yassin, dan Partai Amanah Negara pimpinan Mohamad Sabu.

Jelang Pilihan Raya Umum (PRU) 14 Malaysia berlangsung pada 9 Mei 2019 lalu, pemerintah Malaysia pimpinan Najib, sempat membekukan Partai Bersatu untuk menjegal Pakatan Harapan.

Pakatan Harapan yang sudah menetapkan Tun Dr. M sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 7 didampingi Wan Azizah – pimpinan PKR, isteri Anwar Ibrahim – sebagai Timbalan Perdana Menteri, cepat alih taktik untuk mempertahankan strateginya memenangkan PRU14. Karena Pakatan Harapan terganjal untuk ikut dalam PRU, seluruh partai pembangkang yang berkoalisi, menggunakan hanya bendera PKR untuk berkompetisi dengan koalisi BN.

Dan terbukti, di hampir semua daerah pemilihan, BN tumbang. Pakatan harapan merebut 113 dari 222 kursi Parlemen Malaysia. BN hanya mampu meraih 79 kursi, PAS (Partai Al-Islam Se-Malaysia) hanya memperoleh 18 kursi, Partai Warisan Sabah 8 kursi, Partai Solidariti Tanah Airku 1 kursi, dan Bebas (calon independen) meraih 3 kursi. Pakatan Harapan berhak membentuk pemerintahan.

UMNO & BN Kalah

KAMIS, 10 Mei 2018, pukul 21.56, di Balairong Seri – Istana Negara, Tun Dr.M mengangkat sumpah sebagai PM ke 7 di hadapan Yang Dipertuan Agong, Sultan Muhammad V.

Tun Dr.M mencatat sejarah, tidak saja sebagai PM tertua (92) di dunia, sekaligus memecah rekor sebagai pemimpin yang berhasil memangku jabatan itu dua kali. Sebelumnya, Tun Dr.M memangku jabatan PM Malaysia ke 4 selama 22 tahun, dan meletakkan jabatannya pada 16 Juli 1981. Ia digantikan oleh Tun Abdullah  Badawi (Pak Lah).

Karena mengalami kemerosotan perolehan suara dalam PRU12 tahun 2008, Pak Lah meletakkan jabatan dan digantikan oleh Najib yang mengakhiri jabatannya pada 9 Mei 2018, karena dikalahkan oleh koalisi Pakatan Harapan.

Najib bekilah, kekalahan BN tersebab oleh gencarnya Tun Dr.M, Wan Azizah, Lim Kit Siang, Muhyidin, Matsabu, Lim Guan Eng, dan para pemimpin Pakatan Harapan lainnya, menyerang dirinya dan seluruh petinggi UMNO dengan beragam isu, yang disebutnya fitnah. Najib resmi meletakkan jabatannya sebagai Presiden UMNO dan Pengerusi BN, bertepatan dengan peringatan 70 tahun UMNO. Peringatan ulang tahun UMNO pun digelar dalam suasana sugul, prihatin di masjid dalam kompleks Putra World Trade Centre (PWTC) milik UMNO. Karena pada usianya yang 7 dasawarsa, itulah UMNO mengakhiri kekuasaannya.

Situasi UMNO saat ini yang tak lagi beroleh dukungan rakyat, sudah diramalkan Tun Dr. M sejak jauh-jauh hari, bahkan UMNO tumbang dua tahun lebih awal dari ramalan Tun Dr. M. Dan yang menjadi motor penggerak runtuhnya UMNO, justru mereka yang pernah menjadi Presiden dan Timbalan Presiden UMNO sendiri (Tun Dr. M, Anwar Ibrahim, Muhyidin) yang mendirikan partai baru, dan berkoalisi dengan musuh bebuyutan UMNO, yakni DAP.

Menurut pengakuan Anwar Ibrahim, yang dibebaskan dari segala tuntutan dan dikeluarkan dari penjara karena tuduhan liwath (sodomi) atas persetujuan Yang Dipertuan Agong sesuai dengan permintaan PM Tun Dr.M, pada malam sebelum berlangsungnya PRU, dia sudah mengingatkan Najib untuk menerima realitas yang bakal terjadi. Tapi Najib masih tinggihati mempertahankan kekuasaannya.

Polisi Menggeledah Rumah Najib

10 Mei, Najib, Rosmah isterinya, dan keluarganya tak berkutik, ketika pihak Imigrasi Malaysia sudah mencegahnya untuk bepergian ke luar Malaysia.

Najib berusaha menerima kekalahannya yang teruk. Dia mulai menjalani kehidupan hari-hari dengan kecemasan. Dia menjalani ibadah puasa Ramadan dengan salat taraweh di Masjid Jamek Kampong Bahru.

Rabu malam (16/5/18), merupakan malam yang melelahkan dan menjengkelkan bagi bekas Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Moh Najib Tun Razak.

Pulang dari salat taraweh di masjid jamek Kampung Bahru, dia mendapati sejumlah polisi dengan sejumlah kendaraan truck, menggeledah rumahnya. Penggeledahan itu berlangsung hingga Kamis, 17/5/18, dinihari.

Polis Diraja Malaysia (PDRM) menyatroni enam tempat kediaman resmi, termasuk kondo di Pavilion – kawasan pelancongan dan community center Bukit Bintang, Kuala Lumpur.

Polisi Malaysia melakukan penyelidikan ekstensif berbagai barang bukti atas berbagai skandal yang dituduhkan kepada Najib dan isterinya Rosmah Mansor, selama ini.

Merasa Dilecehkan

PENGACARA Najib, Harpal Singh Grewal mengatakan, tindakan polisi itu merupakan pelecehan terhadap Najib, sebagai mantan PM Malaysia dan lagi, masih merupakan anggota parlemen dari daerah pemilihan Pekan – Pahang.

Lantaran kesal, kepada polisi, Najib yang nampak lelah sempat mengatakan, “Katakan apa yang kalian inginkan, saya akan berikan.”

Tapi, petugas PDRM – yang pernah dibawah kendali Najib – fokus dengan tugas mereka. Di kediamannya itu, polisi – yang datang dengan 11 truck -- hanya mendapatkan beberapa tas tangan dan pakaian.

Malu tak bisa ditahan. Aksi polisi itu tercium pewarta dan masyarakat umum. Para pewarta datang untuk meliputi peristiwa, itu. Akan halnya warga biasa sengaja datang di situ untuk menonton, sekaligus mencari tahu, apa sungguh yang ditemukan polis di kediaman orang berkuasa selama sepuluh tahun di Malaysia.

Najib adalah mantan Presiden Partai UMNO dan Pengerusi koalisi Barusan Nasional, yang baru dalam Pilihan Raya Umum (PRU) 14, awal Mei lalu, dikalahkan oleh Pakatan Harapan – yang digerakkan oleh Tun Mahathir, Anwar Ibrahim, Wan Azizah, Lim Kit Siang, Matsabu dan berbagai pembangkang (oposan) lainnya.

Pemerintahan yang dikendalikan Pemerintahan Malaysia dalam kendali Pakatan Harapan yang dipimpin Tun M dan Wan Azizah, melakukan tindakan cepat terhadap Najib. Membuktikan berbagai tuduhan dan rumors yang berkembang selama ini.

Kedatangan polisi dengan peralatan lengkap ke enam kediaman Najib, adalah bagian dari proses untuk membuktikan, bahwa tuduhan korupsi dan suap yang selama ini dilontarkan selama kampanye, adalah benar adanya. Bukan sekadar bumbu retorika agar rakyat bersimpai kepada Pakatan Harapan.

Tindakan ini menyusul tindakan sebelumnya, beberapa saat sesudah Pakatan Harapan dinyatakan sebagai pemenang PRU14, yakni mencegah Najib, Rosmah dan keluarganya meninggalkan Malaysia.

Sejarah Kelam

DALAM perjalanan bangsa Malaysia, inilah sejarah kelam, kali pertama, kediaman bekas Perdana Menteri di Taman Duta – Kuala Lumpur, digeledah polisi dengan mengerahkan selusin kendaraan.  Tindakan polisi itu, menurut Harpal kepada AFP, sebagai bagian tak terpisah dari aksi menggerudug rumah dan apartemen terpisah. Polisi ingin memastikan, menemukan beragam bukti yang terkait dengan “pencucian uang,” raswah dan suap. Penggeledahan serempak, berlangsung hingga Kamis sore.

Bagi khalayak, rakyat Malaysia, penggeledahan itu amat ditunggu, terutama karena mereka memang lama menunggu momen tentang perangai Rosmah, isteri Najib, yang kerap diomongkan di media sosial, gemar belanja perhiasan, tas, dan pakaian. Baik di dalam maupun di luar negeri.

Di rumah Najib, Polisi nyaris tak mendapatkan apa yang mereka cari. Polisi tak berhasil membuka brankas penyimpan uang, karena kuncinya hilang. Polisi membobvol brankas itu pada Kamis (17/5/18) petang.

Pada sore hari itu juga, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang masih berkantor di Gedung Yayasan Selangor, mengatakan, ia tidak tahu tentang rencana polisi untuk menggeledah rumah-rumah Pak Najib pada Rabu malam.

Tun Dr. M mengatrakan, “Polisi memiliki prosedur standar operasi sendiri. Saya tidak tahu bahwa mereka harus menggeledah pada malam hari. Tetapi instruksi saya sangat jelas. Saya tidak akan menyiksa orang atau hal-hal seperti itu. Saya ingin orang diperlakukan dengan sopan.”

Direktur Penyelidikan Kejahatan Komersial – Polis Diraja Malaysia, Amar Singh kepada media mengatakan, penggeledahan terus dilakukan oleh polisi secarea simultan di seluruh rumah dan apartemen milik Najib dan keluarganya.

"Kami berada di tengah-tengah pengumpulan informasi, dan memperoleh lebih banyak rincian barang bukti, setelah kami menyelesaikan penggeledahan,” katanya. Singh membenarkan penggeledahan itu terkait dengan penyelidikan atas skandal 1MDB yang telah mencabik reputasi Najib sejak 2015.

Uang Tunai & Perhiasan Mewah

DARI penggeledahan yang dilakukannya selama lebih dari 30 jam sejak Rabu malam, Polisi Malaysia berhasil menyita 284 tas mewah, 72 kantong uang tunai ( dalam berbagai jenis mata uang: US Dollar, Singapura Dollar, Malaysia Ringgit, dan Euro). Juga barang-barang berharga berupa perhiasan dan jam tangan mewah, disita dari apartemen keluarga Najib, antara lain di Pavilion, sebuah kondominium mewah di Kuala lumpur.

Uang, logam mulia, dan perhiasan itu berada di masukkan ke dalam tas branded yang mahal. Selama ini, isteri Najib, Rosmah Mansor sudah menjadi buah bibir, sebagai seorang yang gemar belanja. Berkembang isu yang belum terkonfirmasi, setiap tas yang dimiliki Rosmah, berharga antara US $ 12.000 (S $ 16.105) dan US $ 300.000. Rosmah pernah menjadi gunjingan, ketika diberitakan membeli tas kulit buaya bermerk Birkin seharga $ 200.000 pada tahun 2015. Tapi, berita itu dibantah oleh pembantunya.

Singh mengatrakan, polisi belum dapat memprakirakan, berapa nilai seluruh barang yang didapati petugas dalam penggeledahan itu.  Kendati demikian, pada hari Jumat (18/5/18) tim investigasi yang melakukan penggeledahan, itu membuat catatan, barang-barang yang disita dari rumah Taman Duta, termasuk lebih dari 50 tas mewah bermerek seperti Chanel, Gucci dan Prada. Juga, disita sepuluh jam tangan mewah termasuk beberapa Rolex dan Patek Philippe, serta RM537.000 (S $ 181.000) dan 2,87 juta rupee Sri Lanka (S $ 24.400) dalam bentuk tunai.

Najib yang mengawali karir politiknya sebagai anggota DUN (Dewan Undangan Negeri) Pahang dari daerah pemilihan Pekan dalam usia muda, terus meningkat karirnya. Dia pernah menjabat Menteri Pemuda dan Sukan, Menteri Pertahanan, dan Wakil Perdana Menteri. Dia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan selama menjabat Perdana Menteri. Dengan merangkap jabatan itu, Najib dapat mengatur belanja negara. Terutama dalam membiayai beberapa programnya yang memungkinkan dia menguatkan jejaring politiknya, antara lain BR1M (Bantuan Rakyat 1 Malaysia). Pihak pembangkang mengeksploitasi hal ini sebagai cara Najib menebar dedak (money politik) kepada konstituen (rakyat) yang disebut pengundi.

Akankah Najib mengakhiri karir politiknya di penjara dengan tuduhan raswah? Nampaknya belum ada perintah kepada pihak kepolisian Malaysia untuk menangkap Najib.. | Delanova

Editor : sem haesy | Sumber : AFP, REUTER, ASTROAWANI, NST, ST
 
Sainstek
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 1788
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 517
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 499
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 731
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
Selanjutnya
Budaya
20 Mei 18, 22:08 WIB | Dilihat : 4462
Abah Iwan Dian Tak Pernah Padam
04 Apr 18, 14:35 WIB | Dilihat : 3321
Budaya Tanding dari Wine ke Bir Pletok
06 Mar 18, 09:59 WIB | Dilihat : 1678
Jangan Sembarangan Nyomot Betawi
Selanjutnya