73 Tahun Hari Nakba

Penjarahan Teroris Radikal Yahud atas Palestina

| dilihat 286

PETAKA itu, 73 tahun sudah. Bangsa Palestina, memperingatinya setiap tanggal 15 Mei. Itulah Hari Nakba.

Nakba adalah petaka. Harus selalu diingat untuk  memelihara semangat berjuang (ruhul jihad) merebut kembali kemerdekaan bangsa dan negara, untuk tak pernah henti melawan, memerangi dan mengusir penjajah teroris radikalis yang menamakan dirinya sebagai negara dan bangsa Israel.

Kaum Zionis yang atas dukungan Amerika Serikat dan sekutunya merampas dan menguasai tanah dan wilayah bangsa Palestina dengan cara barbar, brutal, dan kehilangan rasa kemanusiaan.

15 Mei 1948,  750.000 warga Palestina diusir secara paksa dari rumah mereka, menjadikan mereka kelompok terlantar terbesar pada waktu hampir semalam. Pada tanggal yang sama, 73 tahun kemudian, penjajah Israel masih melakukan hal yang sama.

Eksodus rakyat Palestina itu dimulai dengan 15.000 orang dari 531 desa bangsa Palestina yang dihancurkan zionis - teroris Israel, ke tenda-tenda permukiman di tanah airnya sendiri. Peristiwa itu diyakini oleh kaum Yahud Israel sebagai jalan menuju negara 'Israel Raya.'  Pertistiwa petaka bagi bangsa dan kaum muslim Palestina itu, juga mengawali penyerahan tanah yang diduduki dari Kerajaan Inggris kepada zionis Israel.

Sabtu, 15 Mei 2021, kaum teroris radikal zionis Israel, kembali menyerbu Seikh Jarrah di Yerusalem Timur, tak jauh dari Baitul Maqdis tempat berdirinya Masjid al Aqsa. Lantas merangsek dan mengusir bangsa Palestina dari rumahnya masih-masing.

Pemerintah Israel yang dipimpin Benyamin Netanjahu, membiarkan aksi polisi, serdadu, dan warga Yahud zalim melakukan tindakan brutal menguasai lahan dan permukiman rakyat Palestina.

Pemerintah Palestina mencatat, sekitar 640.000 pemukim Yahudi sekarang tinggal di 196 permukiman (dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel) dan lebih dari 200 pos pemukim (dibangun tanpa persetujuannya) di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Meskipun, hukum internasional menyatakan, Tepi Barat dan Yerusalem Timur merupakan "wilayah pendudukan."Dengan begitu, semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana merupakan aksi ilegal.

Penyerbuan ke Sheikh Jarrah, itu merupakan bagian dari penyerbuan biadab atas Masjid al Aqsa di Baitul Maqdis yang disertai penyiksaan atas umat muslim yang sedang melakukan i'tikaf. Lalu, penyerangan ke pasar tradisional kaum muslim yang tengah bersiap-siap menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah dalam keprihatinan. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin merutuk penyerbuan pasukan zionis Israel ke Syeikh Jarrah yang berada dalam wilayah hukum internasional. Kedua Presiden sama berpandangan, bahwa penduduk Palestina di permukiman itu harus dilindungi. 

Nakba atau petaka itu berulang dan lebih gila, ketika pasukan zionis di bawah kendali pemerintahan teroris, menghujani Gaza dengan roket dan peluru kendali, sambil memperkuat sistem pertahanan 'iron dome' atas ibukota Tel Aviv.

Serangan udara zionis Israel ke Gaza secara eskalatif pada hari Nakba 2021 meletupkan kembali petaka, itu. Inilah serangan udara terbesar yang secara historis, belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada Sabtu pagi itu, Gaza nyaris terbakar. Sejumlah Gedung di permukiman sipil, roboh dan 'mengubur' rakyat Palestina, terutama anak-anak dan perempuan. Kementerian Kesehatan Gaza mengabarkan, tak kurang dari 139 rakyat, syahid, sejak serangan dimulai enam hari lalu. Satu-satunya yang selamat adalah bayi berusia 2 bulan.

Otoritas kesehatan Gaza menyebut, kata 'pembantaian' tak memadai untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi di sana.

Agresi serdadu teroris zionis Israel, itu mendapat reaksi keras dari seluruh dunia berupa protes dan rutuk kutuk, terutama ketika Perdana Menteri Benyamin Netanjahu dengan tanpa merasa berdoa, berkunjung ke perbatasan wilayah dengan Gaza.

Netanjahu lantas berkomunikasi dengan Joe Biden - Presiden Amerika Serikat, seolah mengimbangi aksi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo?an yang berkomunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan menyerukan seluruh negara-negara berpenduduk muslim untuk bersatu padu melindungi Masjid al Aqsa di tanah suci Maitul Maqdis, sekaligus membela bangsa Palestina.

Pemimpin sayap militer Hamas, Izzeddin al-Qassam mengumumkan, roket zionis Israel menimpa daerah Ashdod dan Bersyeba dan menghancurkan rumah di kamp pengungsi al Shati. Peristiwa itu menewaskan 38 anak-anak dan 22 perempuan, dengan korban luka  berat melebihi 990 sejak Senin.

Pada Jum'at, 14 Mei 2021, pasukan teroris zionis Israel telah menewaskan 11 warga Palestina, ketika  menyerang demonstran tak bersenjata di Tepi Barat yang mereka duduki. Pada peristiwa lain, menurut pihak berwenang Lebanon, seorang warganya tewas ketika tembakan artileri Israel menargetkan pengunjuk rasa yang tak bersenjata di sepanjang pagar keamanan Israel di selatan negara itu.

Sayap militer Hamas beruasa melakukan serangan balik, melontarkan roket ke arah Tel Aviv dan membuat pemerintah zionis Israel agak panik. Mereka tak menduga roket Hamas ada yang lolos menembus sistem pertahanan iron dome mereka.

Terutama, ketika Kamis malam, sejumlah roket Hamas berhasil dipatahkan dan meledak di udara, membentuk 'kembang api' di langit Tel Aviv.

Hamas, mengeluarkan ultimatum kepada teroris zionis Israel, agar pada hari Senin menarik mundur pasukan keamanannya dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Peringatan itu mereka sampaikan., karena pasukan bersenjata teroris zionis Israel telah merangsek ke situs tersuci ketiga Islam, serta menembakkan peluru baja berlapis karet, granat kejut dan gas air mata ke arah jamaah Palestina di hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Hamas mempunyai reputasi sukses, merebut Jalur Gaza yang terkepung dari pasukan yang setia kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Sejak itu, Israel telah mengintensifkan pengepungannya dan melancarkan tiga serangan militer yang berlarut-larut di Gaza.

Erdogan berseru dari Ankara, agar para pemimpin negara-negara berpenduduk muslim terbesar segera merapatkan barisan. Menurutnya, tidak ada pilihan lain, kecuali melakukan pembelaan nyata terhadap Palestina.

Ketika berkomunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Erdogan mengatakan bahwa komunitas internasional harus "memberi Israel pelajaran yang kuat dan mencegah perilaku (bar bar) mereka" atas Palestina.

Menurut Erdogan, perlu pertimbangan segera untuk mengerahkan pasukan perlindungan internasional guna melindungi Palestina.  Erdogan juga menyatakan, terus mengevaluasi hubungan Turki dengan Israel.

Erdogan membiarkan rakyat Turki melakukan aksi protes di depan gedung kantor perwakilan Israel di Ankara. Hubungan Turki dengan Israel mengalami pasang surut. Turki pernah menjadi negara pertama yang yang mengakui Israel, 1949. Tetapi juga sebagai negara pertama yang memutuskan hubungan dengan negara zionis Israel pada 2010.

Pemutuskan hubungan diplomatik itu, terjadi, setelah 10 aktivis Turki pro-Palestina dibunuh oleh pasukan komando Israel yang menaiki kapal milik Turki, Mavi Marmara, yang merupakan bagian dari armada yang mencoba mengirimkan bantuan dan mematahkan blokade maritim Israel selama setahun di Gaza.

Blokade Israel di Jalur Gaza yang diduduki telah dilakukan sejak Juni 2007, ketika Israel memberlakukan blokade darat, laut, dan udara kedap udara di daerah tersebut. Tahun 2016, Turki memulihkan hubungan, tetapi hubungan keduanya memburuk lagi pada 2018.

Pada Mei tahun itu, Ankara menarik utusannya karena serangan mematikan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung karena memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Selama ini, meski mereka saling serang dalam pernyataan resmi, namun hubungan dagang para pengusaha negara masing-masing terus berlangsung.

Pada Agustus tahun lalu, Israel menuduh Turki memberikan paspor kepada selusin anggota Hamas di Istanbul, menggambarkan langkah tersebut sebagai "langkah yang sangat tidak ramah" yang akan dilakukan pemerintahnya dengan petinggi Turki.

Erdogan memberi apresiasi kepada para belia Palestina yang melawan penjajah Israel. | Yunashaa ALWAEY

Editor : eCatri | Sumber : TWTWorld, ArabNews, AlJahd, AlJazeera
 
Sporta
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 211
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 703
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1687
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 392
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 458
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 630
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya