Partai Nasdem Belum Memuaskan Kata Surya Paloh

| dilihat 841

TAK ada yang istimewa, ketika Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo untuk maju ke Pemilihan Presiden tahun 2019.

Paloh menyampaikan dukungan partainya, itu ketika berpidato di hadapan kader-kader yang menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV, sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke 6 NasDem, Rabu (15/11) malam.

Pernyataan dukungan, itu disambut tempik sorak para kader. Paloh juga menyatakan, partainya akan total dan bertanggungjawab mendukung pemerintahan Jokowi.

Presiden Jokowi dan sejumlah menterinya, hadir dalam acara yang digelar di Jiexpo – Kemayoran itu.

Partai NasDem memang partai pendukung Jokowi, sebagaimana partai ini mendukung pasangan Ahok – Jarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dimenangkan pasangan Anies – Sandi yang didukung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pilkada itu sendiri riuh dan gaduh oleh praktik komunikasi yang buruk. Bahkan, masih banyak pendukung pasangan yang dikalahkan Anies – Sandi, hingga kini belum juga move on.

Di dalam kabinet Jokowi – JK yang akan berakhir 2019, itu Partai NasDem, setidaknya beroleh dua kursi, masing-masing: Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito dan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.

Banyak sindiran dilontarkan kepada partai yang secara emosional dekat dengan beberapa media mainstream, itu. Boleh jadi, karena itu, dalam pidatonya Paloh meminta kepada seluruh kader partainya untuk menebar harapan,  bahwa Indonesia lebih baik dari masa ke masa. Lantas, Paloh meminta para kader itu, untuk mengabaikan sindiran yang datang dalam melaksanakan tugas itu.

Palo berujar, “Bila itu dianggap sebagai pencitraan biarkan saja. Jangan cepat-cepat marah. Ada hujatan ada kritikan kita hargai. Implementasikan demokrasi," seperti dikutip media.

Tampak para menteri Kabinet Jokowi – JK yang hadir di Pembukaan Rakernas IV NasDem ini senyam-senyum, seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menkopolhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. 

Juga terlihat, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Sekretaris Partai Golkar Idrus Marham, serta Ketua Umum PKPI Hendropriyono, dan Mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

Juga terlihat wakil dari partai-partai yang mengusung Jokowi lainnya, seperti Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, (PKPI) Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hati Nurani Rakyat.

Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar yang kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mega korupsi e-KTP, tak nampak. Pada waktu bersamaan, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menggeruduk kediamannya di Jalan Wijaya – Kebayoran Baru.

Dukungan Patia NasaDem terhadap pencalonan Jokowi, melengkapi dukungan-dukungan yang mengarus dalam satu irama, Partai Persatuan Indonesia pimpinan Harry Tanoesoedibjo, yang sedang menunggu kepastian lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Akan halnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai pengusung utama Jokowi pada Pilpres 2014, belum lagi menyatakan dukungannya.

Pada kesempatan itu, Paloh juga menyinggung soal Pilkada serentak 2018. Dia berpesan secara normatif kepada para kadernya yang kini menjabat kepala daerah dan bakal calon kepala daerah kelak. “Janganlah karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan karena ingin kuasa dalam pilkada, hancur lebur kita,”kata Paloh.

Dia mengingatkan, kompetisi adalah keniscayaan dalam iklim demokrasi merupakan keniscayaan. Ia berharap, para kadernya berkompetisi dengan mengedepankan program pembangunan, integritas dan kapasitas kepemimpinan. 

“Pilkada sebuah ayam atau kuda pacuan,” ujar Paloh, membumbui pidatonya.

Inti pesannya adalah :  seluruh kader Partai NasDem, harus dapat mempertahankan perolehan suara pada pilkada sebelumnya di tahun 2015 dan 2017.  

Paloh mengakui, secara elektoral Partai NasDem belum memuaskan dalam berbagai survei nasional. | Haedar

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1278
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1671
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 848
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1271
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya
Energi & Tambang