Momentum Strategis Benahi Partai Demokrat

| dilihat 1179

Bang Sem

AKHIRNYA Partai Demokrat memutuskan untuk menggunakan waktu selama lima tahun ke depan (2014 – 2019) untuk fokus membenahi diri. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengakui realitas, partainya merosot menjadi partai besar keempat pada Pemilihan Umum (Legislatif) 2014.

Partai yang berdiri 9 September 2001, ini melalui Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) juga memutuskan: tidak berkoalisi dengan partai manapun, bersikap mandiri dan tidak meminta – minta kekuasaan kepada pihak manapun, menjadi penyeimbang kekuasaan, memberikan kesempatan kepada partai lain untuk menjalankan roda pemerintahan, dan lainnya.

Dengan kesadaran, bahwa partai ini telah dirusak oleh sejumlah ‘kader tumpang’ yang melakukan tindak pidana korupsi dan mengalami krisis kepemimpinan (2013), keputusan Rapimnas sungguh rasional dan realistis.

Lima tahun adalah waktu yang memadai untuk memusatkan perhatian pada pembenahan partai. Antara lain dengan membersihkan partai dari para kader tumpang yang terindikasi melakukan tindakan tak terpuji yang merugikan partai.

Inilah momentum strategis untuk melakukan proses pendidikan kader secara intensif, sehingga tak ada lagi kader partai (terutama wakil rakyat) yang tak mempunyai bekal ketika menyuarakan aspirasi rakyat. Sekaligus berjuang mengembalikan haluan partai, seperti ketika didirikan pada tahun 2001.

Sudah benar sikap SBY, mempersilakan seluruh kader tumpang PD keluar dari rumah kaum nasionalis – religius ini, seperti seringkali saya tulis sejak lima tahun terakhir.  Termasuk melakukan perombakan besar kepengurusan di seluruh tingkatan.

Berbagai peristiwa yang terjadi pada periode 2004-2009 merupakan pelajaran berharga untuk sungguh menjadikan PD sebagai partai modern berbasis kader. Dengan cara demikian, PD akan mampu menyeleksi siapa saja kader yang memiliki standar kelayakan dan kepatutan, dan besar dengan cara yang benar.

Dengan cara demikian para kader konsisten yang turut ‘melahirkan’ partai ini pada 2001, yang masih terus mempertahankan dan mengembangkan loyalitas dan dedikasinya sesuai dengan tujuan, visi, misi, dan platform partai dapat kembali ke rumah yang pernah mereka bangun.

Setarikan nafas, sejumlah kader potensial yang mumpuni dapat menggerakkan kembali partai ke arah jalan yang tepat dan benar. Dalam konteks itu, reward dan punishment harus diberlakukan tepat waktu dan tepat sasaran.

Cukuplah waktu bagi PD menimba pengalaman selama sepuluh tahun menjalin koalisi, berbagai kesempatan kepada mitra koalisinya untuk bersinergi menjalankan pemerintahan. Selama masa itu cukup pula waktu untuk membuktikan: koalisi berbasis power sharing tidak sepenuhnya menghasilkan komitmen yang dilaksanakan secara konsisten.

Selama lima tahun ke depan, PD harus memikirkan dengan seksama konsep strategi koalisi permanen untuk perjuangan jangka panjang berbasis platform partai. Terutama, ketika koalisi yang akan terbangun selama 2014 – 2019 tetap menghasilkan koalisi kontemporer berbasis power share.

Dalam konteks itu,  hal pertama yang harus dilakukan adalah segera menggelar Kongres III Partai Demokrat selepas Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014 – 2019, serta membentuk formasi baru kepemimpinan dan kepengurusan partai yang tangguh. Formasi yang memungkinkan Partai Demokrat menjadi oposan atau penyeimbang kekuasaan yang cerdas dan kritis, serta menjadi saluran utama aspirasi rakyat.

Formasi baru kepemimpinan dan kepengurusan partai berbasis keahlian dan kompetensi amat diperlukan dan dapat dilakukan oleh PD. Tidak hanya karena PD berhasil menyelenggarakan pemerintahan selama 2004 – 2014. Melainkan juga, karena PD berpengalaman untuk menyigi berbagai sisi kritis penyelenggaraan kekuasaan. |

Editor : Web Administrator
 
Ekonomi & Bisnis
24 Mar 20, 19:42 WIB | Dilihat : 121
Jokowi Larang Debt Collector Beraksi
12 Des 19, 12:08 WIB | Dilihat : 231
Perubahan Berbasis Modal Insan
09 Des 19, 09:20 WIB | Dilihat : 311
Skandal Garuda Paling Kebangetan dan Memalukan
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1051
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1462
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 648
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1074
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya