Mandatori Ulama Kuatkan Langkah Pasti Prabowo & Sandi

| dilihat 433

AHAD, 16 September 2018, jadi hari penting untuk pasangan Prabowo Sandi. Lepas tengah hari, di Hotel Cempaka, bakal calon Presiden Prabowo Subianto, menanda-tangani pakta integritas di hadapan acara Ijtima’ Ulama II yang digelar GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama di Hotel Cempaka, Jakarta.

KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i dan Ketua GNPF Ulama, Ustad Yusuf Muhammad Martak menyaksikan penanda-tanganan itu.

Selepas itu, saat konferensi pers sesudah penanda-tanganan Pakta Integritas itu, Prabowo mengatakan, dirinya atas nama pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengucapkan terima kasih kepada ijtimak ulama ke II dari GNPF Ulama atas kepercayaan yang dukungan yang begitu ikhlas diberikan kepada dia dan Sandi.

Nampak Prabowo terharu atas dukungan itu, dan berjanji akan berbuat yang terbaik untuk ulama dan masyarakat Indonesia. Prabowo mengatakan, "Ini sungguh sesuatu yang mengharukan bagi diri saya. Dan saya sudah berjanji kepada (peserta) ijtimak (ulama) saya akan berbuat yang terbaik.” Selanjutnya Prabowo menegaskan, “Seluruh jiwa dan raga saya, saya persembahkan kepada negara bangsa dan rakyat Indonesia."

Bagi GNPF Ulama, penanda-tanganan Pakta Integritas itu penting bagi pasangan Prabowo – Sandi, karena menentukan dukungan seluruh ulama yang melakukan ijtima’ (rapat), yang datang dari seluruh Indonesia itu. Begitu Prabowo menorehkan tanda-tangannya, seluruh dukungan ulama yang tergabung dalam GNPF itu sepenuhnya untuk pasangan Prabowo – Sandi.

Tak hanya itu, penanda-tanganan itu juga berhubungan erat dengan dukungan Habib Riziq Shihab yang kini bermukim di Saudi Arabia. Bahkan, diperkirakan akan mempengaruhi Partai Bulan Bintang (PBB) yang selama ini mengambil posisi netral, untuk mengalihkan dukungan kepada pasangan yang sudah didukung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Berkarya, dan Partai Demokrat.

Yusuf Martak mengemukakan kepada media, bahwa penanda-tanganan Pakta Integritas itu, menunjukkan, bahwa Prabowo – Sandi memang serius berkomitmen kepada ulama, dan akan melaksanakan semua yang diterakan di dalam pakta integritas itu. Karena apa yang ada di dalam pakta integritas itu merupakan amanat para ulama, peserta ijtimak. Semacam mandatori ulama kepada Prabowo – Sandi untuk menggunakan kekuasaannya kelak, bagi kepentingan kemasalahan raktar, yang di dalamnya sebagian terbesar adalah umat Islam.

Yusuf Martak mengemukakan, dalam komunikasi dengan Habib Rizieq, setelah penanda-tanganan pakta integritas itu, Habib Rizieq akan memberikan dukungan dan support kepada pasangan ini. Bila hal itu dinyatakan terbuka, dengan sendirinya, sesuai dengan apa yang pernah diutarakannya, Ustad Abdul Somad yang belakangan sering diperkusi dan dihambat dakwahnya, itu akan turun ikut berkampanye untuk pasangan yang didukung habaib dan peserta ijtima’ ulama.

Dalam perbincangan di dalam ijtima’ ulama, para ulama yang hadir sudah cenderung memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo – Sandi. Kendati demikian para ulama peserta ijtima’ tetap mengambil jarak sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai ulama. Hal itu tercermin dari penjelasan Yusuf Martak, bahwa para ulama tidak mengusulkan atau memohon jabatan apapun.

Para ulama, menurut Yusuf Martak, berbuat tanpa pamrih, tanpa bargaining, dan sepenuhnya berbuat untuk bangsa dan negara, demi keselamatan umat Islam di Indonesia, jangan sampai merasakan ketidakadilan. Intinya para ulama memerlukan perlakuan yang adil, equal, baik kepada umat islam maupun umat agama-agama yang lain.

Ijtima’ GNPF Ulama itu menetapkan, Prabvoeo dan Sandi sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Kemudian mengikat seluruh peserta ijtima’ untuk memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo – Sandi.

Akanhalnya Pakta Integritas berisi 17 komitmen Prabowo – Sandi untuk melaksanakan apa yang disepakati oleh ijtima.’ Komitmen kebangsaan yang mempunyai makna sangat dalam dan mendasar bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Prabowo – Sandi berkomitmen sanggup melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen. Kemudian, siap menjaga dan menjunjung nilai-nilai religius dan etika yang hidup di tengah masyarakat. Siap menjaga moralitas dan mentalitas masyarakat dari rongrongan gaya hidup serta paham-paham yang bertentangan dengan kesusilaan dan norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat Indonesia.

Di dalam Pakta Integritas itu juga disebutkan komitmen, kedua pasangan ini, berpihak pada kepentingan rakyat dalam setiap proses pengambilan kebijakan dengan memperhatikan prinsip representasi, proporsionalitas, keadilan, dan kebersamaan.

Selain itu juga komitmen untuk memperhatikan kebutuhan dan kepentingan umat islam dan umat beragama lain yang diakui pemerintah untuk kepentingan persatuan nasional. Sanggup menjaga ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat islam) secara adil untuk menciptakan ketentraman dan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Para peserta ijtima’ juga menukilkan dalam pakta integritas itu, bahwa Prabowo dan Sandi, berkomitmen menjaga kekayaan alam nasional untuk kepentingan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Menjaga keutuhan wilayah NKRI dari ancaman separatisme dan imperialisme. Mendukung perjuangan Palestina di berbagai panggung diplomatik dunia sesuai dengan semangat dan amanat Pembukaan UUD 1945.

Pakta yang ditanda-tangani Prabowo itu juga menegaskan komitmen untuk siap menjaga amanat TAP MPRS No.25/1966 untuk menjaga NKRI dari ancaman komunisme serta paham-paham yang bisa melemahkan bangsa dan negara lainnya. Juga, siap menjaga agama-agama yang diakui Pemerintah dari tindakan penodaan, penghinaan, penistaan, serta tindakan-tindakan lain yang bisa memancing munculnya ketersinggungan atau terjadinya konflik, melalui tindakan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pakta itu juga secara eksplisit menterakan komitmen keduanya untuk siap melanjutkan perjuangan reformasi untuk menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu kepada segenap warga negara. Siap menjamin hak berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat secara lisan dan tulisan.

Dalam banyak hal, isi pakta integritas itu sudah selaras dengan berbagai hal yang sering disampaikan Prabowo dan Sandi, seperti menjamin kehidupan yang layak bagi seluruh warga negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan, ketersediaan sandang, dan papan. Siap pula menyediakan anggaran yang memprioritaskan pendidikan umum dan pendidikan agama secara proporsiona;. Juga, menyediakan alokasi anggaran yang memadai untuk penyelenggaraan kesehatan rakyat dan menjaga kelayakan pelayanan rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta.

Juga tertera komitmen keduanya untuk menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan dan memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia, serta memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411,212, dan 313 yang pernah atau sedang mengalami proses kriminalisasi melalui tuduhan tindakan makar yang pernah disangkakan. Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh lain yang mengalami penzaliman.

Menghormati posisi ulama dan bersedia untuk mempertimbangkan pendapat para ulama dan pemuka agama lainnya dalam memecahkan masalah yang menyangkut kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

17 isi pakta integritas yang ditanda-tangani Prabowo, itu selaras dengan perjuangan panjang kebangsaan para pejuang kemerdekaan, antara lain Mr. Sjafrudin Prawiranegara, yang menurut Deliar Noer (2000), menyatakan, revolusi Indonesia mempunyai tujuan untuk menghapus sistem penjajahan dan menyatukan bangsa Indonesia. Tujuan revolusi Indonesia yakni keadilan sosial dan kemakmuran rakyat. Hanya berbeda zaman dan aksentuasi. Intinya adalah, harus ada komitmen kolektif bangsa untuk menjamin terlaksananya keadilan sosial serta memberi kemakmuran bagi rakyat yang tidak dapat dicapai pada masa lampau karena adanya kolonial-kapitalisme.

Dalam konteks itu, seperti ditulis Deliar Noer, seluruh dimensi pembangunan, khasnya yang terkait dengan politik, ekonomi, dan sosial bukan merupakan tujuan akhir, melainkan suatu alat atau cara mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat.

Pakta integritas yang ditanda-tangani Prabowo itu sekaligus menegaskan sikap dan komitmen untuk memuliakan ulama, pemuka agama, dan kaum cendekiawan. Bukan justru menyeret ulama hanya menjadi bagian (part of) dari penyelenggaraan pemerintahan. Terutama karena posisi ulama secara sosiologis memang harus berada dalam posisi yang terhormat, sesuai dengan marwahnya sebagai pemandu dan pencerah bangsa.

Dengan penanda-tanganan Pakta Integritas itu, Prabowo – Sandi sudah melangkah lebih pasti. Pas bagi keduanya. Pas bagi ulama. Pas juga bagi rakyat atau umat keseluruhan. | Bang Sem

Editor : Web Administrator | Sumber : foto-foto khas
 
Lingkungan
03 Okt 18, 15:25 WIB | Dilihat : 410
Gunung Soputan Minahasa Tenggara Meletus
01 Okt 18, 17:02 WIB | Dilihat : 317
Mari Menanam Kebajikan di Donggilu
29 Sep 18, 09:58 WIB | Dilihat : 248
Bangun Solidaritas Sosial Bantu Korban Gempa Sulteng
Selanjutnya
Humaniora
16 Okt 18, 09:07 WIB | Dilihat : 279
Reduksi Peran Universitas
04 Okt 18, 16:52 WIB | Dilihat : 513
Bantuan Terus Berdatangan dan Listrik Menyala Lagi
04 Okt 18, 11:21 WIB | Dilihat : 416
Prabowo Evaluasi Tim Pemenangan
03 Okt 18, 18:25 WIB | Dilihat : 447
Di Mana Kamu
Selanjutnya