Listrik Padam, Gelap Menyergap Jakarta, Jabar dan Jateng

| dilihat 890

SEJAK jelang tengah hari, Ahad (4/8/19) gelap menyergap Jawa. Sejumlah aktivitas tersendat, traffic light di sejumlah jalan jakarta dan beberapa kota lainnya, tak berfungsi.

Kendati demikian, sentra-sentra utama layanan masyarakat di Jakarta, khasnya rumah sakit, berlangsung normal.

Diperoleh kabar, MRT (moda raya transportasi) sempat terganggu. Dua rangkaian kereta terpaksa berhenti di terowongan dan di lintas layang.

Gubernur DKI Jakarta, segera beraksi, melakukan inspeksi ke rumah sakit dan kemudian MRT pada sore hari.

Di Jakarta Barat, listrik baru normal kembali pukul 20.00 wib, setelah padam selama 9 jam.

Lewat keterangan tertulis kepada khalayak ramai melalui saluran media sosial, PLN ,emohon ma'af atas pemadaman yang terjadi akibat gangguan transmisi Ungaran-Pemalang 500kV

“Kami mohon ma'af sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ungkap I Made Suprateka, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN

Pemadaman yang tiba-tiba itu, menurutnya, tersebab gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV, yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah mengalami pemadaman.

Selain itu, menurutnya, terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah  Area Jawa Barat.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” ungkap Made.

Melalui keterangan tertulis pukul 17:30 petang, dia menjelaskan, PLN melakukan recovery atas pemadaman listrik secara bertahap. Petugas PLN melakukan upaya maksimal penormalan.

Pata petang jelang tiba waktu salat maghrib, PLN akhirnya kembali mengalirkan tegangan listrik ke Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Balaraja dan untuk selanjutnya menuju ke PLTU Suralaya agar dapat beroperasi secara  bertahap mencapai kapasitas 2800 MW.

Selain itu dari GITET Gandul akan disalurkan ke PLTGU Muara Karang untuk memasok aliran listrik ke DKI Jakarta, diperkirakan bertahap hingga 3 jam untuk pulih secara keseluruhan.

Petugas PLN memusatkan perhatian pada upaya mengirim pasokan ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Priok agar sistem DKI - Jakarta segera pulih.

Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani dalam keterangan tertulis, itu mengaku, bersama jajaran Direktur  PLN memimpin langsung proses recovery dari  pusat pengendali beban Sistem Jawa-Bali. Baik di Pusat maupun di Unit.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan kondisi pada hari ini, dan saat ini semua upaya dikerahkan untuk merecovery sistem Jawa-Bali secara keseluruhan, khususnya Area Jawa Barat, Banten dan DKI," ungkap Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.

Sebelumnya PLN telah mengoperasikan PLTA Saguling dan PLTA Cirata yang berfungsi sebagai penstabil daya dan tegangan, sekaligus untuk mengirimkan pasokan listrik dari Timur ke Barat menuju PLTU Suralaya. Melalui GITET Cibinong, Depok, Gandul, Lengkong, Balaraja dan Suralaya.

Dengan masuknya GITET Balaraja yang akan menuju ke PLTU Suralaya diperkirakan akan beroperasi secara bertahap hingga 6 jam kedepan untuk penormalan seluruh sistem Jawa Barat dan Banten.

Pemadaman yang dialami pelanggan listrik di Jawa Barat, Jakarta dan Banten berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang.

"PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini," jelas Inten.

Merespon padamnya listrik PLN, penyebab situasi masyarakat 'bergelap-gelap dalam terang,' Gubernur DKI Jakarta, melalui media sosial menyerukan warga untuk menghubungi Jakarta Siaga 112 atau kanal pengaduan resmi lainnya bila memerlukan bantuan kedaruratan, hemat penggunaan air, mengurangi perjalanan karena lampu-lampu pengatur lalu lintas, sebagian tak berfgungsi, serta hemat menggunakan baterei pade semua alat komunikasi. Ia juga menyerukan, warga tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Anies langsung inspeksi ke Stasiun MRT Bendungan Hilir untuk memastikan proses evakuasi penumpang yang terjebak di dalam terowongan bawah tanah, berjalan lancar. Tak kurang dari 4 kereta MRT tertahan di bawah tanah karena listrik padam.

Anies menjelaskan, MRT beroleh pasokan listrik dari dua power induk PLN yang berbeda, masing-masing dari Gardu Induk Priok dan Muara Karang. Satu digunakan untuk operasi, satunya lagi untuk back up. Digunakan secara bergantian. Keduanya shut down bersamaan karena tak ada pasokan listrik, sehingga back up-nya pun tidak berfungsi.

Anies pun melakukan inspeksi ke RSUD Tanah Abang dan RSUD Tarakan, dan memastikan layanan di rumah sakit tetap berjalan meski hanya menggunakan genset dan UPS.

"Bagi masyarakat Jakarta yang memiliki kerabat/keluarga sedang dirawat, perlu disampaikan bahwa semua rumah sakit umum daerah di Jakarta memiliki genset/UPS dan semua berfungsi dengan baik sehingga tidak ada gangguan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Alhamdulillah..." ungkap Anies. 

Kini, secara bertahap Jakarta dan beberapa kota lainnya di Jawa, khasnya Jawa Barat, mulai terang kembali, dan kota mulai 'berterang-terang dalam gelap.'

Taiwan juga mengalami pemadaman total padfa Selasa, pekan lalu, selama 4 jam. Akibat pemadaman itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan maaf terbuka kepada rakyatnya.

Terkait dengan itu, Menteri Ekonomi Taiwan Lee Chih-kung mengundurkan diri dari jabatannya, karena merasa bertanggungjawab atas peristiwa yang membuat rakyat tidak nyaman itu. (Baca, Di Taiwan: Presiden Minta Maaf dan Menteri Mundur Karena Listrik Padam).| aghni, delanova.

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 380
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
03 Okt 19, 12:21 WIB | Dilihat : 126
Pertamina Bersinergi dengan PLN di Bisnis Kelistrikan
04 Okt 19, 12:21 WIB | Dilihat : 142
Sekolah Percaya Diri Pertamina
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 879
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1336
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 506
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 931
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya