KPK Periksa Lagi Ade Komarudin Terkait Kasus e-KTP Setya Novanto

| dilihat 451

ADE Komarudin alias Akom, mantan Ketua DPR RI, kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (22/11/2017). Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitas Akom sebagai saksi tersangka Setya Novanto (SN) – Ketua DPR RI / Ketua Umum DPP Partai Golkar, terkait dengan kasus mega korupsi e-KTP, yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Selain Akom, yang ikut diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama adalah Made Oka (teman Novyanto di Kosgoro), dan Damayanti Pelaksana Tugas Sekretaris Jendral DPR RI, seperti diungkapkan juru bicara KPK Febri Diansyah pada hari yang sama.

Akom datang ke KPK sekitar pukul 10.00 wib, mengenakan kemeja batik lengan pendek dan berpeci hitam – yang kerap dikenakannya sejak menjabat Ketua DPR RI. Ade tak cukup lama menjabat Ketua DPR RI, sejak Setya Novanto dimenangkan oleh Pra Peradilan Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan. Keberadaannya sebagai Ketua DPR RI terkesan hanya mengisi waktu sementara menunggu proses hukum sementara Setya Novanto yang digantikan dan kemudian menggantikannya.

Dia tak banyak menjawab wartawan yang menanyakan pemanggilan penyidik KPK atas dirinya. Akom hanya menyatakan, dia datang memenuhi panggilan penyidik KPK.

Febri menjelaskan kepada wartawan, pemeriksaan atas Akom, Oka, dan Damayanti, menyusul penahanan atas Setya Novanto yang sebelumnya dikabarkan cedera akibat mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, di bilangan Kebayoran Lama, beberapa waktu berselang.

Senin (16/10/17) Ade juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ade, juga pernah menjadi saksi atas terdakwa lain dalam kasus yang sama.

Akom kerap dipanggil sebagai saksi kasus rasuah e-KTP itu, lantaran kasus tersebut diduga terjadi, ketika dia menjawab sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI.  Di dalam persidangan untuk dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, nama Akom disebut menerima aliran dana sebesar Rp1miliar. Namun, Akom membantah hal tersebut. Dia, bahkan menyatakan, tidak tahu menahu soal uang proyek bernilai  Rp5,9 triliun yang dikorupsi itu.

Usai diperiksa KPK , Ade menjelaskan dia menerima pertanyaan sejenis yang pernah ditanyakan kepadanya dalam pemeriksaan sebelum-sebelumnya, termasuk pertanyaan yang pernah diajukan kepadanya ketika bersaksi di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karena mendapat pertanyaan yang sama, Akom mengaku pemeriksaan atas dirinya berlangsung cepat. Dia juga menjelaskan, selain bersaksi untuk Setya Novanto, dia juga diminta kesaksian untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo pada kasus yang sama. Akom berjanji akan konsisten membantu KPK  dan siap memenuhi panggilan KPK.

Akom tidak menjelaskan, akan seberapa sering dia dipanggil KPK untuk bersaksi lagi pada kasus mega korupsi e-KTP yang masih akan terus berlangsung itu. | Haedar

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber dan Antara Foto
 
Energi & Tambang
01 Agt 18, 13:45 WIB | Dilihat : 2609
Mendulang Kemandirian di Blok Rokan
05 Des 17, 20:09 WIB | Dilihat : 643
Kelola Sumberdaya Alam secara Efisien
19 Des 16, 10:43 WIB | Dilihat : 1078
Perlu Kesadaran Kolektif untuk Efisiensi Energi
Selanjutnya
Sporta
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 772
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 536
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 541
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
11 Jul 18, 08:53 WIB | Dilihat : 680
Sundulan Berkah Umtiti Hantar Perancis ke Final
Selanjutnya