Jurus 4 S Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

| dilihat 1398

Catatan Bang Sem

ELEKTABILITAS atau persepsi tingkat keterpilihan pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi dalam Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018, terus meningkat.

Survey yang dilakukan Instrat (Indonesia Strategic Institute) yang dilansir Sabtu (12/5) menggambarkan, elektabilitas pasangan nomor 4 ini terus melaju.

Dari survey tersebut, elektabilitas Deddy & Dedi mencapai 49,5 persen. Sudah melampaui elektabilitas pasangan Ridwan Kami dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) yang bertengger di angka 29 persen.. Artinya, pasangan Deddy & Dedi sudah unggul 11 persen.

Artinya pasangan ini kudu semakin intensif merasuk ke pikiran dan hati konstituen (pemilih) untuk memenangkan Pilkada Jabar 2018 tersebut. Pasangan ini mesti meraih perolehan suara 51 sampai 54 persen supaya bisa meraih mandat rakyat untuk memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan.

Secara berkelakar Deddy Mizwar mengatakan pencapaian elektabilitas saat ini merupakan ‘rejeki anak saleh,’ sebagai gambaran sikap dan aksi politik rendah hati. Kendati demikian, sejak awal kampanye Deddy & Dedi memang sudah menunjukkan keberadaannya sebagai pasangan yang paling hasanah (baik), asyik, dan dirindukan.

Semakin diserang dengan kampanye hitam (black campaign), antara lain, dengan eksploitasi dukungan palsu dan serangan awal terhadap calon wakil gubernur (cawagub) Dedi Mulyadi, semakin meningkat elektabilitasnya.

Deddy & Dedi melakukan kerjasama fungsional dalam berkampanye secara proporsional. Mesin partai pendukung (terutama Partai Demokrat dan Partai Golkar) juga bergerak. Hal sama juga dilakukan oleh para simpatisan keduanya.

Selain itu, yang tak kalah penting juga, aksi pendukung ‘tersembunyi’ yang terdiri dari beberapa pendiri dan mantan petinggi partai-partai : Demokrat, Golkar, PAN, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, dan PKS) – para sahabat dekat Deddy & Dedi - sebagai bagian dari relawan (sesungguhnya) yang terpikat dengan visi, misi, dan rencana program aksi pasangan ini.

Menurut Deddy Mizwar sendiri, peningkatan elektabilitas terjadi relatif merata, seiring dengan aksi operasional kampanye keduanya yang langsung bersentuhan dengan rakyat pemilih. Kepada media Deddy Mizwar mengatakan, respons masyarakat terhadap Deddy & Dedi terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. (Baca : Deddy & Dedi Mengubah Kata-kata Menjadi Aksi Nyata )

Dikatakannya, peningkatan elektabilitas Deddy & Dedi, juga karena intensitas kampanye rutin yang dilakukan di pasar ketimbang membuat kegiatan-kegiatan. Tentu, aksi kampanye ke berbagai pelosok desa yang dilakukan Dedi Mulyadi, memberi nilai tambah.

Kunjungan ke pasar sangat efektif, karena di sana, menurut Deddy Mizwar, berada konstituen paling banyak yang sangat dinamis. Pasangan ini tidak njelimet dalam berstrategi, sederhana saja: rawat konstituen loyal yang ada, raih konstituen di kandang lawan bila mampu, dan kondisikan terus bakal konstituen loyal.

Dengan langkah itu, aksi sosialiasi yang dilakukan oleh partai, relawan, dan jejaring simpatisan, terus mendongkrak elektabilitas. Deddy mengatakan, elektabilitas terdongkrak terus di wilayah satu, dua, tiga, dan empat. Masing-masing terpisah, tapi bersinergi kuat satu dengan lainnya. “Semuanya punya peran," ungkap Deddy.

Deddy dan Dedi punya modal sosial dan popularitas yang kuat. Strategi kampanyenya sangat operasional dan realible (bisa mewujud nyata dalam waktu dekat, ketika terpilih).

Dari realitas pertama di lapangan dan realitas kedua terlihat di media, pola komunikasi Deddy & Dedi yang paling kongkret dibandingkan ketiga calon lainnya. Cukup 4 S (Senyum, Sapa, Salaman, Silaturrahim), yang sekaligus menguatkan 4 S lainnya (Sandaran, Sasaran, Strategi, dan Soliditas).

Kampanye Deddy & Dedi juga menarik dari aspek etika, karena menjauhi 4 hal : Suudzan (buruk sangka), Syak (sikap ragu-ragu), Shudfah (serampangan), dan Suu’ (jahat). Pasangan ini paling konsisten melaksanakan komitmen, menjadikan Pilkada Jabar 2018 menyenangkan, bukan menakutkan; menyatukan, bukan mencerai-beraikan; saling memuliakan dan bukan saling menistakan.

Rakyat melihat, pasangan Deddy & Dedi paling memahami, siapa konstituennya, termasuk aspirasi rakyat Jawa Barat. Ketika Deddy Mizwar jumpa dengan mantan Gubernur Jawa Barat, HR Nuriana, di benak rakyat segera melintas lagi komitmen kerakyatan yang sungguh berkeadilan.

Yakni berjuang menciptakan kondisi : dahareun loba (ketahanan pangan yang kokoh), kabeuli ku rakyat (memungkinkan tersedianya lapangan usaha dan lapangan kerja), barudak bisa sakolah tur rakyat jagjagwaringkas (menguatnya akses rakyat terhadap ekstensi pendidikan dan kesehatan), layanan umum meningkat ( sesuai prinsip melayani rakyat itu mulia), reformasi dilaksanakeun (debirokratisasi dan good governance), anu miskin ngurangan – anu ariman nambahan (mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kaum beriman).

Deddy & Dedi sendiri mengenakan ‘busana hidup’ 4 S : sehat, sederhana, santun, dan sigap. |

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
17 Okt 18, 17:37 WIB | Dilihat : 343
Melayu Menenun Cindai Keadaban Bangsa
10 Jul 18, 10:28 WIB | Dilihat : 621
Anggi.. Lepaskan
09 Jul 18, 16:34 WIB | Dilihat : 696
Ketika Polisi Berpuisi di Watulumbung
26 Jun 18, 11:26 WIB | Dilihat : 1282
Percakapan di Lereng Bukit
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
21 Sep 18, 09:06 WIB | Dilihat : 313
Giliran Direksi Pelindo III Dirombak
20 Sep 18, 12:28 WIB | Dilihat : 543
Matamu Itu !!!
18 Sep 18, 14:31 WIB | Dilihat : 410
Kwik Kian Gie Penasihat Prabowo Sandi
Selanjutnya