Jaipong Politik Pilkada Jabar

| dilihat 1647

DINAMIKA politik di Jawa Barat relatif kondusif, meski belakangan hari diganggu oleh kasus penganiayaan dan pembunuhan dua ulama dan ancaman terhadap beberapa ustadz.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat, Senin (12/2/18) telah mengumumkan 4 (empat) pasang kandidat yang akan berkontestasi dalam momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, itu.

Sampai ditetapkannya keempat pasangan, hasil survey mutakhir yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (Instrat) pada Desember 2017, menunjukkan tingkat elektabilitas Ridwan – Uu masih paling tinggi (25,6 persen). Akan halnya elektabilitas Deddy-Dedi, menyusul ketat (24,1 persen).

Hasil survey Instrat yang dipublikasikan pada hari Kamis (8/2/18) menunjukkan, tingkat elektabilitas pasangan Sudrajat – Syaikhu sekitar 2,1 persen, sedangkan pasangan Tb Hasanuddin – Anton Charliyan sekitar 1,9 persen.

Hasil survey itu menyebut, popularitas paling tinggi adalah Deddy Mizwar (93 persen), disusul  Ridwan Kamil (88 persen), dan Dedi Mulyadi (68 persen).

Kendati demikian, popularitas pasangan calon, Deddy-Dedi atau Duo DM mencapai popularitas tertinggi (90,4 persen) disusul Ridwan – Uu (84,7 persen).

Hasil survey itu menggambarkan, masih ada sekitar 45,2 persen kandidat yang belum menentukan pilihannya.

Menyikapi situasi yang tergambarkan dalam survey itu, terlihat pasangan Sudradjat – Syaikhu yang didukung PKS – Gerindra – PAN sedang berjuang keras menggerakkan seluruh mesin partainya masing-masing untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

Pantauan Akarpadi di lapangan, menunjukkan, PKS, Gerindra dan PAN berkonsentrasi mengubah situasi di Kabupaten-kabupaten: Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Bekasi, Bandung Barat, dan kota-kota :Bogor, Depok, Cimahi, Bandung, Tasik, dan Banjar.

Dari percakapan para anggota tim pemenangan Sudrajat – Syaikhu, yang mengurusi ‘teritorial’ tergambar, mereka akan melakukan aksi all out untuk memenangkan kantung-kantung suara tersebut.

Daerah-daerah kantung suara itu juga yang disasar oleh tim pemenangan pasangan Tb Hasanuddin – Anton Charlian, dengan titik berat di Kabupaten Sumedang, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Subang, Bandung, Bandung Barat, Kota Cirebon dan Kota Bandung sebagai basis pemenangan.

Tim Pemenangan Sudradjat – Syaikhu dan Tb. Hasanuddin – Anton nampak yakin, di kantung-kantung suara itu, mereka bisa ‘menggerogoti’ elektabilitas Ridwan Kamil dan Uu, yang nampak kokoh di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten – Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang dan Kabupaten Bogor.

 Tim Pemenangan Deddy – Dedi tampak masih membaca peta situasi mutakhir dan lebih banyak memelihara potensi suara yang telah terbina selama lebih dari setahun terakhir di Kabupaten/Kota Sukabumi, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Depok, Bandung Barat, dan Cimahi.

Pasangan Sudrajat – Syaikhu dan Tb. Hasanuddin – Anton memang mesti bekerja ekstra, dua pasangan kandidat ini intensif menggerakkan mesin partai dan mendorong militansi kadernya untuk mampu mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

Hanya dengan cara itu, kedua pasangan ini berpotensi menurunkan elektabilitas Ridwan – Uu dan Deddy-Dedi.

Untuk mempertahankan elektabilitasnya Ridwan – Uu juga mesti bekerja keras, antara lain dengan beberapa tawaran kinerja baik yang terkait dengan isu millenialisma maupun isu agama.

Akan halnya pasangan Deddy – Dedi harus bekerja keras melakukan konsolidasi untuk menggerakkan mesin partai pengusung dan pendukungnya. Terutama karena karakter partai-partai pengusung dan pendukungnya yang cenderung terpola dengan seremonia.

Deddy – Dedi dipastikan tak bisa leha-leha, karena potensi kemenangan pasangan ini lebih banyak bertumpu pada popularitas dirinya dan jaringan non partai yang mereka miliki.

Dibandingkan dengan tiga kandidat lainnya, Deddy – Dedi mempunyai konstituen loyal yang selama ini mereka pelihara. Khasnya di kantung-kantung suara dominan. Termasuk bangkitnya kembali kegairahan para fans berat keduanya, sejak KPUD mengumumkan, bahwa pasangan ini menjadi salah satu dari empat kandidat  yang berkontestasi di Pilkada Jawa Barat.

Meskipun Deddy – Dedi sempat menghadapi masalah ‘ditinggal kereta’ di jelang proses teknis Pilkada, kini keduanya berhasil mengimpun kembali potensi pendukung yang sempat terserak.

Situasi yang dialami Deddy – Dedi berbeda dengan apa yang dialami Ridwan – Uu yang lebih banyak disibukkan oleh kuatnya tarik menarik kepentingan partai-partai pengusung.

Tb Hasanuddin – Anton, meski hadir dalam ajang kontestasi lebih lambat, relatif tidak begitu rumit melakukan konsolidasi, karena didukung oleh satu partai.

Yang terkesan agak berat adalah pasangan Sudrajat – Syaikhu, karena dua dari tiga partai pendukungnya sudah kadung menyebar medium sosialisasi Deddy – Syaikhu dalam jumlah yang sangat banyak, dan tidak mudah ditarik kembali. Termasuk medium audio visual berisi testimoni.

Bagi Deddy yang memberi testimoni tentang Syaikhu, relatif tak begitu sulit melakukan konversi sosialisasinya untuk Dedi Mulyadi, karena pandangan Deddy selama ini memang obyektif. Sebaliknya, materi testimoni Syaikhu tentang Deddy yang akan menjadi boomerang buat Syaikhu.

Berbeda pula dengan ketiga kandidat lain, Deddy dan Dedi, selama ini sudah teruji menghadapi ‘serangan’ dan bully. Keduanya sudah teruji menghadapi serangan apapun, termasuk hoax atau kampanye paling hitam sekalipun.

Deddy – Dedi terbukti mampu mampu mengubah serangan dalam bentuk black campaign menjadi black commedy dengan gaya khasnya masing-masing. Ini modal yang hanya dimiliki keduanya.

Aksi Tim Pemenangan 4 kandidat Pilkada Jabar, bila mau diamsalkan, mirip gerak tari Jaipong. Ada goyang, geyol, dan gitek, saling memikat konstituan. Karenanya bisa disebut Jaipong Politik.

Mencermati situasi di Pilkada Jabar, KPUD dan Bawaslu perlu ambil inisiatif untuk menjadikan Pilkada Jabar 2018 sebagai Pilkada yang bersih dari hoax atau black campaign. Apalagi, Kapolda Jabar Agung Budi sudah berjelas-jelas menegaskan, polisi fokus pada pengamanan.. |  nina & nadya

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 1705
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 435
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 452
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 667
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
Selanjutnya
Seni & Hiburan
03 Apr 18, 17:16 WIB | Dilihat : 2847
Koes 2nd Gen Merawat Eksistensi Koes Bersaudara Plus
28 Mar 18, 18:53 WIB | Dilihat : 1444
Ayah yang Kini Tak Hadir
12 Mar 18, 10:45 WIB | Dilihat : 1418
Perempuan di Tanggal Dua Puluh Enam
05 Mar 18, 21:50 WIB | Dilihat : 1229
Kisah Kaos Kaki
Selanjutnya