Hagia Sophia dan Politik di Turki

| dilihat 326

Ade Cahyadi Setyawan

Pembukaan Hagia Sophia menjadi Masjid oleh Erdogan sedang viral dan menjadi perhatian publik dunia. Patut diketahui, sebelum dijadikan menjadi Masjid.

Hagia Sophia telah mengalami berbagai peristiwa, mulai dari pembakaran zaman konflik politik keluarga Kaisar Arkadios hingga dijadikannya museum oleh Kabinet pada tahun 1934 pada masa Ataturk.

Menjadi ramai dikarenakan Hagia Sophia sudah ditetapkan Unesco sebagai situs warisan dunia. Menjadi wajar dijadikan situs warisan dunia karena sejarah panjang Hagia Sophia dari zaman Bizantium, Ottoman (Utsmaniyah), sampai pada zaman Ataturk.

Setidaknya Hagia Sophia seringkali dijadikan simbol kejayaan pada eranya. Pada era Bizantium dijadikan basilika bagi Gereja Kristen Ortodoks Yunani. Selanjutnya pada era Ottoman dijadikan sebagai 'Masjid Agung'. Lalu pada era Ataturk dijadikan museum.

Babak Baru Turki Era Erdogan

Erdogan merupakan pemimpin Turki yang berasal dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Dalam menjalankan percaturan politiknya sebagai Presiden tentu tidak mudah. Trauma peperangan masa lalu menjadikan Turki tidak mudah masuk menjadi bagian Eropa. Pada sisi lain, wilayah Turki terbagi menjadi 2. Masuk wilayah Asia sebagian besar, serta sekelumit wilayahnya masuk Eropa.

Erdogan menyadari bahwa kesulitannya membawa Turki masuk dalam pergaulan di Eropa maka harus memiliki strategi tersendiri. Setidaknya menguatkan strategi nation branding Turki di negara-negara Asia. Salah satunya dengan menawarkan wisata khususnya keindahan arsitektur, termasuk Hagia Sophia.

Tak ayal, dampak dari nation branding Turki adalah menjamurnya paket umroh dan haji sambil menyambangi Turki. Termasuk paket-paket wisata di Turki. Hasilnya banyak yang mengatakan Turki adalah "Asia berasa Eropa".

AKP Partai Berhaluan Islam di Turki

Keberhasilan AKP dalam percaturan politik di Turki dengan membawa agenda Islam akhirnya menjadi model bagi partai yang berhaluan sama di negara lain. Wajar sebagai model, karena keberhasilannya dalam hal kekuasaan yaitu dengan mengantarkan Erdogan sebagai Perdana Menteri dan Presiden di Turki.

Dalam hal kebijakan, keberhasilan agenda partai tersebut di Turki pada masa lalu diantaranya dengan pencabutan undang-undang yang melarang penggunaan jilbab di berbagai institusi pemerintah/negara di negara tersebut. Dalam sistem demokrasi, tentunya kebijakan dapat diputuskan dengan politik praktis. AKP dalam berpolitik memang dikenal cukup cerdas. Saat isu jilbab, yang digaungkan sisi Hak Asasi Manusia, bukan sentimen agamanya.

Lalu bagaimana dengan Hagia Sophia? Yang menarik yaitu menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid adalah putusan pengadilan. Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki membatalkan keputusan kabinet tahun 1934. Pengadilan mengatakan bahwa Hagia Sophia terdaftar sebagai masjid dalam pembuatan propertinya.

Tentunya implikasi teknis menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid diantaranya; a) Meningkatnya kunjungan wisatawan muslim, b) Dapat dicabutnya dari status situs warisan budaya Unesco, dan c) Mmenurunnya wisatawan non muslim. Kemudian yang terpenting walaupun Hagia Sophia adalah putusan pengadilan. Namun secara politis, kepercayaan dalam negeri Turki kepada Erdogan dan AKP menguat kembali terutama pasca kekalahan pemilihan walikota Istanbul 2019 lalu. |

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
06 Okt 20, 11:37 WIB | Dilihat : 240
Warkah Pelangi di Ujung Cakrawala
03 Sep 20, 21:13 WIB | Dilihat : 342
Cerita Seputar Alterasi Seni Rupa - Seni Tari
26 Agt 20, 09:04 WIB | Dilihat : 382
Tilik Indonesia Gaya Bu Tedjo
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 634
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
Selanjutnya
Humaniora
15 Okt 20, 08:09 WIB | Dilihat : 169
Maestro Musik Shajarian Masih Meninggalkan Ratapan
26 Sep 20, 06:38 WIB | Dilihat : 153
Memelihara Harapan
22 Sep 20, 14:32 WIB | Dilihat : 129
Monopoli Pikiran
Selanjutnya