Provokasi SARA Pulau Penang

Guan Eng Harus Bertanggungjawab

| dilihat 1306

PENANG, AKARPADINEWS.COM. SEJAK pemerintahan Pulau Penang dikuasai Democratic Action Party (DAP) - 2008, dan menempatkan Lim Guan Eng, putera Lim Kit Siang, ketua partai tersebut, provokasi konflik perkauman merebak. Di negeri, itu kerap terlihat berbagai poster dan spanduk yang mengung provokasi.

Partai yang terkoneksi dengan People Action Party (PAP) – Singapura, ini memperjuangkan, agar Penang berdiri sendiri layaknya Singapura.

Ketika berlangsung pilihan raya kecil (pemilihan umum lokal) di Permatang Pauh yang meghantarkan kembali Ketua Pembangkang Anwar Ibrahim ke gelanggang politik, terpampang aneka spanduk yang menunjukkan kekuaasaan Guan Eng di pulau itu, antara lain spanduk bertuliskan: PENANG Gua Punya!

Belakangan juga bertebaran spanduk-spanduk yang dapat memancing isu keagamaan dan dapat menumbuhkan gerakan ekstrim. Antara lain, spanduk berbunyi : “Allah is Great, Jesus is the son of Allah.” Bagi masyarakat melayu di pulau itu, bunyi spanduk itu sangat sensitif.

Sensitifitas berkembang semenjak Guan Eng memerintah, ia menunjukkan sikap anti Melayu. Para pedagang kecil dan menengah diberangus dengan alasan ingin menata pulau itu. Berbagai konflik terjadi, bahkan memicu friksi antara Malaysia dengan Indonesia. Antara lain, ketika terjadi pemerkosaan terhadap pegawai tokoh asal Indonesia oleh polisi lokal yang beretnis sama dengan Guan Eng.

Ketua Wani UMNO (United Malay Nations Organization) Syahrizat Abdul Jalil menyatakan, Lim Guan Eng harus bertanggung jawab terhadap pemasangan spanduk (di Malaysia disebut ‘kain rentang’) provokosi yang menghiasai negeri itu, sehingga menimbulkan kemarahan umat Islam setempat (Rabu: 27/1).

Guan Eng, ungkap Syahrizat, bertanggung jawab atas provokasi yang sengaja dilakukan untuk merebakkan isu-isu sensitif di negeri itu. Provokasi, itu menurut Syahrizat dapat mengganggu kerukunan antara kaum dan umat beragama di pulau itu. “Sebagai Ketua Menteri (di Indonesia disebut Gubernur) seharusnya Guan Eng memastikan hal itu tidak terjadi di negeri yang dipimpinnya.”

Untuk menghindari terjadi konflik sosial yang bisa merusak kerukunan umat beragama di Pulau PENANG, Perdana Menteri Mohammad Najib Tun Razak meminta seluruh masyarakat di sana untuk menahan diri, dan tidak membalas lagi. Melalui akunnya di media sosial, Najib menyerukan, rakyat Malaysia yang mencintai keamanan seharusnya bertindak rasional sesuai undang-undang yang berlaku selama ini. “Saya berharap, semua pihak bersikap tenang dan tidak mudah membalas provokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak yang bertanggung jawab,” ungkap Najib.

Melalui akun twiternya, Perdana menteri meminta, usahawan muda Bumiputera berikhtiar untuk memulai bisnis melalui bantuan pemerintah yang dipimpinnya yang disediakan di bawah Skim Permulaan Entrepeneur Baharu Bumiputera (SUPERB) sebesar RP100 juta. Skim tersebut diperkenalkan tahun lalu dan menyediakan bantuan sampai RM500,000 kepada usahawan baharu yang kreatif dan inovatif, Khasnya di dalam bidang strategik berpotensi masa depan yang besar.

Terkait dengan spanduk-spanduk provokatif berisi SARA (suku, agama, ras dan antar kaum) beragam komentar terus berkembang dan mendesak Guan Eng menurunkannya dari ruang publik. Desakan itu diberlakukan untuk menghindari konflik sosiaL.

Spanduk-spanduk itu sendiri bertebaran, terkait dengan penghinaan kepada pengadilan karena mahkamah banding (mahkamah rayuan) telah memutuskan, bahwa istilah “Allah” hanya berlaku bagi umat muslim saja. | din

 

Editor : Web Administrator | Sumber : Bernama, UMNO, dan sumber lain
 
Ekonomi & Bisnis
08 Jul 19, 16:21 WIB | Dilihat : 697
BNI Syariah Istiqamah di Jalan Hasanah
19 Jun 19, 10:46 WIB | Dilihat : 886
Harapan Wirausaha Kreatif Malaysia di Bahu Dzuleira
27 Mei 19, 13:43 WIB | Dilihat : 233
Sang Pemandu
16 Mei 19, 11:03 WIB | Dilihat : 377
Utang Negara dan Pembangunan Sosial
Selanjutnya
Polhukam
07 Jul 19, 18:14 WIB | Dilihat : 915
Jakarta Pantas Terima Penghargaan Kota Terbaik Dunia
28 Jun 19, 14:02 WIB | Dilihat : 1457
Nasib Rakyat Tidak Ditentukan di Bilik Suara
28 Jun 19, 11:03 WIB | Dilihat : 1448
Sofhian Mile : Selamatkan Bangsa, Utamakan Rakyat
27 Jun 19, 22:41 WIB | Dilihat : 1372
ISWAMI Sinergi Tunggal Jurnalis Malaysia - Indonesia
Selanjutnya