Ferry Mursidan Baldan dan Seni Politik Jalan Sehat

| dilihat 359

Politik itu seni, dan seni itu bagian dari peradaban. Pernyataan ini meluncur dari Ferry Mursidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (2014-2016), Selasa (4/9) malam di antara lantunan musik melayu, di function hall Al Jazeerah Signature, Menteng, Jakarta Pusat.

Malam itu, kelompok musik melayu, Serojacoustic Band sedang manggung, setelah sebelumnya rapat persiapan Jakarta Melayu Festival (JMF) 2018, dipimpin Geisz Chalifah. Ferry sudah ke delapan kali (artinya delapan tahun) terlibat dalam event tahunan ini, bersama Anies Baswedan dan kawan-kawan.

Tampak dia santai sekali. Sekali-sekala dia berjoget, ketika diajak beberapa temannya, kala beat musiknya mengusik keinginan berekspresi lewat joget melayu.

Ferry alias FMB yang menyebut dirinya, ‘Anak Betawi berdarah Aceh,’ itu memang senang musik. Mulai dari musik melayu sampai blues. Karenanya dia banyak terlibat dalam berbagai event pergelaran musik. Dia juga menerbitkan buku tentang Chrisye, karena dia memang fans berat Chrisye.

Sekali waktu, dia juga nampak berada di antara musisi legendaris Nomo dan Yok Koeswoyo, ketika menyaksikan penampilan Koes Gen 2 yang dipelopori Chicha Koeswoyo dan saudara-saudaranya di Hard Rock Café – Jakarta.

Kembali ke soal politik, FMB mengemukakan, dirinya seorang politisi dan bukan pemburu jabatan. Ketika diberikan amanah, kita lakoni dengan sebaik-baiknya. “Bila amanah itu diambil lagi, kita terus sebagai politisi, karena kehidupan terus bergerak,” cetusnya. “Kita musti bangun happypolitic,” ujarnya.

Happypolitic yang dia maksudkan adalah menjalankan aktivitas politik sebagai bagian dari kehidupan yang menyenangkan. Karenanya, usai diganti oleh Presiden Jokowi – terkait reshuffle kabinet Kerja – dia biasa-biasa saja.

“Jangan pernah ada dendam atau luka hati dengan siapapun,” ungkap mantan Ketua Alumni UNPAD, ini.

Itu sebabnya, sejak tak menjabat Menteri, dia tetap hormat dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Pak Jokowi itu pernah jadi atasan saya, dan Pak JK sudah saya anggap seperti ayah sendiri, jadi tidak mungkin saya menjelek-jelekkan keduanya,” ujarnya.

Meski begitu, FMB tak nampak lagi dalam kegiatan politik praktis, bahkan di partai yang dia ikut mendirikan dan mengurusnya, bahkan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem (2014). Pada Pemilihan Presiden – Wakil Presiden 2014, dia gigih berjuang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari kubu Jokowi – JK.

Mungkin karena tak lagi nampak terlibat dalam aktivitas partai politik manapun, termasuk Partai Golkar dan Partai Nasdem, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar lebih dua periode ini, ini dianggap sedang bertapa.

“Saya tetap aktif. Fokusnya juga tetap sama, melakukan pendidikan kader buat adik-adik mahasiswa dan masyarakat,” jelasnya. “Termasuk membantu para calon anggota legislatif dari partai mana saja. Ya, berbagi pengalaman lah..,” ujarnya, enteng.

Selama dua tahun ini, tak terbilang, mungkin sudah lebih seribuan kader politik dia bina. Termasuk melakukan community college supaya masyarakat sadar politik di berbagai daerah, hampir di seluruh Indonesia. Paling tidak, dari Aceh sampai Maluku.

“Sebagai politisi, fokus kita kan memang itu,” tukasnya. “Tentu, sebagai kepala keluarga juga mencari nafkah,” jelas mantan Ketua HMI Rayon Bandung Selatan (Rasela), Ketua HMI Cabang Bandung, dan Ketua Umum PB HMI ini.

Meski tak lagi menjadi anggota DPR RI dan petinggi pemerintah, dia juga terus menjalin silaturrahmi dan komunikasi dengan konstituen di daerah pemilihannya dulu.

FMB yang masih tinggal di perkampungan daerah Slipi – Jakarta Barat, dan lama memusatkan perhatian pada fungsi legislasi DPR RI, itu juga aktif berjalan sehat bersama dengan para koleganya dari lintas partai dan lintas alumni. “Hidup sehat, silaturrahmi dapat,” ujarnya.

Hampir setiap pekan, FMB berjalan sehat di Monas, Kebun Binatang Ragunan, Ancol,  kompleks Gelora Bung Karno – Senayan,  dengan Afni Achmad, salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Darul Siska (pengurus DPP Partai Golkar), Lena (pengurus DPP PPP), serta para mantan aktivis kampus era 70 dan 80-an dari Jakarta -Bandung - Manado - Jawa Timur dan Makassar, seperti Geisz Chalifah, Tigor, Lilik, Yuyon, Syahrir Lantoni, Bung Karmin, Martunus Harris, Ade Adam, dan lain-lain.

Tak jarang, dia juga terlihat berjalan sehat di Lapangan Tegallega dan Gasibu – Bandung, dan kadang terlihat juga dalam acara di Jalan Dago dalam momen Car Free Day di antara masyarakat dan musisi. Dia juga menyambangi musisi senior Jaka Bimbo. Ia juga masih sering terlihat di kedai Mak Eha - Pasar Cihapit atau di Masjid Istiqamah dekat pasar itu.

Lewat kegiatan jalan sehat itulah hubungannya dengan Sandiaga Uno kian karib. Belakangan, beberapa saat setelah resmi didaulat sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden.

FMB tak keberatan ketika Sandiaga Uno memintanya menjadi salah satu juru bicara pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Terutama, karena pasangan itu sama berkomitmen, sungguh mewakafkan diri untuk melayani rakyat.

“Ini pilihan, sama dengan teman-teman lain yang bersedia menjadi juru bicara pasangan Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin. Dan kami tetap bersahabat,” katanya.

FMB berharap ajang Pemilihan Presiden/Wakil Presiden 2019 menjadi ajang demokrasi yang menyenangkan bagi rakyat. Sunggu merupakan demokrasi yang mewadahi prinsip happypolitic, kegembiraan. Karena demokrasi, menurutnya, bukan semata-mata ajang perebutan kekuasaan. Tapi cara mewujudkan harmoni kebangsaan.

“Beban rakyat sudah berat dengan persoalan kehidupan sehari-hari, jangan lagi dirumitkan dengan kegaduhan yang tidak perlu,” cetusnya sambil senyum. “Rakyat punya cara sendiri menentukan pilihannya. Rakyat paham siapa yang menurut mereka pantas diberikan amanat lima tahun ke depan. Tugas kita hanya meyakinkan rakyat, bahwa pilihan mereka tepat,” ujarnya.

Ia menoleh ke penyanyi Serojacoustic, memberi applause, ketika penyanyi itu melantunkan lagu Seroja karya Husein Bawafie yang dipopulerkan Said Effendi. | Viasem

Editor : Web Administrator
 
Polhukam
10 Des 18, 16:18 WIB | Dilihat : 45
Ihwal Gagasan Sandiaga Uno Membangun Tanpa Utang
06 Des 18, 09:43 WIB | Dilihat : 217
Anies Baswedan Pemimpin Pas di Masa Sungsang
06 Des 18, 00:08 WIB | Dilihat : 170
TNI Mesti Tumpas Pemberontak Papua Merdeka
Selanjutnya
Sainstek
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 314
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1110
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 1988
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 720
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
Selanjutnya