Pidato Kemenangan Kamala Harris

Demokrasi Amerika Serikat di Punggung Perempuan

| dilihat 147

Sejumlah kata-kata inspiratif yang menjadi 'nyawa' retorika Kamala Harris, Wakil Presiden terpilih Amerika Serikat (2020-2024) dalam pidato kemenangannya yang mempesona, Sabtu malam (7 Nopember 2020 atau Ahad 8 Nopember 2020 waktu Indonesia Barat) di Wilmington, Delaware, Philadelphia, sangat menggugah banyak kalangan di berbagai belahan dunia.

Cuplikan-cuplikan pidatonya muncul dalam berbagai status media sosial para perempuan prominen di Asia, khasnya di Asia Tenggara.

Malam itu, Kamala Harris tampil sebagai sosok yang 'menciptakan' dan sekaligus pelaku sejarah baru bagi Amerika Serikat.

Ia perempuan Amerika Serikat pertama -- sekaligus perempuan kulit hitam pertama -- yang terpilih sebagai Wakil Presiden negeri Paman Sam.

Dari pidato Kamala Harris terungkap bagaimana peran penting perempuan dalam menjaga demokrasi Amerika yang sekaligus menghantar kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris."Ia mengawali tradisi baru dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat," komentar Sawedi Muhammad, Sosiolog Universitas Hasanuddin, yang juga pemerhati hubungan internasional, Senin (9 Nopember 2020) malam untuk acara Tilik Bang Sem, Salam Radio.

Wakil Presiden terpilih  mengawali pidato kemenangan, sebelum Presiden terpilih berpidato untuk mengulang ingat butir-butir komitmen dan janji mereka saat kampanye.

"Ini tradisi baik," kata Sawedi. Apalagi pidato Kamala Harris berkualitas dari sisi konten - isi pesan, retorika dan performa di hadapan khalayak dan diliput berbagai media siaran global.

Dalam pidatonya, Kamala Harris mengemukakan, meskipun mungkin dirinya perempuan pertama di kantor Wakil Presiden, tetapi, "saya tidak akan menjadi yang terakhir."

Aksentuasi retorisnya 'dalam' dan spontan disambut riuh khalayak, yang menyaksikannya dari dalam dan 'open kap' mobil mereka masing-masing.

Pada bagian lain pidatonya di atas panggung megah di lapangan terbuka, itu ia mengemukakan, dirinya tidak akan menjadi yang terakhir, "Karena setiap gadis kecil yang menonton malam ini melihat, bahwa ini ( Amerika Serikat ) merupakan negara penuh peluang."

Kamala menyeru, "Dan kepada anak-anak di negara kita, apa pun jenis kelamin Anda, negara kita telah mengirimi Anda pesan yang jelas: Bermimpilah dengan ambisi, pimpin dengan keyakinan, dan lihat diri Anda sedemikian rupa, sehingga terlihat. Orang lain mungkin tidak melihat Anda, hanya karena mereka belum pernah melihat sebelumnya."

Ia melontarkan respek kepada seluruh rakyat Amerika Serikat, "...Dan kami akan menghargai Anda di setiap langkah."

Perempuan buah cinta lelaki Jamaika (ayahnya) dan perempuan India (ibunya) menyatakan, "Hari baru untuk Amerika" telah tiba dan kami berterima kasih kepada rakyat Amerika, karena telah membuat suara mereka didengar.

Di awal pidatonya yang berlangsung beberapa jam  setelah dia dan Joseph R. Biden Jr. dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden 2020, itu Kamala kembali 'menggetarkan dawai empati,' ketika dia mengenangkan ibunya, Shyamala Gopalan Harris.

Kamala mengenang ibunya yang datang dari India ke California pada usia remaja. "Dia mungkin tidak membayangkan apa yang terjadi hari ini," kata Kamala.

"Tapi, dia sangat percaya pada Amerika di mana momen seperti ini mungkin terjadi, jadi saya memikirkan dia dan tentang generasi perempuan, perempuan kulit hitam, Asia, kulit putih, Latin, perempuan Amerika Asli - yang sepanjang sejarah bangsa kita memiliki daya membuka jalan untuk momen seperti malam ini - perempuan yang berjuang dan berkorban begitu banyak demi kesetaraan dan kebebasan serta keadilan untuk semua,” ujarnya, dengan ritme yang sangat terjaga.

Kamala Harris mengambil jeda sejenak, dia melontarkan pujian kepada seluruh perempun Amerika. Dengan nada meyakinkan, dia menegaskan, "semua perempuan Amerika telah bekerja untuk mengamankan dan melindungi hak memilih selama lebih dari satu abad."

 “Malam ini,” tegasnya, “Saya merenungkan perjuangan mereka, tekad mereka, dan kekuatan visi mereka untuk melihat apa yang tidak terbebani oleh apa yang telah terjadi. Dan saya berdiri di atas bahu mereka. "

Pernyataannya ini mengharukan khalayak, yang merespon dengan mata berkaca-kaca, seperti terekam dalam beberapa kamera dan ditayangkan ke seluruh dunia oleh berbagai media arus utama.

Demokrasi adalah perjuangan dan pengorbanan

Di awal pidatonya, Kamala Harris mengulang kisah John Lewis, Anggota Kongres yang sebelum kematiannya, menulis: “Demokrasi bukanlah sebuah negara, melainkan aksi, tindakan. Yang dia maksud adalah, demokrasi Amerika tidak dijamin."

Jaminan demokrasi, menurutnya, hanya mungkin ada sekuat keinginan kita untuk memperjuangkannya, menjaganya dan tidak pernah menerimanya begitu saja.

 "Untuk melindungi demokrasi kita memerlukan perjuangan., membutuhkan pengorbanan. Ada kegembiraan di dalamnya dan ada kemajuan," ungkapnya, seraya menegaskan, bahwa "Rakyat memiliki kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik."

Lantang Kamala Harris mengemukakan, "Ketika demokrasi kita berada dalam pemungutan suara pada pemilihan ini, dengan jiwa Amerika dipertaruhkan, dan dunia yang menonton, Anda menyambut hari baru bagi Amerika."

Kamala memuji dan berterima kasih kepada seluruh tim kampanye dan sukarelawannya. "Tim yang luar biasa ini. Terima kasih telah membawa lebih banyak orang daripada sebelumnya ke dalam proses demokrasi, sehingga untuk memungkinkan kemenangan ini," tegasnya.

Kepada petugas pemilu dan petugas pemilu yang telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan setiap suara dihitung dengan benar di seluruh negara, Kamala Harris menyatakan, "Kami dan negara berhutang budi kepada Anda, karena Anda telah melindungi integritas demokrasi kita."

Kepada rakyat Amerika yang dipujinya telah membentuk negara yang indah, "Terima kasih telah memberikan jumlah yang sangat banyak untuk membuat suara Anda didengar."

Di bagian lain, dengan tempo yang terjaga, Kamala Harris mengemukakan, "Saya tahu waktu telah menantang, terutama beberapa bulan terakhir. Duka, nestapa, dan rasa sakit. Kekhawatiran dan pergumulan. Namun kami juga telah menyaksikan keberanian Anda, ketangguhan Anda, dan kemurahan hati Anda." Pernyataan ini disambut gempita oleh khalayak.

Kamala yang sebelum terjun ke kancah politik lebih banyak berkiprah dalam dunia penegakan hukum dan keadilan, itu lantang menyatakan, "Selama empat tahun, Anda berbaris dan mengorganisir diri untuk kesetaraan dan keadilan, untuk hidup kita, dan untuk planet kita. Kemudian, Anda memilih. Anda menyampaikan pesan yang jelas."

 "Anda memilih harapan, persatuan, kesopanan, sains, dan, ya, kebenaran. Anda memilih Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya," serunya.

Kamala yang mengalami proses perjalanan hidup yang pahit dan getir, sejak usia 5 tahun, ketika ayah dan ibunya bercerai, itu memuji Joe Biden, Presiden terpilih. "Joe adalah seorang penyembuh. Pemersatu. Tangan yang teruji dan mantap," ujarnya.

Menurutnya, "Seseorang yang memberi kita rasa tujuan dan rasa,  yang akan membantu kita, yang mengalami kehilangan, sebagai bangsa, mendapatkan kembali tujuan kita sendiri. Seorang pria dengan hati yang besar, yang mencintai rakyatnya yang telantar."

 "Juga cintanya pada Jill, yang akan menjadi ibu negara yang luar biasa. Ini adalah cintanya pada Hunter, Ashley, cucu-cucunya, dan seluruh keluarga Biden," tambah Kamala Harris lagi.

Kamala Harris mengemukakan, "Saya pertama kali mengenal Joe sebagai Wakil Presiden, saya benar-benar mengenalnya sebagai ayah yang mencintai Beliau, sahabat saya, yang kita ingat di sini hari ini."

Pernyataan Batin

Momen haru terasa, ketika Kamala Harris menyatakan dalam suasana batin yang dalam, "Kepada suami saya Doug, anak-anak kami Cole dan Ella, saudara perempuan saya Maya, dan seluruh keluarga kami - Saya mencintai kalian lebih dari yang dapat saya ungkapkan."

"Kami sangat berterima kasih kepada Joe dan Jill karena telah menyambut keluarga kami ke dalam keluarga mereka dalam perjalanan yang luar biasa ini," sambungnya.

Dia terdiam sesaat, sebelum menyatakan, "Kepada perempuan yang paling bertanggung jawab atas kehadiranku di sini hari ini - ibuku, Shyamala Gopalan Harris, yang selalu ada di hati kami. Ketika dia datang ke sini dari India pada usia 19, mungkin dia tidak terlalu membayangkan momen ini. Tapi dia sangat percaya pada Amerika di mana momen seperti ini mungkin terjadi."

Jadi, kata Kamala Harris, "Saya memikirkan tentang dia dan tentang generasi perempuan. Prempuan Kulit Hitam. Perempuan-perempuan Asia, Kulit Putih, Latin, dan Pribumi Amerika sepanjang sejarah bangsa kita yang telah membuka jalan untuk momen malam ini."

Emosinya terasa dalam kendali, kala Kamala menyatakan, "Perempuan yang berjuang dan berkorban begitu banyak untuk kesetaraan, kebebasan, dan keadilan bagi semua, termasuk perempuan kulit hitam, yang terlalu sering diabaikan, tetapi seringkali membuktikan bahwa mereka adalah tulang punggung demokrasi kita."

Lantang dia berkata, "Semua perempuan yang bekerja untuk mengamankan dan melindungi hak memilih selama lebih dari satu abad: 100 tahun yang lalu dengan Amandemen ke-19, 55 tahun yang lalu dengan Undang-Undang Hak Pilih, dan sekarang, pada tahun 2020, dengan generasi baru perempuan di negara kita yang memberikan suara mereka untuk melanjutkan perjuangan bagi hak dasar mereka untuk memilih dan didengar."

Kamala menyimak tepuk tangan dan respon khalayak. Lalu menyatakan, "Malam ini, saya merenungkan perjuangan mereka, tekad mereka, dan kekuatan visi mereka - untuk melihat apa yang tidak terbebani oleh apa yang telah terjadi - saya berdiri di pundak mereka."

Lagi, tentang Joe Biden dia menyatakan, "Betapa terbukti karakter Joe, bahwa ia memiliki keberanian mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita dan memilih seorang perempuan sebagai wakil presidennya."

Untuk seluruh rakyat Amerika, Kamala Harris lantang menyatakan, "Tidak peduli siapa yang Anda pilih, saya akan berusaha menjadi wakil presiden seperti Joe bagi Presiden Obama - setia, jujur, dan siap, bangun setiap hari memikirkan Anda dan keluarga Anda. Karena sekaranglah saat pekerjaan yang sebenarnya dimulai."

Melawan Pandemi

Kamala Harris menyatakan komitmen, bahwa yang diperlukan kini adalah kerja keras.  Kerja bagus. Pekerjaan penting untuk menyelamatkan nyawa dan mengalahkan pandemi ini. Untuk membangun kembali ekonomi kita agar berhasil untuk orang yang bekerja.

Komitmen kerja Biden dan Kamala berikutnya adalahmembasmi rasisme sistemik dalam sistem peradilan dan masyarakat kita.

Setarikan nafas, juga, memerangi krisis iklim, mempersatukan negara dan menyembuhkan jiwa bangsa.

 "Jalan di depan tidak akan mudah. Tapi Amerika sudah siap. Begitu juga Joe dan aku," tegas Kamala.

Dia memungkas pidatonya dengan menyatakan, rakyat Amerika telah memilih seorang presiden yang terbaik, yang mewakili diri rakyat.

"Seorang pemimpin yang akan dihormati dunia dan abisa menjadi panutan nak-anak kita. Seorang panglima tertinggi yang akan menghormati pasukan kita dan menjaga keamanan negara kita. Dan presiden untuk semua orang Amerika," ungkap Kamala, seraya menyatakan, "Sekarang merupakan kehormatan besar saya untuk memperkenalkan presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden." | KOEN & JEANNY

Editor : Sem Haesy | Sumber : abc, cnbc, blavity, evexpress, bbc, berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
31 Okt 20, 09:24 WIB | Dilihat : 127
Serangan Cinta dari Utara
06 Okt 20, 11:37 WIB | Dilihat : 314
Warkah Pelangi di Ujung Cakrawala
03 Sep 20, 21:13 WIB | Dilihat : 399
Cerita Seputar Alterasi Seni Rupa - Seni Tari
26 Agt 20, 09:04 WIB | Dilihat : 458
Tilik Indonesia Gaya Bu Tedjo
Selanjutnya
Sporta
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 387
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1304
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 2183
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
Selanjutnya