Teccau to MaegaE ri Segge'na ParewaE

Daeng Sandiaga Uno di Tengah Spirit Perantau Bugis Makassar

| dilihat 1024

Para perantau Bugis Makassar di seluruh Indonesia, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat, termasuk para saudagar dan diaspora Bugis - Makassar - Mandar dan Toraja, berkomitmen memenangkan pasangan Prabowo Sandi dalam Pemilihan Presiden RI 2019 mendatang.

Hal itu mengemuka dalam deklarasi BMR02 (masyarakat Bugis Makassar Rantau untuk Prabowo Sandi). 8 (delapan) orang menggagas dan menggelar deklarasi itu di Royal Hotel - Kuningan, Jakarta, Rabu (3/4/19) petang.

Delapan deklarator itu adalah Sri Asri Wulandari, Jumrana Salikki, Rudiman MS Dg Naba, Andi Maman, Hania Masrun, Abdul Karim, Agus Salim, dan Ridwan Farid. Asri dan Jumrana memimpin sebagai Ketua dan Sekretaris. Erwin Aksa, seorang pengusaha asal Bugis Makassar didapuk menjadi penasihat.

Jumrana Salikki, dengan mengenakan pakaian khas Kajang, membacakan deklarasi itu. Memberi aksentuasi dan garis tegas, bahwa masyarakat Bugis - Makassar di perantauan berkomitmen menjaga dan memelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menjadi warga negara yang baik dengan prinsip-prinsip budaya dan perilaku Bugis - Makassar. Untuk itu mereka memilih pasangan Prabowo Sandi untuk memimpin bangsa ini lima tahun ke depan.

Pilihan itu dilatari oleh kesungguhan untuk mewujudkan harmonisasi dan keberlangsungan hidup masyarakat di seluruh aspek kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera. Dijiwai sikap gotong royong sebagaimana tercermin dalam nilai budaya tudang sipulung.

Spiritnya adalah koalleangngi talangnga notowalia, sekali layar sudah dibentangkan, pantang surut ke belakang, sebelum kapal melaju, tiba di tujuan.

Sebelum deklarasi, perwakilan masyarakat Bugis Makassar dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua Barat, dan wakil suku Bugis - Makassar di jiran malaysia, menyampaikan sikap dan pandangan mereka.

Mereka datang dengan keikhlasan dan kesadaran sendiri, mengongkosi diri mereka untuk kepentingan deklarasi itu. Meski ada gangguan-gangguan kecil menjelang deklarasi, itu tapi ballroom Hotel Royal yang bersebelahan dengan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu penuh dan sangat diwarnai oleh spirit Bugis - Makassar.

Sri Asri Wulandari, Ketua BMR02, mengemukakan, rencana deklarasi ini berawal dari  ngobrol-ngobrol ringan di grup WhatsApp masyarakat Bugis - Makassar - Mandar - Toraja dari Sulawesi Selatan. “Ternyata animo anak rantau begitu besar, tak hanya yang tinggal di wilayah Indonesia, tetapi juga di luar negeri," katanya.

Seperti diketahui, masyarakat Bugis-Makassar telah tersebar ke sentero dunia, ujarn Sri Asri Wulandari.  

"Di mana ada pantai, di situ ada orang Bugis - Makassar," ungkap Erwin Aksa, yang dipertegas Dian Islamiati Fatwa, puteri tokoh Islam allahyarham AM Fatwa ketika memberikan testimoni.

Dian bercerita pengalamannya ketika mengunjungi masyarakar Aborigin di Australia. Dian yang bermukim di Australia selama enam tahun, itu mengungkapkan, bagaimana rasa persaudaraan muncul seketika, antara dirinya dengan tetua masyarakat Aborigin, begitu tahu dia berdarah Bugis-Makassar.

"Persaudaraan dan kesetiakawanan langsung terasakan," ujar Dian.

Erwin Aksa menegaskan, kesetiakawanan orang Bugis - Makassar itu tercermin dalam filosofi "pada idi' pada ilo' sipatuo sipatokong," kebersamaan dan saling bantu antar sesama, khususnya teman yang sedang berjuang untuk kemaslahatan orang banyak. Itulah sebabnya dia menunjukkan sikapnya, hadir dalam momen debat Cawapres untuk menunjukkan solidaritasnya kepada sahabatnya Sandiaga Salahuddin Uno yang berdarah Gorontalo dan masih berdarah Bugis.

Komitmen saling menguatkan untuk menjemput kemenangan Indonesia, itulah yang membuat Erwin mengambil keputusan mundur dari posisinya sebagai pimpinan Partai Golkar. Ini adalah konsekuensi logis.

Deklarasi itu sendiri merupakan momentum untuk menegaskan di mana masyarakat Bugis - Makassar rantaua berada dan berpihak. Deklarasi itu digelar, agar kita dengan  perangai Bugis Makassar punya jiwa memenangkan Prabowo-Sandi,” kata Andi Maman.

Kemandirian dan kesungguhan menyatakan dukungan dan bekerja aktif untuk kemenangan itu, menurut Andi Maman, sesuai dengan “taroni metti ko puramoi rede,” yaitu tidak ada ketakutan yang datang dalam kebenaran.

Hal itu terbukti dengan banyaknya (dan terus bertambah) jumlah masyarakat Bugis Makassar yang mendaftar lewat form online dan yang mendaftar langsung ke panitia, kata Jumrana. 

Di hadapan sekira 1200 masyarakat Bugis Makassar, yang didominasi oleh emak-emak dan millenial, itu Ferry Mursidan Baldan - Direktur Relawan Badan Pemenangan Prabowo Sandi bercerita tentang hakekat persaudaraan dan kesetiakawanan masyarakat Bugis.

Ferry yang berdarah Aceh, itu bercerita bahagaimana para sahabat dan guru-guru politiknya dari kalangan masyarakat Bugis Makassar memainkan peran dalam karir politiknya hingga saat ini.

"Kesetiakawanan masyarakat Bugis Makassar, luar biasa. Dengan spirit kesetiakawanan itu kita jaga dan kita kawal suara kita," seru Ferry, sambil mengingatkan bagaimana BMR02 sebagai relawan Prabowo Sandi memainkan perannya dalam melakukan sosialisasi masuyarakat menggunakan hak pilih, mengawasi seluruh proses pemungutan suara, dan mengawalnya hingga penghitungan akhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ferry memberikan  tips pada 17 April di TPS nanti. Ia berharap BMR02 memandu masyarakat pemilih  Prabowo Sandi untuk tidak pulang pulang sebelum TPS ditutup. "Gunakan kamera dan awasi gerak-gerik mencurigakan petugas," katanya.

Ferry juga mengingatkan,  “Cek siapa-siapa pemilih di TPS itu, ada daftarnya. Jika ada nama asing, atau tidak mengenalnya, pertanyakan. Kalau perlu datangi tempatnya, pastikan persyaratannya.”

Sandiaga Uno yang menurut Erwin Aksa berdarah bugis dari sebelah nasab ayahnya, sama sekali tak berkampanye, karena sejak pagi sudah diwanti-wanti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk tidak berkampanye di hari libur Isra' Mi'raj, itu.

Sandi patuh. Selepas menerima deklarasi, dikenakan songkok dan sarung Bugis, dia hanya bercerita pengalamannya berinteraksi dengan masyarakat Bugis - Makassar. Sandi bercerita, dia sudah mengunjungi 15 Kabupaten dan Kota se Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia berterima kasih kepada dua srikandi BMR02, Asri dan Jumrana. Bahkan mengingatkan hadirin, bagaimana Jumrana berperan aktif dalam Pilkada DKI Jakarta, memberikan dukungan dan gerakan tak kenal lelah di kalangan masyarakat Bugis - Makassar dan khalayak umum untuk memenangkan Anies - Sandi. Ketika itu, Jumrana memimpin Dahmi Pasa, salah satu simpul perjuangan Anies - Sandi.

Sandi bercerita ringan tentang sahabat-sahabatnya yang lain, yang semula menyatakan dukungan dan janji, ternyata tidak. Berbeda dengan Erwin Aksa, di momen yang sangat tepat, kata Sandi, Erwin memenangkan persahabatan dan persaudaraannya dengan dirinya.

Erwin, kata Sandi, memang gigih memberi semangat dan keyakinan kepada warga Bugis Makassar untuk memberikan dukungan kepada Sandiaga yang dipanggilnya Daeng Sandi. Visi politik Prabowo Sandi, sama dengan prinsip-prinsip nilai dan budaya masyarakat Bugis - Makassar.

Sandi juga bercerita tentang berbagai pemikiran kreatif dan inovatif kalangan millenial dalam pertemuannya di Makassar, belum lama berselang. Kaum millenial dan saudagar serta kalangan profesi masyarakat Bugis - Makassar menyampaikan berbagai aspirasi kepada Prabowo Sandi yang bermuara pada pencapaian keadilan dan kemakmuran kolektif. Mulai dari penguatan akses kepada pemampuan ekonomi masyarakat, penguatan akses kesehatan, penguatan akses pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, serta ketahanan ekonomi keluarga.

Seperti ketika Erwin dan Ferry Bicara, berulangkali pernyataan Sandi direspon yang hadir dalam deklarasi itu dengan teriakan, "Ewako.. Ewako.. Ewako.." Termasuk diucapkan beberapa tokoh militer, akademisi, dan saudagar yang dituakan. Tak terkecuali Ja'far Hafsah - sosok Bugis Makassar yang diperkenalkan sebagai anggota Dewan Penasehat Badan Pemenangan Prabowo Sandi. Juga Dian Islamiawti Fatwa, salah satu juru bicara BPN, Muhammad Said Didu - yang memainkan aksi dalam Team Akal Sehat.

Sandi, antara lain bercerita, “Kunjungan saya ke Makassar dan Palopo diterima secara spontan dan hangat. Saya terharu sekali." Ada 18.000 milenial yang hadir di Celebes Convention Center Makassar, katanya. "Dan kalau kita buka pendaftarannya lebih dari 20 ribu." 

Menurut Sandi, bila mau dilihat lagi, sangat banyak masyarakat Bugis Makassar, khususnya kaum millenial dan emak-emak yang menginginkan perubahan. Untuk itu, 14 hari hari ke depan, katanya,  kita jemput perubahan itu.

Sandi menggambarkan perubahan itu telah terjadi pada 2012 di Jakarta. Masyarakat Jakarta ingin perubahan, dan setelah Pilkada itu pembangunan berjalan dengan lancar, tidak ada konflik, dan kini lebih baik dari sebelumnya.

“Jakarta adalah napas perubahan. Jika 2012 sudah berubah kita yakinkan terjadinya perubahan Indonesia pada 17 April mendatang,” kata Sandi disambut "Ewako!!!" oleh hadirin.

Sandi juga menyinggung pepatah Bugis yang terpampang di backdrop panggung deklarasi, itu : Teccau to MaegaE ri Segge'na ParewaE, yang bermakna, "Kekuatan Rakyat lebih kuat dari kekuatan Penguasa."

Ada spirit yang mengemuka, spirit itu sebagai cerminan dari Siri' Na Pacce, rasa malu - khasnya - bila tak berkomitmen dan tak menjadi bagian penting dari perorses perubahan ke arah lebih baik. Terutama yang terkait dengan Siri’ Mappakasiri’siri,’ yang berhubungan dengan etos kerja. Malu bila tak berkontribusi dalam menghasilkan karya terbaik bagi bangsa ini.

Dalam budaya Bugis - Makassar, dikenal Narekko degaga siri’mu, inrengko siri’ -  bila Anda tidak lagi punya malu (karena tak berkontribusi terbaik bagi kemaslahatan rakyat), maka pinjamlah kepada orang yang masih memiliki rasa malu (Siri’). Sebaliknya, Narekko engka siri’mu, aja’ mumapakasiri’-siri, bila masih punya rasa malu, maka berprestasilah, jangan membuat malu - apalagi mengingkari janji (janji kampanye, misalnya) atau berdusta.

Seperti dalam banyak acara, kehadiran Sandi selalu menjadi incaran emak-emak dan kaum millenial untuk foto bersama, begitu juga pada acara deklarasi yang berlangsung kemarin. Gembira dalam riuh jumpa dengan idola, sejak Sandi memasuki ruangan. | Bang Sem

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
Lingkungan