Setelah POM Jepang Mundur

Belum Jelas Siapa Pengganti Shinzo Abe

| dilihat 258

Ami Suzuki

Siapa yang akan menggantikan Perdana Menteri Jepang, Shinz? Abe - setelah lelaki keren dan rapi berusia 65 tahun itu mengundurkan diri, Kamis - 28 Agustus 2020, lalu.

Shinz? Abe menjadi perdana menteri terlama di Jepang. Presiden Partai Demokratik Liberal (LDP), itu menjabat Perdana Menteri Jepang, sejak 2012.

Dia bisa memimpin Jepang cukup lama, karena tak ada lawan politiknya yang kuat untuk mengimbanginya, seperti dikemukakan Kristin Surak adalah dosen pakar politik Jepang di University of London.

Kendati demikian, sampai mengundurkan diri karena alasan kesehatan, itu Abe tidak pernah mewujudkan mimpinya untuk mengamandemen, bahkan merumuskan ulang konstitusi Jepang. Khasnya, untuk melegitimasi militerisme nasionalis yang menjadi inti pandangan dunianya, sebagaimana sering dikemukakan berbagai ahli politik tentang Jepang.

Sampai 1 September 2020, belum ada 'orang kanan' Abe yang secara terbuka menunjukkan hasratnya secara terbuka menggantikan Abe.

Sejak menjabat perdana menteri, Abe beberapa kali mengemukakan gagasan yang mengekspresikan sikap politiknya yang bikin negara-negara jirannya di Asia Timur gemes.

Abe dianggap sosok yang terpolarisasi dan dinilai akan memperkuat hubungan militer Jepang - Amerika Serikat, yang mengemuka dalam diplomasi politiknya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Antara lain, terpercik lewat pandangan revisionisme sejarah ihwal catatan perang negara itu. Rencananya mengamandemen atau mengubah Konstitusi Jepang, juga dipandang banyak analis tentang Jepang, untuk memanifestasikan ambisi kepemimpinannya untuk memulai ekonomi Jepang, yang dikenal sebagai "Abenomics."

Pandangan politik kawasan Abe sering dinilai sebagai bagian dari upaya dia bersekutu dengan Trump menguasai Asia Pasifik, sebagai salah satu aksi politik yang bisa menghambat dominasi politik China.

Menteri Luar Negeri Jepang yang beken pada dekade 1980-an, Shintaro Abe, ayahnya, dipandang mewariskan mimpi (sekaligus pekerjaan rumah) yang belum selesai. Yakni, penyelesaian sengketa atas berbagai pulau dengan Rusia.

Meski karir politiknya mengikuti jejak paman buyutnya, Eisaku Sato - sebagai Perdana Menteri Jepang terlama, berbagai referensi tentang Abe menunjukkan, yang sangat kuat mempengaruhi wataknya adalah kakeknya, Nobusuke Kishi, yang menjabat sebagai menteri kabinet selama Perang Dunia II.

Sang kakek menjabat perdana menteri Jepang selama tiga tahun, dari tahun 1957 hingga 1960, yang juga berusaha untuk merevisi Konstitusi Jepang untuk mengambil peran militer dan diplomatik yang lebih tegas.

Pengunduran diri Abe, telah menimbulkan spekulasi dan sehari kemudian, Jum'at (29 Agustus 2020), saham di Tokyo turun tajam.

Indeks saham acuan Jepang merosot 2 persen, sementara mata uang yen menguat. Perkembangan ini menunjukkan, investor khawatir mundurnya Abe tidak memberikan pertanda baik untuk pertumbuhan ekonomi Jepang ke depan.

Bagi Abe, mundur adalah pilihan. Kali ini dia memenangkan dirinya dari berbagai kepentingan politik. Kepada pers dia mengemukakan, dirinya telah berjuang melawan kolitis ulserativa, penyakit radang usus yang tidak dapat disembuhkan.

Penyakit ini juga yang menyebabkan dia mundur, ketika menjabat Perdana Menteri Jepang pada 2007. Padahal, saat itu dia baru menjabat setahun.  Obat baru membantu Abe mengelola gejala penyakitnya, sehingga dia maju lagi dalam pemilihan umum dan memangku kembali jabatan perdana menteri pada masa jabatan keduanya.

Namun, kali ini penyakit itu tak bisa ditaklukkan, agaknya. Menyerangnya, sehingga saelama beberapa bulan terakhir, dia menghilang dari pandangan publik, dan jarak muncul dalam berbagai acara. Tak hanya itu, penyakit itu membuat Abe berubah dalam penampilan. Ia terkesan lambat dan pendiam.

Penyakit itu menyerangnya lebih kuat pada Juni 2020, sehingga Abe lebih banyak menghabiskan sebagian hari-harinya di Rumah Sakit Universitas Keio di Tokyo.

“Saya tidak percaya diri untuk merespon kepercayaan rakyat, saat saya menghadapi penyakit, melakukan pengobatan, menghadapi kesehatan saya tidak baik,” kata Abe. "Saya membuat keputusan bahwa saya tidak boleh melanjutkan pekerjaan saya sebagai perdana menteri."

Abe berjanji, secara proforma dia masih menjabat perdana menteri,  sampai para pemimpin LDP memilih penggantinya. Selama masa itu, pemerintahan akan dipimpin oleh wakilnya, Tarõ Asõ,  yang usianya justru lebih tua dari Abe. Jalan otomatis ini yang akan berlaku, karena pemilihan umum baru akan berlangsung Oktober 2021.

Selama ini, kepemimpinan Abe dipandang banyak analis politik sebagai pemimpin yang kuat, sehingga LDP menjadi kekuatan dominan dalam politik Jepang.

Abe, berhasil membawa stabilitas ke era hingar bingar dalam politik Jepang yang berputar melalui enam perdana menteri dalam beberapa tahun.

Bahkan, dalam masa jabatan keduanya, Abe berhasil melakukan transformasi ekonomi Jepang, menjadi terbesar ketiga di dunia, dan mampu keluar dari siklus deflasi.

Abe mengangkat eksistensi Jepang di panggung dunia dengan meningkatkan budget pertahanan dan meniadakan pembatasan pada militer Jepang. Yang menarik adalah keunikan Abe yang menempatkanj posisi Jepang di tengah persaingan Amerika Serikat dan China.

Abe menempatkan diri sebagai sekutu Amerika Serikat di bidang militer, dan menjadi sahabat China dalam menguasai perdagangan dunia.

Abe mnemang piawai mengendalikan politik, sosial, dan ekonomi Jepang, meski belakangan agak oleng dalam menghadapi serangan nanomonster pandemi Covid-19.

Simaklah, bagaimana Abe memimpin LDP  meraih beberapa kemenangan elektoral, yang terbesar adalah kemenangan telak pada pemilihan umum 2017.

Kala itu, LDP yang dipimpinnya, bersama dengan mitra koalisinya, menguasai dua pertiga kursi di Parlemen. Tetapi di sisi lain, pandemi nanomonster Covid-19 sulit dia hadapi, sehingga dia membatalkan ambisi dirinya dan Jepang, memimpin Olimpiade Musim Panas 2020 -- yang ditundanya sampai 2021 -- di Tokyo. Virus corona tak memungkinkan Olimpiade itu dilaksanakan.

Beberapa pekan lampau, seluruh kembang api yang disiapkan untuk upacara pembukaan olimpiade, itu diletuskan ke udara, di sekitar kawasan gunung Fuji.

Walaupun Jepang tidak menderita karena peningkatan infeksi dan kematian yang melanda seperti di Amerika Serikat, tetapi para kritikus menuding Abe, gagal menangani virus dengan lebih cepat dan tegas.

Infeksi Jepang memuncak pada kisaran 2.000 kasus baru per hari pada awal Agustus, walaupun kemudian menurun hingga di bawah 1.000 kasus baru per hari pada pekan-poekan terakhir.

Wabah nanomonster yang menggasar dunia, itu telah berdampak besar pada ekonomi Jepang, yang menyusut pada tingkat tahunan sebesar 27,8 persen antara April dan Juni dibandingkan dengan kuartal sebelumnya — kontraksi tertajam dalam catatan perkembangan ekonomi negeri Sakuira, itu.

Stasiun televisi pemerintah, NHK menyiarkan hasil jajak pendapat yang mengungkap, peringkat Abe dalam akseptasi raklyat, telah merosot ke rekor terendah 34%. Jajak pendapat itu menunjukkan, 47 persen publik responden merespon negatif performanya.

Celakanya, Abe tidak punya kader yang jelas untuk menggantikannya. Sejumlah nama memang disebut dan muncul dalam spekulasi. Setidaknya, tiga petinggi Jepang disebut namanya sebagai kandidat utama. Yaitu: Shigeru Ishiba, mantan menteri pertahanan dan pertanian; Fumio Kishida, kepala kebijakan LDP; dan kepala sekretaris kabinet Yoshihide Suga.

Di jajaran partai, nama Ishiba, yang dianggap terdepan, populer di, meski tidak begitu populer di kalangan pemimpin faksi senior. Apalagi, dia pernah menjadi saingan utama Abe di LDP dan banyak mengkritik kebijakan Abe, karena terlalu murah hati kepada orang kaya.

Akan halnya Suga, yang mahir mengelola birokrasi, dinilai banyak analis tak termasuk yang diunggulkan Abe, yang lebih cenderung mendukung Kishida untuk membendung Ishiba. Dalam situasi itu, muncul nama menteri luar negeri saat ini, Toshimitsu Motegi dan menteri pertahanan Taro Kono.

Sayang, kesemua nama itu tak punya performa sekaliber Abe. |

Editor : Sem Haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
03 Sep 20, 21:13 WIB | Dilihat : 283
Cerita Seputar Alterasi Seni Rupa - Seni Tari
26 Agt 20, 09:04 WIB | Dilihat : 332
Tilik Indonesia Gaya Bu Tedjo
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 573
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
22 Mei 20, 05:26 WIB | Dilihat : 1101
Refleksi Lagu Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya
Polhukam
24 Sep 20, 07:26 WIB | Dilihat : 79
Mahathir Usulkan Pemungutan Suara Mosi Tidak Percaya
24 Sep 20, 19:45 WIB | Dilihat : 101
Anwar Ibrahim Konsisten Memburu Kursi PM
24 Sep 20, 18:22 WIB | Dilihat : 122
Anwar Ibrahim Sang Aktor
Selanjutnya