- Melirik Konvensi Capres Partai Demokrat

Anies Baswedan Berbeda

| dilihat 1804

Bang Sem

DALAM situasi ketika Partai Demokrat menjadi salah satu gerbong alternative koalisi baru dalam menghadapi Pemilihan Umum Presiden – Wakil Presiden 2014, serta sikap Ketua Umum Partai Demokrat Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terus menggelar Konvensi Capres PD, Anies Baswedan menjadi penting. Ia merupakan potret orang muda yang paling konkret menunjukkan sikap konsisten.

Dahlan Iskan, sudah lebih awal meminta Komite Konvensi mencoret namanya, meski kemudian terus mengikuti program tersebut. Baik karena serangan bertubi yang merangsek ke arahnya. Juga karena pandangan banyak kalangan, tak adanya peserta yang tereliminasi, membuat konvensi ini terkesan sebagai parade bakal capres. Dahlan mengambil inisiatif untuk ‘mundur.’

Marzuki Alie, selepas pemungutan suara 9 April 2014, sudah menyatakan, Konvensi Capres PD ini sudah tidak relevan lagi. Apalagi, belakangan popularitasnya terbukti tak membawanya kembali ke Senayan. Begitu juga halnya dengan Hayono Isman.  Irman Gusman, seperti kehilangan pamor. Akan halnya Gita Wirjawan, sejak Jokowi diumumkan sebagai Capres PDIP, melalui sejumlah tim suksesnya, terkesan begitu dokoh menjadi cawapres. Baik situs maupun koran Jurnal Nasional yang setiap hari menyanjung dirinya, seolah mewawar, Gita Wirjawan lah yang paling pas jadi cawapres Jokowi.

Belakangan, begitu tim Jokowi tak menoleh, dan publikasi tentang dirinya seperti ‘menjual kitsch yang tak ditoleh,’ para tim suksesnya sibuk membuat citra baru, mengolah alih citra, seakan-akan dialah yang paling pas menjadi Cawapres Prabowo Subianto. Tim Prabowo pun nampaknya tak menoleh ke arah Gita, meski hanya sekejap.  Gita yang mundur dari posisi sebagai Menteri Perdagangan untuk kepentingan konvensi di tengah fluktuasi harga beras impor, cabe, bawang, dan keperluan pokok rakyat, itu terbilang yang paling intens melakukan pencitraan diri (dengan segala jurus). Tapi, lagi-lagi tak tertoleh. Gita Wirjawan pantasnya memang kembali ke dunia bisnis, termasuk bisnis entertainment. Tempatnya di sana.

Bila konvensi PD menerapkan formula konvensi Partai Demokrat Amerika Serikat, mestinya peserta Konvensi PD tinggal Jendral (TNI.Purn) Endiartono Sutarto, Jendral (TNI. Purn) Pramono Edhie Wibowo, dari kalangan mantan militer. Dari kalangan orang muda, tinggal  Anies Baswedan (teknokrat), Ali Masykur Musa (politisi), dan Dino Patti Djalal (birokrat).

Melihat formasi peluang PD dalam pusaran politik Indonesia, baik dalam konteks SBY factor atau Democrat Key pilihan strategis yang bisa dilakukan adalah menjadi determinant of coalition atau smart opposition party. Dalam kedua konteks itu, konvensi menjadi menarik. Karena, baik Endiartono Sutarto, Pramono Edhie, Anies Baswedan, Ali Masykur Musa, dan Dino Patti Djalal mempunyai kualifikasi khas  dalam pemerintahan ke depan. Tinggal lagi, bagaimana pasar (minimal kader PD) sebagai konstituen konvensi menentukan melalui survey.

Secara subyektif, saya melihat Anies Baswedan yang paling konsisten dengan visi dan misinya sebagai peserta Konvensi PD. Dia tak berpaling sekejappun dari perjuangan dia sebagai bakal Capres PD. Dia juga konsisten untuk ‘cuti’ sebagai Rektor Universitas Paramadina selama mengikuti konvensi. Dalam banyak hal, Anies Baswedan berbeda dengan para peserta lain, menjadikan ajang konvensi PD sebagai proses melakukan pendidikan dan pembelaaran politik bagi kalangan muda. Ia memperjuangkan optimisme, sehingga dapat mengontrol ambisinya dengan sangat baik. Ia hadir di tengah proses konvensi sebagai salah dian untuk menerangi remangnya aksi partai politik yang abai melaksanakan fungsi utamanya: mendidik rakyat.

Lepas dari terpilih atau tidak dalam konvensi, bagi saya kehadiran Anies Baswedan telah menjadi alternatif yang menarik menjadi parameter suksesi, ketika proses suksesi berpijak pada asas sustainabilitas pembangunan untuk menuju Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan berperadaban unggul pada 2045 kelak. |

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 441
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
03 Okt 19, 12:21 WIB | Dilihat : 178
Pertamina Bersinergi dengan PLN di Bisnis Kelistrikan
04 Okt 19, 12:21 WIB | Dilihat : 196
Sekolah Percaya Diri Pertamina
Selanjutnya
Sporta
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 782
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1621
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1329
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
Selanjutnya