Analisis Media dan Pengelolaan Isu Kebijakan

| dilihat 802

Ade Cahyadi Setyawan 

PENGELOLAAN kebijakan yang tepat diantaranya dengan dapat mengelola informasi berbagai media dengan baik. Munculnya media sosial juga merupakan salah satu faktor pendorong bagaimana informasi dapat dengan cepat tersebar luas.

Teknologi juga mempengaruhi kecepatan informasi tersebar, misalnya dengan ‘screenshoot’ sumber berita pada layar handphone kemudian dengan cara menyebarkannya melalui media sosial ataupun  instan messenger . Dalam ranah analisis media umumnya ada dua media yang dianalis, yaitu analisis media massa dan analisis sosial media.

Munculnya perusahaan-perusahaan big data merupakan fenomena bahwa tingkat kebutuhan atas jasa pengelolaan informasi semakin meningkat. Umumnya para pengembang menggunakan teknologi artificial intelligence (kecerdasan buatan).

Namun pada kenyataannya dalam analisis media, penerjemahan data tersebut bergantung kemampuan analis. Maka benarlah seperti kata pepatah “The Man Behind The Gun”.

Oleh karenanya tidak salah jika disiplin ilmu Komunikasi, Politik, dan khususnya Linguistik dibutuhkan dalam membaca dan mengalisis data tersebut. Namun, sesungguhnya ilmu dasarnya adalah semantik yaitu cabang ilmu linguistik yang mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain.

Kecenderungan Analisis

Dalam menganalisis suatu media umumnya dibagi berdasarkan beberapa sentimen pemberitaan yang ada bergantung isu maupun pengguna jasa analisis media. Umumnya dalam dunia analisis media akan dibagi menjadi tiga, yaitu; sentimen positif, sentimen netral, dan sentimen negatif. Walaupun tidak jarang ada yang menambahkannya dengan sentimen kritis.

Sebagai contoh misalnya seberapa besar dampak informasi media yang ditimbulkan akibat suatu pemberitaan terkait isu ‘pelarangan cantrang’. Dengan melakukan analisis media jika diketahui bahwa ternyata bersentimen negatif, tentunya pemberi kebijakan tersebut harus melakukan evaluasi kebijakan.

Dapat diketahui bahwa pada awalnya regulasi pelarangan alat tangkap cantrang berakhir pada akhir Juni 2017. Namun isu tersebut menguat di berbagai media, media massa maupun sosial media di bulan Mei 2017 yang kecenderungannya bersentimen negatif. Kemudian diketahui kebijakan tersebut diundur hingga 31 Desember 2017.

Analisis informasi media sehingga dapat berperan penting dalam pengelolaan isu kebijakan oleh stakeholder terkait. Tingkat kecepatan dalam memutuskan suatu kebijakan merupakan cermin dari kinerja yang efektif selain itu juga dapat meningkatkan citra di mata masyarakat.

 

Cara Kerja Analis Media

Analis media akan melakukan verifikasi isi pemberitaan berdasarkan data yang berasal dari big data. Diantaranya analisis yang berasal dari pilihan kata berdasarkan gradasi maknanya. Misalnya isi pemberitaan, nelayan ‘mengamuk’ tentunya berbeda dengan nelayan ‘menolak’. Dimana nantinya juga berpengaruh terhadap tingkat sentimennya.

Selain itu, analis media akan melakukan perbandingan pemberitaan berbagai media. Nantinya perbandingan tersebut juga berpengaruh terhadap hasil analisnya. Selain itu, analis media juga harus memahami karakteristik media khususnya media massa. Karakteristik media yang fokus pada pemberitaan ekonomi dan bisnis tentu berbeda dengan media yang fokus pada pemberitaan politik.

Setelah itu analis media akan memberikan kesimpulan hasil analisisnya, apakah mayoritas bersentimen positif, negatif, netral atau kritis. Kemudian memberikan rekomendasi terkait dengan pengelolaan informasi serta strategi komunikasi bagi pengguna jasa analisis media. Tidak jarang juga akan melakukan analisis prediktif kejadian berdasarkan hasil analisis media.

 

Penulis Analis Media PT. Akarpadi Selaras Media

Editor : sem haesy | Sumber : wartaekonomi
 
Ekonomi & Bisnis
01 Nov 17, 17:04 WIB | Dilihat : 1017
Jalan Panjang Pengaturan Transportasi Online di Indonesia
06 Okt 17, 14:55 WIB | Dilihat : 1166
Sistem dan Keunggulan
16 Jan 17, 22:32 WIB | Dilihat : 760
Samsung Dililit Krisis Lagi
08 Jan 17, 12:51 WIB | Dilihat : 471
Pramugari Vera dan Kemuliaan Melayani
Selanjutnya
Energi & Tambang
19 Des 16, 10:43 WIB | Dilihat : 612
Perlu Kesadaran Kolektif untuk Efisiensi Energi
15 Des 16, 21:23 WIB | Dilihat : 834
Pertamina Serius Investasi di Hulu
Selanjutnya