Adu Siasat Pemilu Malaysia Makin Seru

| dilihat 1720

PILIHAN Raya Umum (PRU) ke 14 Malaysia, segera berlangsung paruh pertama dan kedua Mei 2018. Suasana suam (hangat) politik juga sudah terasa.

Berbeda dengan PRU sebelumnya, terutama PRU 12, yang merupakan panggung kompetisi antara koalisi Barisan Nasional atau BN (Partai-partai : UMNO – United Malays Nation Organization, MCA – Malaysia China Association, MIC – Malaysia Indian Congress, Gerakan) melawan pembangkang (oposan)  Pakatan rakyat (Partai-partai DAP – Democratic Action Party, PKR – Parti Keadilan Rakyat, dan PAS - Parti Islam Se- Malaysia ). Kali ini kubu pembangkang berubah koalisi menjadi koalisi PAKATAN HARAPAN (terdiri dari DAP, PKR, AMANAH - Parti Amanah Negara, dan BERSATU - Parti Pribumi Bersatu ). PAS melenggang sendiri di antara kedua koalisi itu.

Karena tokoh pembangkang Anwar Ibrahim masih di dalam penjara, Pakatan Harapan mengusung Tun Dr. Mahathir Mohammad sebagai pemimpin pembangkang. Pakatan juga mengusungnya menjadi calon Perdana Menteri mendatang, berpasangan dengan Dr. Wan Azizah Wan Ismail (isteri Anwar Ibrahim) – pemimpin PKR – sebagai calon Wakil Perdana Menteri.

Terbangunnya Pakatan Harapan ini menarik, karena para kampiun yang semula berseteru : Lim Kit Siang, Anwar Ibrahim, Mahathir Mohammad, Mat Sabu, dan lainnya, melupakan perseteruan mereka di masa silam. Untuk pergerakan ke masa depan, mereka memulai langkah baru : bersekutu.

Pencalonan Tun Mahathir – mantan PM Malaysia selama dua dasawarsa lebih – yang kini berusia 92 tahun, sebagai PM Malaysia mendatang, awal Desember 2017 lalu, mulanya mengejutkan. Namun, melihat kondisi Tun yang masih sharp dalam berfikir dan sehat, keputusan itu dianggap tepat.

Keputusan Pakatan Harapan, agaknya membuat Barisan Nasional yang dipimpin Dato Seri Muhammad Najib Tun Razak (PM Malaysia sekarang), agaknya was-was dengan sepak terjang para pembangkang belakangan hari. Apalagi pada PRU 12, Pakatan Pembangkang berhasil menguasai 5 dari 9 Negeri Persekutuan Malaysia, termasuk Negeri Selangor tempat Pusat Pemerintahan Putera Jaya dan Ibukota Kuala Lumpur berada. Belum lagi para kampiun dari Parti Semangat 46, juga nampak condong ke Pakatan Harapan.

Tak hanya itu. Bergabungnya Tun Mahathir (bersama Muhyidin – bekas Wakil PM Najib, Mukhriz Mahathir, dan para mantan kader UMNO militan dan senior melalui Parti Bersatu), dipandang akan menjadi arus besar yang bisa menggoyahkan kedudukan BN. Mereka kuatir di PRU14 ini akan mengalami nasib lebih parah dibanding dengan hasil PRU 12, ketika BN hanya menang tipis saja.

Kendati demikian, dalam berbagai pidatonya sampai penghujung April 2018, Najib masih menggambarkan, dirinya dan BN akan memenangkan kontestasi di PRU14 mendatang.

Mirip Slogan Donald Trumph

KANTOR berita AP menggambarkan suatu hasil jajak pendapat belum lama berselang, bahwa PRU14 merupakan ajang kontestasi yang paling seru dan ‘keras.’

Mahathir dan para pembangkang, tak pernah henti melontarkan berbagai isu yang dipercayai rakyat, terutama generasi muda. Secara bersamaan, pada 13-14 April lalu, kubu kaum muda BN melontarkan isu yang sebaliknya, dan memberikan dukungan penuh kepada Najib.

Dalam penelusuran lapangan di berbagai kedai kopi dan tempat sembang-sembang (ngobrol), bahkan di seputaran markas UMNO, di kawasan Putera World Trade Center (PWTC), anak-anakmuda, terkesan lebih percaya pada isu yang dilontarkan Tun Mahathir.

Isu yang dilontarkan Tun Mahathir - mantan mentor Najib, terkait skandal suap dan pencucian uang, arus besar investasi Tiongkok sekaligus dengan tenaga kerjanya, dan penguasaan sejumlah zona industri oleh investor Tiongkok, termasuk rencana pembangunan kereta api supercepat Kuala Lumpur – Singapura, sedemikian penetratif.

Hal ini menyulitkan BN yang dipimpin Najib untuk menjamin kemenangan koalisi BN yang sudah berkuasa sejak Malaysia merdeka, 1957. Najib, berusaha sekuat tenaga dengan beragam cara mempertahankan kekuasaan, termasuk meluncurkan manifesto pilihan raya dengan beragam janji dan rencana aksi, seperti manfaat uang tunai bagi pekerja berpenghasilan rendah, pemuliaan puak Melayu pedesaan, blok pemungutan suara kunci, dan janji untuk menciptakan jutaan pekerjaan. Najib menawarkan sesanti kampanye, "Jadikan negara saya hebat dengan BN," yang mirip dengan slogan kampanye pemilihan Donald Trump 2016, "Make America Great Again."

Kepada kantor berita AP, Najib menyatakan, "Pemilihan ini bukan tentang Najib versus pemimpin oposisi. Pemilihan ini bukan tentang BN versus oposisi." PRU14 di mata Najib dan BN adalah kontestasi koalisi partai dalam memberikan kehidupan yang lebih baik rakyat dan masa depannya.

Najib mengamsalkan, PRU14 merupakan ajang perang. "Perang ini, harus kita menangkan! Jangan pernah membiarkannya menjadi (kemenangan) oposisi!," kata Najib.

Setarikan nafas, rakyat, konstituen bahkan sampai ke pedesaan, seperti kawasan Putra Jaya dulu, sebagai medan perang besar antar politisi.

Pemerintah Bekukah Partai Bersatu

Laju Tun Mahathir juga terhambat. Partai Bersatu yang didirikannya, dibekukan sementara oleh pemerintah yang dipimpin Najib, selama 30 hari. Sebagaimana diisyaratkan RoS (Registrar of Societies), Partai Bersatu, sementara (harus) bubar.

Pembekuan Partai Bersatu itu dilakukan awal April 2018 lalu, sebelum PM Najib mengumumkan pelaksanaan PRU14. Artinya, Partai Bersatu, tidak akan diizinkan untuk melakukan kegiatan partai apa pun, menunggu banding dan pemberitahuan untuk memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga pemerintah.

Menurut The Star, direktur jenderal RoS Surayati Ibrahim mengatakan Bersatu telah gagal memenuhi pemberitahuan 28 Februari RoS yang meminta dokumen dan rincian mengenai partai tersebut. Termasuk menggunakan logo partai.

RoS dapat membatalkan perintah pembekuan sementara, itu jika Partai Bersatu berhasil menyerahkan semua dokumen dan informasi yang diperlukan selama masa pembekuan tersebut.

Direktur Jenderal RoS, Surayati Ibrahim, menolak berkomentar terkait dugaan, bahwa tindakan pemerintah itu merupakan taktik politik untuk melarang Bersatu dari ikut serta dalam pemilihan umum. Seperti dikutip New Straits Times, Surayati mengatakan, bahwa RoS bertindak atas permintaan dari anggota partai tersebut.

Surat kabar The Sun mengabarkan, beberapa anggota Partai Bersatu tidak puas dengan berbagai aktivitas partai, termasuk hal-hal teknis terkait dengan rapat dan aministrasi kepartaian.

Kalangan pembangkang sama bersuara, mengatakan, bahwa tindakan pemerintah membekukan Partai Bersatu, merupakan langkah pemerintahan BN, mencegah Partai Bersatu ikut dalam pemilihan, sekaligus menggoyahkan pembangkang.

Pembekuan sementara itu, otomatis mengubah banyak hal yang sudah dipersiapkan koalisi pembangkang, termasuk menghilangkan gambar Mahathir dari atribut kampanye.

Akan buntu kah langkah perjuangan koalisi pembangkang? Belum tentu.  Najib limbung, Mahathir terganjal. Adu siasat makin seronok (seru). |  Zainoon

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Sporta
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 315
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 337
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
11 Jul 18, 08:53 WIB | Dilihat : 553
Sundulan Berkah Umtiti Hantar Perancis ke Final
12 Okt 17, 09:39 WIB | Dilihat : 1396
Golf Memadupadan Olah Raga dengan Olah Rasa
Selanjutnya
Seni & Hiburan
10 Jul 18, 10:28 WIB | Dilihat : 519
Anggi.. Lepaskan
09 Jul 18, 16:34 WIB | Dilihat : 567
Ketika Polisi Berpuisi di Watulumbung
26 Jun 18, 11:26 WIB | Dilihat : 1190
Percakapan di Lereng Bukit
19 Jun 18, 15:10 WIB | Dilihat : 630
Gegauan Sate Buntel
Selanjutnya