Pandemi Covid 19

Anies dan Pemprov Jakarta Proaktif Lindungi Warga dari Virus Corona

| dilihat 430

Mohammad Haedar

Bagaimana melihat dan menilai sosok pemimpin yang sesungguh pemimpin? Lihatlah bagaimana cara dia berfikir, bersikap, dan bertindak menghadapi bahaya yang mengancam rakyat yang dipimpinnya.

Anies Baswedan, Gubernur Jakarta, menunjukkan kualitas dirinya sebagai pemimpin terbaik saat ini. Kapasitas, kompetensi, dan watak kepemimpinannya jelas.

Bukan hanya dalam menunaikan seluruh janji politiknya ketika kampanye, jauh dari itu, dia berkomitmen kongkret melindungi warga Jakarta, rakyat yang secara langsung menjadi tanggungjawabnya.

Dalam hal banjir Jakarta, Anies menunjukkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan yang nyaris dimiliki hanya oleh segelintir pemimpin negeri ini.

Dia ada bersama warganya. Hanya kaum pandir yang buta mata dan buta hati  yang tak merasakan resonansi kepemimpinan Anies.

Kini, ketika World Health Organization (WHO) telah menyatakan dunia dalam keadaan pandemi, akibat penyebaran virus corona (Covid 19) dari Wuhan, China, yang sekaligus menerjang perekonomian dunia, lagi Anies melakukan respon cepat.

Anies menempatkan ancaman Covid 19 sebagai prioritas utama perlindungan warga. Sejak penghujung Febrari 2020, Anies sudah merespon aktif segala informasi tentang Covid 19, untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang jernih tentang virus yang membahayakan itu.

Awal Maret 2020 dia sudah melakukan koordinasi aktif dengan seluruh kalangan yang bertanggungjawab langsung terhadap pencegahan, penanganan, rehabilitasi dan perlindungan kesehatan rakyat.

Dari Balaikota Jakarta, Anies mengemukakan Pemerintah Provinsi Jakarta yang dipimpinnya, memilih untuk melakukan tindakan proaktif yang sama sebagai sikap bertanggung jawab melindungi warga dari potensi tertular Virus Corona.

Lima langkah ditempuh Anies merespon ancaman bahaya kemanusiaan ini.

Pertama, di tingkat internal jajaran Pemprov DKI Jakarta. Anies membentuk tim review perizinan, terdiri dari jajaran Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, yang bertugas mereview seluruh rencana kegiatan yang akan diselenggarakan di Jakarta. Apapun kegiatan yang akan diselenggarakan di Jakarta oleh siapapun, harus dilaporkan ke tim review perizinan;

Kedua, bila di jajaran Pemprov DKI Jakarta ada pribadi yang memiliki gejala seperti Corona Virus, maka atasannya dan yang bersangkutan harus melaporkan dirinya kepada Dinas Kesehatan (DinKes). Dan selama menunggu pemeriksaan, Dinkes harus isolasi mandiri. Selama isolasi mandiri, tidak ada pemotongan gaji/tunjangan kinerja;

Ketiga, untuk dua pekan ke depan (sejak 11 Maret 2020), demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dari potensi penularan, Pemprov DKI Jakarta meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day).

Keempat, Jakarta terjadual untuk menjadi tuan rumah Formula E pada Juni 2020. Setelah komunikasi intensif, memantau perkembangan di seluruh dunia, demi menjaga keselamatan dan kesehatan warga Jakarta, maka Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menunda pelaksanaan Formula E di bulan Juni;

Kelima, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta juga telah diinstruksikan untuk mengurangi kegiatan jabat tangan dan kontak fisik langsung, tanpa mengurangi rasa hormat satu sama lain. Mari kita biasakan di hari-hari ke depan ini untuk membatasi kontak langsung;

Kelima langkah itu ditempuh Anies, terkorelasi dengan prioritas melindungi setiap tumpah darah Indonesia. "Karena hal itu perintah konstitusi yang menempel kepada Pemprov dan kita laksanakan perintah konstitusi itu dengan sebaik-baiknya," tegas Anies. "Tapi ini tidak cukup hanya dikerjakan oleh Pemprov DKI. Kami mengajak kepada seluruh masyarakat, termasuk dunia usaha, mari nomor satukan keselamatan," lanjutnya.

Kendati demikian, Anies tetap menjaga dan memelihara situasi dengan cerdas. Dia paham sebagai pemimpin di tengah masyarakat yang hidup di alam pikiran presumtif.

Dengan bahasa komunikasi yang arif dan pilihan tutur bahasa yang baik, Anies mengatakan, "Teman-teman sekalian, tidak perlu panik dan jangan menyebarkan berita-berita yang belum terkonfirmasi. InsyaAllah kita semua segera terbebas dari wabah ini, dan bisa kembali berkegiatan dengan baik."

Kelima langkah itu merupakan bagian tak terpisah dari rangkaian aksi cepat merespon ancaman Covid 19, yang dilakukan pekan lalu. Ketika Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan semua pimpinan 190 rumah sakit yang ada di Jakarta. "Kita mengundang pembicara dari Rumah Sakit Pusat Sulianti Saroso dan dari Kementerian Kesehatan untuk memberikan penjelasan kepada semua pimpinan rumah sakit agar semua memiliki pemahaman dan protokol yang sama, ketika menemukan kasus (Covid-19) di Jakarta," jelas Gubernur yang tampan rupa elok akalbudi, itu.

Koordinasi dan diskusi interaktif diikuti para Direktur Rumah Sakit di Jakarta; Para Ketua Organisasi Profesi; Para Ketua Perhimpunan Profesi; dan Para Ketua Asosiasi Rumah Sakit.

Pemprov Jakarta, menurut Anies, ingin semua tanggap, bukan hanya di jajaran dan rumah sakit milik Pemprov, serta di puskemas, tapi juga semua rumah sakit yang ada di ibu kota. Semoga dengan adanya komunikasi yang intensif, kita semua mengirimkan pesan kepada masyarakat, bukan hanya jajaran pemerintah, tapi swasta dan seluruh tenaga tenaga medis di Jakarta dalam posisi siap.

Anie mengemukakan kepada seluruh jajaran kesehatan yang berada di Jakarta, yang menjadi  garda terdepan di dalam menghadapi masalah ini. Dia juga mengingatkan, yang paling awal merasakan keletihan dan kegelisahan adalah tim kesehatan semuanya. Bahkan, Anies mengingatkan, mereka juga yang paling tinggi resikonya untuk terpapar.

"Kami berharap jaga motivasi semangat bagi seluruh jajaran yang ada di rumah sakit yang Ibu/Bapak pimpin. Sampaikan pesan kepada semuanya, bahwa kita ingin ambil sikap tanggung jawab. Dan untuk semua di dinas/jajaran Pemprov, terus jalin komunikasi intensif. Mari kita tunjukan bahwa kita siap mengambil tanggung jawab yang cukup besar. Mari kita jaga Jakarta kita sama-sama," tegas Anies Baswedan.

Yang penting dipahami adalah, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mendahulukan perlindungan atas warga, katimbang menyoal laku lancung mempolitisasi situasi. |

 

| Informasi : Bila memiliki pertanyaan atau melaporkan dugaan #Covid19 silakan hubungi 112 atau Hotline #jakartatanggapcorona Dinkes DKI 0813 8837 6955.|

Editor : bungsem | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1047
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1457
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 646
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1071
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya
Budaya
22 Mar 20, 10:39 WIB | Dilihat : 280
Jarak Budaya - Jarak Sosial dan Paradoks Kemanusiaan
28 Jan 20, 09:32 WIB | Dilihat : 323
Saatnya Geli dan Terbahak
28 Okt 19, 11:57 WIB | Dilihat : 633
Sumpah (Serapah) Pemuda
Selanjutnya