Silaturahmi Ulama di Telaga Imani Ibukota Jakarta

| dilihat 1392

Catatan Bang Sem

KAMIS, 29 Maret 2018, Balai Agung – Balai Kota DKI Jakarta – Jalan Medan Merdeka Selatan bertabur habaib, ulama, kyai, ustadz, dan ustadzah se DKI Jakarta.  Di luar hujan rinai turun malam itu.

Maghrib sudah berlalu. Beberapa Kyai nampak berada di lobby tengah, antara ruang kerja Gubernur DKI Jakarta dengan auditorium yang diubah-suai menjadi tempat salat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Syaifullah yang juga Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) menemani beberapa kyai dan ustadz, yang terlihat mengenakan thub dan serban. Di situ tersedia kopi, teh, dan camilan.

KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie dan KH Syukran Makmun, datang kemudian. Meski sudah nampak berusia, keduanya masih tampak karib, ingatannya segar mengenali koleganya.

Tampak juga KH Zaitun Rasmin – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ramah menyalami hangat setiap kolega. Begitu juga KH Drs. Mohammad Siddik, MA – Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang didirikan oleh almarhum Moh Natsir.

Tak berapa lama Gubernur Anies Rasyid Baswedan masuk ke lobby dalam, mengiringi Syeikh Khalid Al Hamoudi, seorang ulama - pimpinan Al Manarah al Islamiyah dari Makkah al Mukarramah – Saudi Arabia, yang duduk di kursi roda.

Syeikh Khalid adalah sahabat Anies. Keduanya karib satu dengan lainnya dan sama terkenal sebagai anak-anak yang sungguh menghormati orang-tuanya. Syeikh Khalid, disamping karena keilmuannya, juga dikenal karena aksesnya yang kuat dengan petinggi Kerajaan Saudi.

Usai salat Isya’ berjama’ah yang diimami Syaikh Khalid, para habaib, ulama, kyai, ustadz, dan ustadzah langsung bergerak ke ruang antara beranda dan ruang kerja Gubernur. Di situ, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan perjamuan.

“Ini untuk pertamakalinya ruangan ini dipakai untuk acara perjamuan, dan kesempatan ini dibuka dengan acara silaturrahim ulama. Anies lalu bercerita tentang Syeikh Khalid yang giat berdakwah di Afrika, Eropa, dan Asia, termasuk di Indonesia.

Syeikh Khalid baru datang dari Papua, berdakwah di sana. Dia disertai seorang ulama dari Ghana, Afrika Barat, kolega Hidayat Nurwahid – Wakil Ketua MPR RI -- ketika sama menuntut ilmu di Saudi Arabia.

Anies bercerita tentang Syeikh Khalid, acapkali selalu mengenakan kopiah bila berdakwah di Indonesia. Syeikh Khalid juga kerap menjadi telangkai para ulama Indonesia dengan para ulama Saudi Arabia, khasnya di Makkah al Mukarramah.

Lantas Syeikh Khalid bicara. Dia mengemukakan rencananya menyelenggarakan Multaqa Ulama Afrika – Eropa dan Asia di Jakarta, selepas lebaran nanti. Sebelumnya, Syeikh sudah menyelenggarakan hal yang sama di Padang, Juli 2017. Termasuk melakukan simposium jurnalis muslim.

Tak berapa lama, masuk Ustad Bachtiar Natsir yang datang terlambat, menyusul Syafi’ie Antonio dan beberapa ustadz lainnya.

Syeikh Khalid mengamsalkan pertemuannya dengan para ulama malam itu, laksana perjumpaan dengan para bintang, yang wajah-wajahnya memancarkan cahaya.

“Allah Subhanahu wa Taala akan mencerahkan wajah seseorang yang mendengar kebenaran dan menyampaikannya kepada khalayak ramai,” sebutnya, ketika menyinggung aktivitas dakwah yang terus dilakukan para ulama Jakarta itu.

Dia memuji Anies sebagai sosok intelektual dan pemimpin yang sangat menghormati orangtua, terutama ibunya. Perilaku Anies, menunjukkan akhlak yang, insyaAllah akan membuatnya terus berada dalam bimbingan Allah dalam mengemban amanah rakyat Jakarta.

Banyak hal dikemukakan Syeikh Khalid, terutama tentang aktivitas dakwah yang harus terus dilakukan. Dia berharap, pertemuan dengan ulama semacam itu, dapat dilakukan Anies sekali tiga bulan di tempat itu.

Sebelum-sebelumnya, Anies telah melakukan hal yang sama, termasuk majelis taklim kaum perempuan, di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta – Jalan Taman Surapati – Jakarta Pusat.

Anies membuka dialog dan memberi kesempatan sejumlah ulama bicara. Dimulai dengan KH Syukran Makmun, yang mewanti-wanti ihwal persatuan ummat Islam, menguatkan ukhuwah. Esensinya, menyerukan soliditas dan solidaritas, tanpa membedakan mazhab yang berada dalam lingkup ahlus sunnah wal jama’ah yang diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia.

KH Syukran Makmun juga memandang dialog semacam yang berlangsung malam itu, dapat terus dilakukan untuk mendahulukan persamaan. Dengan cara demikian, menurut KH Syukran Makmun, ukhuwah islamiyah dapat berlangsung baik.

KH Mohammad Siddiq juga menyerukan hal yang sama. Sekaligus memngisyaratkan aktivitas dakwah yang mesti memadu harmoni antara dakwah bil litsan dengan dakwah bil hal. Ketua Umum DDII ini juga mengungkap sekilas tentang organisasi yang didirikan Moh Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, AR Baswedan (kakek Anies Baswedan) dan kawan-kawannya itu.

Syafi’ie Antonia mengemukakan berbagai gagasan tentang entrepreneurship Islam untuk kebangkitan ekonomi umat. Dengan bahasa Arab yang fasih, Syafi’ie Antonia mengisyaratkan perlunya upaya melakukan nahdlatut tujjar, kebangkitan entrepreneur muslim.

Pandangan Syafi’ie Antonio selaras dengan aksi dakwah ekonomi yang sedang dilakukan oleh Syarikat Islam, melengkapi dakwah tarbiyah dan mu’amalah yang berhasil dilakukan Jami’at Kheir - Nahdlatul Ulama – Muhammadiyah – Al Irsyad Al Islamiyah – Nahdlatul Wathan, serta berbagai organisasi muslim lainnya.

Anies juga mempersilakan beberapa ustadzah yang aktif di Majelis Taklim untuk bicara. Gayung bersambut, dua ustadzah yang bicara, mengusulkan kepada Syeikh Khalid, agar dalam Multaqa Ulama yang akan digelar di Jakarta, itu juga dilibatkan kaum perempuan.

Saat jeda dialog, Anies Baswedan, memperkenalkan perempuan belia, Rifdah Farnidah, yang baru berusia 22 tahun. Belia ini telah mengharumkan nama Indonesia, cemerlang di panggung dunia. Rifdah baru kembali dari Yordania ikuti Musabaqah Hifdzil Quran sedunia dan meraih juara II. Hanya dia, juara yang bukan berasal dari negara Timur Tengah.

Pengasuh Rifdah, Uztadzah Muthmainnah dari Institut Ilmu al Qur’an (IIQ) menjelaskan, Rifdah merupakan  seorang hafidzah yang mutqin. Dia hafal Al-Quran 30 juz. Tahun lalu Rifdah juara pertama MHQ nasional mewakili DKI Jakarta, kali ketiganya ia raih juara pertama MHQ tingkat nasional.

Rifdah yang malam itu diundang ke Balaikota bersama ibu dan pengasuhnya, itu nampak rendah hati. Malam itu dia membaca penggalan surah Al Hasyr ayat 18-24.

Kala Rifdah melantunkan beberapa ayat, itu suasana hening. Ruangan Balaikota yang bangunannya berusia dua abad – dan malam itu diubah menjadi ruang perjamuan – hening seketika.

Suasana menjadi haru, ketika Syeikh Khalid spontan, menempatkan Rifdah menjadi ‘anak,’ sehingga melengkapi keluarganya, yang sudah dikaruniai dua anak perempuan – yang juga hafidzah. Syeikh Khalid, mengekspresikan rasa kagum dan apresiasinya, sekaligus menyatakan, memfasilitasi Rifdah bersama kedua orangtuanya, dan Ustadzah Muthmainnah beserta suaminya untuk beribadah haji di Makkah al Mukarramah.

“Saya akan menunggu dan menyambut di Mekkah, di mana Rifdah dan rombongan akan menjadi tamu Allah, dan tamu kehormatan di mata saya. Saya akan menerimanya sebagai keluarga,” ujar Syaikh Khalid.

Takbir dan tahmid terdengar seketika. Anies melukiskan suasan saat itu dengan kalimat, “Ruangan bergema, hati tergerak, mata membasah.”

Seperti tulis Anies, kemudian, selepas acara berlalu, tak ada hadirin yang tak terharu mendengarnya, puluhan pasang mata menitikkan airnya. Takbir dan tahmid bersahutan. Bangunan kokoh Balai Kota terasa bergetar.

Malam itu, Anies juga mendapat hadiah pakaian kebesaran Ghana dari da’i negara itu, yang sekaligus mengundangnya datang ke sana.

Anies sudah memulai tradisi baru yang indah di Balaikota DKI Jakarta, memberi ruang ruhaniah yang lapang bagi hasrat kolektif menjadikan Jakarta yang maju kotanya, bahagia warganya.

Anies menjadikan Balikota, telaga imani bagi ibukota negara Republik Indonesia, Jakarta. InsyaAllah. | 

Editor : sem haesy
 
Lingkungan
25 Apr 18, 10:22 WIB | Dilihat : 83
Warga Sempur Bogor Tolak Pembangunan Apartemen
07 Feb 18, 13:55 WIB | Dilihat : 1691
Anies Lolos dari Ujian Pertama Banjir Jakarta
06 Feb 18, 19:30 WIB | Dilihat : 1457
Cukuplah Dianti Menjadi Korban
22 Jan 18, 08:54 WIB | Dilihat : 1066
Jangan Lengah Awasi Kawasan Bandung Utara
Selanjutnya
Sainstek
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 1714
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 438
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 455
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 671
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
Selanjutnya