Riset Temukan Kaitan Hutan Rimbun dan Nutrisi Anak

| dilihat 1269

 

 
 
AKARPADINEWS.Com-  Penelitian menemukan bahwa hutan memiliki peranan kunci dalam ketahanan pangan.  Studi terbaru menyebutkan bahwa ada kaitan antara  hutan lebat (tutupan pohon) dengan konsumsi gizi anak.  Masyarakat yang tinggal di sekelilingi  pepohonan  akan memiliki makanan yang lebih sehat,  dan mempengerahui kualitas gizinya.
 
Secara global, sekitar 870 juta orang tidak memiliki cukup makanan, dan lebih dari dua miliar menderita defisiensi mikronutrisi, atau “kelaparan tersembunyi”, menurut lembaga pangan PBB, sementara ada 1,4 miliar orang obesitas atau kelebihan berat badan. Data PBB memproyeksikan bahwa populasi global akan meningkat dari  tujuh miliar ke lebih dari  sembilan miliar pada 2050, memerlukan peningkatan produksi makanan sepadan, dan tentu akan memberikan tekanan lebih terhadap hutan-hutan tropis yang sudah dilanda ekspansi pertanian tak berkelanjutan.
Dan meningkatkan produksi tanaman pangan kaya energi seperti beras, jagung, dan gandum dipandang penting untuk mencapai ketahanan pangan global sangat penting, tetapi jika mengorbankan hutan justru bisa merusak ketahanan pangan itu sendiri.  Apalagi data menunjukkan   antara  tahun 1980 dan 2000,  95 persen lahan baru untuk pertanian awalnya merupakan lahan yang tertutup oleh hutan.
Studi kaitan antara hutan lebat dan nutrisi anak ini dilakukan di Afrika.“Penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak di Afrika yang tinggal di dalam masyarakat yang dikelilingi tutupan hutan memiliki keragaman makanan lebih tinggi dan mengonsumsi lebih banyak buah serta sayur,” kata Amy Ickowitz, ahli ekonomi Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). “Di daerah ini, keragaman makanan meningkat seiring tutupan pohon, anak-anak di tempat dengan banyak pepohonan memiliki makanan yang lebih sehat.”
 
TANTANGAN BARU
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan analisis regresi untuk menentukan hubungan statistik antara tutupan pohon dan kualitas gizi makanan anak-anak. Mereka memantau data makanan dari survei kesehatan demografis 93.000 anak-anak antara usia satu dan lima tahun dari 21 negara Afrika dan mengombinasikannya dengan data tutupan pohon dari Global Land Cover Facility. Regresi ini menemukan korelasi positif yang signifikan secara statistik antara tutupan pohon dan keragaman makanan.
Para peneliti berusaha menguji hubungan tutupan pohon dengan tiga indikator kunci kualitas makanan yang terhubung ke asupan mikronutrien — keragaman makanan, konsumsi buah dan sayuran, serta konsumsi makanan hewani.
Sepanjang penelitian, ditemukan pengamatan menarik : Konsumsi buah dan sayuran meningkat sampai 45 persen tutupan pohon, kemudian menurun seiring dengan peningkatan tutupan pohon yang lebih tinggi dari itu. Tidak ditemukan hubungan serupa antara tutupan pohon dan konsumsi sumber makanan hewani.
Ada tiga skenario yang dengan itu Ickowitz menduga ada dampak positif tutupan pohon pada gizi.
Pertama, anak-anak yang tinggal di daerah dekat hutan mungkin memiliki akses lebih besar terhadap buah liar, sayuran hijau, lundi, siput dan daging hewan liar — makanan yang bisa memberikan mikronutrisi penting seperti vitamin A, zat besi, dan seng.
Kedua, `rumah tangga yang menanam atau memanen tanaman hutan di lahan mereka memperoleh keuntungan dari peningkatan akses terhadap buah-buahan dan kacang-kacangan dari pohon.
Ketiga, teknik pertanian yang digunakan di banyak area hutan menghasilkan bahan makanan yang lebih bergizi karena melibatkan percampuran mosaik kompleks beragam tanaman, kata Ickowitz.
“Kunci yang mendasari tiga skenario tersebut,” katanya, “adalah kondisi yang mencegah orang di semua tempat memiliki akses sama yang diatur pasar terhadap makanan bergizi. Misalnya, mereka tidak dapat membeli barang di toko lokal karena tidak memiliki uang tunai, atau  mereka tinggal di daerah terpencil dan bergantung pada hasil dari kawasan hutan lokal mereka.”
Meskipun para ilmuwan menemukan bukti yang menghubungkan tutupan pohon dan indikator kualitas makanan, data yang mereka miliki tidak membedakan hutan alam, hutan tanaman, lahan gambut tua, dan agroforestri.“Kami tidak dapat mencari tahu dari data kami apakah orang yang tinggal di dekat hutan mengumpulkan makanan yang lebih bergizi dari hutan, apakah mereka membudidayakannya di lahan pertanian dan hutan agro, atau kombinasi,” kata Ickowitz.
Hasil penelitian menunjukkan deforestasi dapat memiliki efek negatif jangka panjang pada gizi, sehingga penting bahwa  para ahli perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami hubungan yang telah ditemukan antara tutupan pohon dan gizi.
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Ekonomi & Bisnis
08 Jul 19, 16:21 WIB | Dilihat : 715
BNI Syariah Istiqamah di Jalan Hasanah
19 Jun 19, 10:46 WIB | Dilihat : 903
Harapan Wirausaha Kreatif Malaysia di Bahu Dzuleira
27 Mei 19, 13:43 WIB | Dilihat : 249
Sang Pemandu
16 Mei 19, 11:03 WIB | Dilihat : 390
Utang Negara dan Pembangunan Sosial
Selanjutnya
Seni & Hiburan
04 Jul 19, 13:22 WIB | Dilihat : 688
Jakarta Melayu Festival 2019 Merengkuh Keadilan
19 Jun 19, 12:59 WIB | Dilihat : 963
Kejujuran
12 Jun 19, 14:16 WIB | Dilihat : 303
Hafez dalam Abadi Cinta
10 Jun 19, 10:45 WIB | Dilihat : 313
Perempuan di Makam Ibu
Selanjutnya