Ratu Politik Keumatan itu Dimakamkan di Pelabuhan Ratu

Reni Marlinawati Melangkah Menuju Pemilik Kekuasaan Semesta

| dilihat 843

DUKA mendalam terasa meliputi rumah duka allahyarham Dr. Hj. Reni Marlinawati, Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati - Bandung.

Reni, puteri Sukabumi yang juga mantan Ketua Fraksi PPP di DPR RI dan mantan Presidium KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), yang juga aktivis Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), itu wafat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo - Jakarta, Jum'at lepas tengah hari (07/08/20).

Allahyarham dilarikan ke RSCM, beberapa saat, ketika pingsan saat membuka pintu mobilnya di halaman Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Begitu tiba di RSCM yang tak begitu jauh dari Kantor DPP PPP.

Emron Pangkapi, mantan Pjs Ketua Umum DPP PPP menyebut, Reni merupakan pejuang umat dan berjuang mengabdikan dirinya untuk umat Islam sejak masih belia, saat menjadi mahasiswi. Dia bergabung dalam organisasi ekstra universiter Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

"Reni wafat di tengah perjuangannya mengabdikan diri di kampung halaman, dalam Pilkada Serentak 2020. DPP PPP sudah merelakan Reni untuk ambil bagian dalam Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Sukabumi," kata Emron.

"Reni sudah memungkas seluruh ketentuan pencalonan dirinya dan DPP PPP sudah memutuskan menugaskan dia untuk mengabdi di Kabupaten Sukabumi. Tetapi, Allah Subhanahu wa Ta'ala menghendaki lain. Allah lebih mengasihi dan menyayangi Reni. Selamat jalan adinda," ungkap Emron dalam sambutan singkatnya, selepas salat jenazah berjama'ah di rumah duka, bersama suaminya, Amin.

"Teh Reni seorang yang tawaddu' dan rendah hati. Dia lebih suka menemui adik-adiknya, para kader yang ingin menjumpainya, yang hendak membantunya berjuang di Kabupaten Sukabumi," ujar Manimbang Kahariadi, Sekretaris Jendral Majelis Nasional KAHMI.

"Akhlak dan sikap rendah hati almarhumah Teh Reni menunjukkan dia seorang pejuang yang berakhlak mulia dan sungguh orang baik," ungkap Usamah Hisyam - Ketua Umum Parmusi. Usamah juga mengungkapkan, bagaimana Reni ambil peran penting dalam proses penarikan Rencana Undang Undang (RUU) dari Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang sempat hangat itu.

Reni yang rajin turun ke lapangan, menjumpai rakyat Sukabumi dalam kerangka sosialisasi menjelang Pilkada Serentak 2020, itu selama dua pekan terakhir sempat rehat di rumah. Tadi siang pagi, dia pamit ke kantor PPP untuk menjumpai Ketua Umum PPP Soeharso Monoarfa. Tapi, belum sempat bertemu, Allah sudah memanggilnya pulang lebih dulu.

"Reni datang ke kantor saya, saya sarankan untuk mengabdikan dirinya dalam perjuangan keumatan di tingkat nasional. Tapi, dia meyakinkan saya, bahwa berjuang di Kabupaten Sukabumi dia pilih sebagai ungkapan nyata berterima kasih kepada rakyat Sukabumi yang dia wakili selama beberapa periode di DPR RI," ungkap Aksa Mahmud, mantan Wakil Ketua MPR RI.

"Saya hormat dengan Reni, karena visi yang diemban tidak hanya bersifat lokal, melainkan global. Bagaimana menghidupkan poros Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia dengan Perth - Australia," ungkap Emron kepada saya. Dengan cara itu, ungkap Emron, dia memilih cara berjuang mewujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai jendela Indonesia yang mengekspresikan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

"Reni potensial untuk memenangkan Pilkada di Kabupaten Sukabumi, karena dari survey yang berkembang, posisinya berada pada peringkat kedua dibanding petahana," ujar Hanifah Hussein, Koordinator Presidium Majelis Nasional FORHATI (Forum Alumni HMI-wati). "Reni punya kans memenangkan pemilihan, itu.., Bang," kata Hanifah kepada saya.

Dr. Firdaus Djaelani, mantan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - yang juga Bendahara Umum ICMI Pusat - mengatakan kepada saya, beberapa hari berselang Reni sempat berkomunikasi dengannya. Reni juga mengungkapkan rencananya 'bertarung' dalam Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Sukabumi.

Sofhian Mile, mantan anggota DPR RI tiga periode dari Partai Golkar yang juga mantan Bupati Luwuk Banggai mengungkapkan, belum lama ini sempat jumpa dengan Reni ketika jalan sehat di Gelanggang Bung Karno (GBK) - Senayan, Jakarta.

Almarhumah Reni, menurut Sofhian, salah seorang tokoh perempuan nasional yang kebetulan berasal dari alumni HMI. “Kita kehilangan tokoh perempuan yang semasa karir politiknya tak pernah berhenti memikirkan bangsa, umat dan kaumya. InsyaAllah husnul khatimah," kata Sofhian.

Apresiasi dan rasa hormat juga dikemukakan oleh anggota DPR RI Darul Siska, Direktur Pendidikan dan Agama Bappenas Dr. Amich Alhumami, mantan anggota DPR RI Deddy 'Miing' Gumelar, mantan anggota DPR RI rekan sefraksi dengan almarhumah Irgan Chairul Machfidz, dan lain-lain.

"Do'akan dan ma'afkan Reni, Bang..," cetus Amin, suaminya.

Pasangan suami isteri yang rendah hati dan santun ini saya kenal baik. Ketika isteri saya wafat tiga tahun lalu, begitu beroleh kabar, Reni meninggalkan kesibukannya di DPR RI. Reni dan suaminya, langsung ke makam almarhumah isteri saya dan berdo'a di sana. Setelah itu, baru dia datang ke rumah.

Sebelum-sebelumnya, acap berjumpa dengan saya, Reni yang juga pandai menyanyi lagu Melayu, ini selalu mengatakan, "Abang jangan lama-lama hidup sendirian. Segerakanlah niat baik dengan perempuan sesama cendekia yang bisa membuat hidup hari tua dalam keluarga baru yang saling memberi kenyamanan."  Dalam suatu kesempatan di Medan, ketika jumpa saya almarhumah spontan bertanya, "Saya dengar abang lagi dekat dengan seseorang di Bandung ya?"

Di kesempatan lain, Reni yang juga dijuluki 'Ratu Politisi PPP,' itu bicara serius. "Abang share ilmu juga dong di negeri sendiri," ujarnya. Lantas bicara tentang visioneering Kabupaten Sukabumi.

Saya sempat menjelaskan alasan mengapa Pelabuhan Ratu dipilih sebagai ibukota Kabupaten Sukabumi. Termasuk menjadikan Pelabuhan Ratu sebagai salah satu pusat pertumbuhan Jawa Barat, karena saya pernah terlibat dalam beberapa kali focus group discussion (FGD) tentang pusat pertumbuhan Pelabuhan Ratu dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat.

Bagi saya, allahyarham Reni dan Amin - suaminya adalah 'adik-adik' yang mampu memberi contoh bagaimana menjaga keseimbangan peran dan fungsi suami isteri - ayah dan bunda di dalam rumah tangga. Amin memberikan dorongan dan kontribusi memperkuat Reni untuk melesat sebagai politisi. Reni, meski sangat aktif dalam perjuangan politik di partai dan organisasi, merupakan isteri yang ta'at dan sangat menghargai suami sebagai entrepreneur. Yang menarik kemudian adalah keduanya tidak saling mempengaruhi kiprah fungsional dan profesional di jalur bidang yang diambilnya masing-masing. Sebagai orang tua, keduanya berhasil menghantarkan dua anaknya menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Belakangan, Reni menjalankan perannya sebagai ibu secara optimum bagi anak bungsunya yang masih kecil.

Kehadiran para pelayat di kediaman keluarga Amin dan Reni, sungguh menunjukkan bagaimana pasangan ini menjaga dan memelihara ukhuwah dan persaudaraan dengan berbagai kalangan. Di kediaman Reni saat takziah saya sempat berbincang dan berjumpa dengan politisi senior Akbar Tandjung dan isterinya Nina Akbar Tandjung. Juga terlihat Ketua Umum Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi).

Menjelang saya pergi, datang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sejumlah Menteri. Sabtu, 8 Agustus 2020 pagi jenazah Reni akan diberangkatkan ke Pelabuhan Ratu, kampung halamannya. Ratu politisi itu akan dikebumikan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Selamat jalan Reni. Kebaikan, rasa hormat, dan kesantunanmu tak kan pernah hilang dalam kenangan. "Kami para yunior, akan melanjutkan perjuanganmu," ujar Manimbang. Reni berpulang ke haribaan pemilik kekuasaan. Allah al Khaliq, al Malik yang kekuasaan-Nya melebihi semesta raya.  | Bang Sèm

Editor : Web Administrator
 
Lingkungan
20 Sep 20, 09:04 WIB | Dilihat : 632
Manusia Cerdas versus Manusia Pandir
16 Agt 20, 12:41 WIB | Dilihat : 208
Wak Wak Gung
10 Agt 20, 15:39 WIB | Dilihat : 202
Melihat Ferry Membayangkan Cainis dan Bolsonaroan
17 Jul 20, 00:15 WIB | Dilihat : 308
Budaya Pesisir dan Budaya Sungai Bertemu di Ancol
Selanjutnya
Polhukam
24 Sep 20, 07:26 WIB | Dilihat : 79
Mahathir Usulkan Pemungutan Suara Mosi Tidak Percaya
24 Sep 20, 19:45 WIB | Dilihat : 101
Anwar Ibrahim Konsisten Memburu Kursi PM
24 Sep 20, 18:22 WIB | Dilihat : 122
Anwar Ibrahim Sang Aktor
Selanjutnya