Pesan Idul Fitri 1440 H Tun Dr. Mahathir

Rakyat Malaysia Mesti Berterima Kasih Kepada Pekerja Asing

| dilihat 371

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohammad (Dr.M) berseru kepada seluruh rakyat Malaysia untuk berterima kasih kepada pekerja asing yang bekerja keras di seluruh negeri untuk memastikan Hari Raya Aidilfitri dapat dirayakan tanpa gangguan.

Menyambut Hari Raya Idul Fithri 1 Syawal 1440 Hijriah, Selasa (4/6/19) yang disiarkan media ke seluruh Malaysia, Dr.M menyatakan, ketika rakyat Malaysia menikmati pesta dan makanan yang tak terhitung jumlahnya di seluruh perayaan Hari Raya, orang Malaysia harus ingat bahwa tanpa pekerja asing, negara akan terus menjadi negara miskin yang tidak dapat dikembangkan.

 “Sementara kita menikmati semua ini, kita harus ingat bahwa kemurahan hati kita adalah karena keringat para pekerja asing yang bekerja untuk kita, mereka yang mencurahkan hati mereka untuk memastikan pasokan makanan sampai ke kita," lanjutnya.

Dikatakannya,"Memang, banyak berkah yang kita terima bukan dari upaya kitasendiri, tetapi upaya orang lain, baik non-warga negara atau pekerja asing," katanya pada malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fithri tahun ini.

Dalam pidatonya, itu Dr.M berharap, rakyat Malaysia memikirkan lagi pekerja asing selama perayaan, terkait dengan nasib baik Malaysia.

"Bagaimana tingkat perkembangan kita, jika tidak ada orang asing, tetapi hanya kita Muslim yang tinggal di negara yang beruntung ini?"

Selaras dengan itu, Dr.M., menyampaikan permohonan ma'af dari seluruh rakyat atas segala khilaf dan alpa, mungkin termasik perilaku tak elok dirinya dan istrinya, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, yang mungkin telah terjadi di sepanjang tahun.

Di sisi lain, seorang advokat senior yang aktif dalam gerakan masyarakat sipil, Wan Haron Wan Hassan, menulis dalam Free Malaysia Today (FMT) pada hari yang sama, bertajuk "Mata ganti mata akan membuat banyak orang Malaysia buta, dan gigi ganti gigi akan membuat banyak orang Malaysia tak punya gigi. Malaysia Baru akan menggelepar jika ada terlalu banyak warga Malaysia yang buta dan ompong di sekitar."

Dalam artikelnya bertajuk, "A dream for a better Malaysia this Eid Fitri," Wan mengimbau, "mari kita bertarung gigih untuk mempertahankan kemenangan kita di Pilihan Raya Umum 14 yang kita perjuangkan dengan susah payah untuk menang. Demi kita dan demi generasi masa depan, jangan sampai sia-sia."

Dikemukakannya, Ramadan menandai saat umat Islam meyakini bahwa kitab suci mereka, Al-Quran, diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. Selama bulan ini, setiap Muslim yang berbadan sehat dituntut berpuasa, setiap hari dari subuh hingga senja. Dalam bahasa Arab, itu disebut "shaum", yang berarti "diam".

Tujuan puasa adalah membantu membersihkan jiwa dan mengembangkan pengendalian diri, belas kasih, semangat kepedulian dan berbagi, dan cinta kemanusiaan dan Tuhan.

Puasa membuat kita memahami rasa sakit karena kekurangan dan kelaparan. Arti dari pengalaman yang kuat ini dalam konteks sosial dan kemanusiaan adalah bahwa kita jauh lebih cepat daripada orang lain untuk bersimpati dengan yang tertindas dan yang membutuhkan di seluruh dunia dan karena itu menanggapi kebutuhan mereka.

“Ini adalah bulan untuk mengunjungi yang miskin, yang sakit, dan yang membutuhkan untuk merasakan kesedihan mereka. Ini adalah bulan di mana makanan, makanan dan pendapatan dari seorang Muslim yang beriman meningkat dan mereka diberkati,”kata Nabi Muhammad, seorang lelaki sejati, yang dikenal karena tujuan kemanusiaannya yang mulia, berkeadilan sosial, dan karena responsif terhadap kebutuhan orang lain. Terlepas dari kenyataan bahwa ia sendiri menjalani kehidupan yang sangat sederhana dan rendah hati.

Ramadan, tulis Wan Haron, memungkinkan kita untuk merefleksikan kondisi orang-orang di dunia ini yang mungkin tidak seberuntung kita. Pada akhir Ramadan dan pada hari pertama Syawal, umat Islam merayakan Idul Fitri selama tiga hari.

Idul Fitri adalah waktu bagi umat Islam untuk memberikan amal kepada mereka yang membutuhkan dan untuk menunjukkan kebaikan, cinta dan belas kasihan kepada semua. Mereka juga merayakan dengan keluarga dan teman-teman, baik Muslim maupun non-Muslim, dengan pesta, makanan dan minuman dalam semangat kebersamaan dan solidaritas satu sama lain. Ini adalah kesempatan yang tepat bagi umat Islam untuk menampilkan Islam sebagai rahmat bagi dunia dan umat manusia.

Wan mengingatkan,  ketika kita memasuki tahun kedua di bawah pemerintahan Pakatan Harapan (PH), akan lebih tepat jika kita dapat mencerminkan (ibadah dan amal) Ramadan dan Idul Fitri ini.

Khasnya, pada apa yang telah kita lalui dan apa yang kita inginkan untuk masa depan kita.

Orang-orang berjuang keras untuk kemenangan yang layak diterima di Pilihan Raya Umum 14 setelah lebih dari enam dekade salah urus oleh pemerintahan oleh UMNO dan Barisan Nasional.

Dengan kemenangan datang harapan besar dan harapan Malaysia yang baru dan lebih baik. Tidak semua harapan dan harapan ini telah terpenuhi. Tetapi orang-orang tahu bahwa langkah menuju tata kelola yang lebih baik adalah pekerjaan yang sedang berjalan, sesuatu yang membutuhkan sedikit waktu untuk dilaksanakan tetapi yang akan dipenuhi dan disampaikan pada waktunya.

Rakyat dan pemerintah harus mengakui dan menerima kenyataan bahwa kewajiban untuk membentuk arah dan nasib bangsa adalah tanggung jawab kita bersama.

"Tetapi terlepas dari hasil yang beragam dan poin tinggi dan rendah dari pemerintah PH, kami memiliki hak dan alasan untuk bermimpi dan percaya bahwa kami siap untuk masa depan yang lebih baik dan lebih aman," ungkap Wan Haron.| Syalin

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Budaya
10 Jun 19, 14:52 WIB | Dilihat : 242
Menjadi Betawi
05 Jun 19, 20:28 WIB | Dilihat : 329
Bubur Lambuk Rasa Johor
18 Mei 19, 01:58 WIB | Dilihat : 398
Gubernur Anies di Sela Ifthar Bamus Betawi
24 Mar 19, 21:09 WIB | Dilihat : 431
Sepercik Ihwal Kelembagaan Kebudayaan
Selanjutnya
Seni & Hiburan
19 Jun 19, 12:59 WIB | Dilihat : 233
Kejujuran
12 Jun 19, 23:33 WIB | Dilihat : 231
Hafez dalam Abadi Cinta
10 Jun 19, 10:45 WIB | Dilihat : 258
Perempuan di Makam Ibu
29 Mei 19, 10:25 WIB | Dilihat : 483
Rumah yang Rapuh
Selanjutnya