Masjid al Haram Pasang Gerbang Sterilisasi Mandiri

| dilihat 255

Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais telah meluncurkan gerbang sterilisasi mandiri di pintu masuk Masjidil Haram sebagai bagian dari upaya mencegah wabah virus corona baru (COVID-19), seperti dilaporkan Kantor Berita Saudi Press Agency (SPA) pada Kamis (7/05/20).

Sebelumnya, Sudais bekerjasama dengan wakil komandan Satgas Khusus Keamanan Masjidil Haram Amir Badr bin Su’ud Aal Su’ud meresmikan program penyuluhan “Bersama Kita Antisipatif” dengan sasaran segenap personil petugas yang ada di Masjidil Haram.

Kini, sebelum memasuki halaman Masjidil Haram, para pekerja harus melewati gerbang yang akan mensterilkan tubuh mereka dari ujung kepala sampai ujung kaki, menggunakan semprotan sanitasi.

Gerbang itu didirikan satu pekan setelah kamera termal dipasang di Ka’bah.

Kamera yang dapat secara akurat memindai suhu hingga 25 orang pada saat yang sama itu juga dipasang di pintu masuk halaman Masjidil Haram.

Kamera serupa dipasang di Masjid Nabawi, Madinah pada awal bulan ini.

Pihak berwenang menutup dua masjid tersebut untuk umum sebagai bagian dari upaya memerangi penyebaran virus korona baru.

Kementerian Urusan Islam Arab Saudi pada April membantah kabar bahwa masjid-masjid di seluruh kerajaan itu akan segera dibuka kembali untuk sholat berjamaah setelah pandemik COVID-19 memaksa tempat-tempat ibadah tersebut ditutup sejak bulan lalu.

Terkait dengan program “Bersama Kita Antisipatif” menurut siaran kantor berita, itu dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan kepada segenap petugas di Masjidil Haram guna mengikuti seluruh prosedur pencegahan yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Umum dan Lembaga terkait dalam rangka menangkal virus Corona (Covid 19). Selain itu, program ini memberikan penjelasan tentang cara sehat dan tepat dalam menggunakan hand sanitizer dan memakai masker.

Presidensi Umum menekankan untuk selalu mengikuti semua prosedur pencegahan di dalam Masjidil Haram dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang dapat membantu mencegah virus tersebar di antara petugas dan satuan keamanan, serta segenap pihak yang sedang bertugas.

Presidensi Umum menegaskan bahwa aktivitas bekerja terus berjalan seperti biasa dengan menerapkan prosedur ini, mengingat manfaat yang dapat terealisasi, setelah kehendak Allah SWT, untuk memelihara Masjidil Haram dan mencegah masuknya virus ini serta tersebarnya di antara para petugas. Semua itu berawal dari kesungguhan pemimpin yang mulia dan arahannya demi keselamatan semua.

Hingga memasuki pekan kedua Ramadan, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, masih membatasi salat Taraweh hanya untuk para imam dan petugas yang bekerja di lingkungan Masjid al Haram - Mekkah dan Masjid Nabawi, Madinah.

Pengendalian ketat itu dilakukan sebagai upaya memutus matarantai penyebaran Covid-19.

Tarawih, yang merupakan salat malam khusus yang dilakukan selama bulan suci Ramadan, diselenggarakan di Masjidil Haram (Masjid al-Haram) dan Masjid Nabawi (Masjid al-Nabawi), tanpa jama'ah seperti biasanya, kata Abdul Rahman As-Sudais, presiden Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci.

Tarawih akan dilakukan terutama dengan staf, As-Sudais mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa itikaf, praktik Islam untuk mengasingkan diri di masjid untuk sholat, telah dibatalkan di kedua masjid.

Dikatakan juga bahwa Umrah tetap ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Larangan bagi jamaah Muslim memasuki dan salat di luar dua masjid suci di Mekah dan Madinah, juga tetap diberlakukan.  Tak hanya salat Taraweh, salat Jum'at juga diselenggarakan dengan jama'ah terbatas, sebagaimana dikemukakan Hani bin Hosni Haider, seorang juru bicara untuk Kepresidenan Umum Masjidil Haram dan Masjidil Haram di Madinah.

Sebelumnya, Arab Saudi menghentikan sholat berjamaah di masjid-masjid lain di negara itu, kecuali Masjid al-Haram dan Masjid al-Nabawi.| SPA

Editor : Web Administrator | Sumber : SPA
 
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1450
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1857
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 1007
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1431
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya
Energi & Tambang