Penelitian

Larangan Merokok Kurangi Risiko Asma dan Kelahiran Prematur

| dilihat 1768
Area merokok di stasiun kereta  Manggarai. Foto: Baety/Akarpadinews
 
 
 
AKARPADINEWS.Com -  Sebuah penelitian melansir bahwa larangan merokok di tempat umum ternyata bisa efektif mengurangi risiko asma dan kelahiran bayi prematur sebanyak 10 persen.
 
Negara yang menerapkan undang-undang yang melarang merokok di tempat umum memiliki dampak positif pada kesehatan anak, jelas sebuah penelitian internasional di Lancet. Peneliti menemukan penurunan10 persen dalam kelahiran prematur dan serangan asma anak dalam waktu satu tahun setelah undang-undang bebas asap rokok diperkenalkan.
 
Sebuah tim peneliti menganalisa11 penelitian terdahulu dari Amerika Utara dan Eropa. The Royal College of Obstetricians and Gynaecologistsm mengatakan bahwa larangan merokok menguntungkan  bagi orang dewasa dan anak-anak, diantaranya  bisa mengurangi angka kelahiran prematur dan risiko penyakit asma.
 
Larangan merokok  di tempat umum diberlakukan pertama kali di negara Irlandia, satu dekade lalu.
 
Korban dan Bukti Nyata
 
Tak bisa disangkal beragam keburukan imbas dari asap rokok banyak dijumpai di seluruh dunia. Seperti yang dialami  mantan pesepakbola di Irlandia, Gerry Collins. Gerry yang sempat gencar berkampanye di televisi tentang bahaya merokok menganjurkan orang berani menegur perokok di tempat umum. “Seandainya saya aktor maka saya bisa berakting sekarat. Tetapi nyatanya saya bukan aktor dan saya sekarat karena kanker akibat merokok.”
 
Gerry meninggal tiga minggu lalu di usia 57 tahun, tetapi putrinya, Lisa, mengatakan bahwa ayahnya  setuju dengan larangan merokok di tempat umum karena bisa mengubah keadaan jadi lebih baik. Meskipun bagi Gerry, undang-undang tersebut telat baginya.
 
Sementara itu, konsultan kesehatan anak dari Dublin menyatakan adanya larangan itu berakita pula mengerem orang tua untuk mengurangi merokok, sebab mereka dilarang merokok di kantor dan di ruang publik sehingga mereka juga tidak merokok di rumah , - itu adalah pengalaman dari beberapa orang saksi.”
Para peneliti juga menemukan bahwa negara yang menerapkan larangan merokok akan menghemat biaya pengobatan senilai empat juta pounsterling,
 
Foto:sky
 
Bahaya Perokok Pasif
 
Peraturan yang melarang merokok di tempat umum, seperti bar, restoran dan tempat kerja menunjukkan efektivitas melindungi orang dewasa dari bahaya perokok pasif.
Dalam penelitian ini, peneliti dari Universitas Edinburgh, Universitas Maastricht, Universitas Hasselt di Belgia, Universitas Harvard fakultas kesehatan dan Rumah Sakit Brigham dan Wanita, meneliti lebih dari 2,5 juta kelahiran dan hampir 250.000 penjenguk rumah sakit untuk serangan asma pada anak-anak.
 
Sedangkan, Dr Jasper Been, penulis utama penelitian dari Universitas Maastricht di Belanda mengatakan, hasil penelitian pada anak-anak di bawah 12 itu melegakan. "Penelitian kami membuktikan jelas bahwa larangan merokok memiliki manfaat kesehatan masyarakat yang cukup besar untuk kesehatan janin dan anak, serta memberikan dukungan yang kuat untuk rekomendasi WHO dalammenciptakan lingkungan publik bebas asap rokok di tingkat nasional."
 
Studi  juga menemukan penurunan lima persen pada anak-anak yang lahir sangat kecil untuk usia mereka setelah adanya peraturan bebas asap rokok. Penulis lain dari penelitian ini Profesor Aziz Sheik dari Rumah Sakit Brighman dan Wanita di Boston, Massachusetts, dan Universitas Edinburgh mengatakan ada potensi untuk meningkatkan kesehatan lebih banyak anak.
 
"Banyak negara yang belum menegakkan peraturan bebas asap rokok seharusnya setelah penemuan ini kembali mempertimbangkan posisi mereka pada kebijakan kesehatan mereka."
 
Sementara itu,  pada penelitian sebelumnya menunjukkan 40 persen anak-anak di seluruh dunia secara teratur terpapar perokok pasif yang telah terbukti menjadi penyebab penyakit pernapasan dan pemicu serangan asma pada anak-anak. Penelitian Eropa baru-baru ini juga menunjukkan merokok pasif dapat menyebabkan penebalan arteri pada anak-anak yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.
 
Para ahli mengatakan anak-anak sangat rentan terhadap efek negatif dari perokok pasif karena paru-paru dan sistem kekebalan tubuh masih berkembang. Saat ini, 16 persen dari populasi dunia memiliki undang-undang bebas asap rokok.
 
Skotlandia memperkenalkan larangan merokok di tempat umum tertutup pada tahun 2006, dan Inggris pada tahun 2007. Dan di Jakarta juga menerapkan larangan merokok di sejumlah tempat umum sekitar tahun 2005, sayngnya penerapannya belum dilakukan secara maksimal. Tapi adanya larangan tersebut telah diterapkan di sejumlah stasium kereta di Jabodetabek sejak akhir 2013.
 
Sejumlah stasiun memberitahukan adanya larangan merokok di sembarang tempat dan memberikan tempat khusus di ujung utara atau selatan stasiun tersebut, bagi para perokok. Pantauan akarpadinews hanya stasiun Manggarai, Gambir dan Kota atau stasiun besar lainnya yang menyediakan box khusus tempat merokok.
 
Editor : Nur Baety Rofiq | Sumber : Berbagai sumber
 
Sporta
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1304
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1005
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 1004
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
Selanjutnya
Energi & Tambang