Jumpa Mesra Wartawan Malaysia dan Indonesia

| dilihat 772

15 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik di Malaysia, Kamis (1/8/19) sore hingga malam, mengunjungi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jalan Kebon Sirih Jakarta, dan bertemu ramah (berjumpa-mesra).

Kedatangan rombongan diterima Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, N. Syamsudin Ch Haesy, penasehat Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia - Indonesia (ISWAMI), dan Presiden ISWAMI dan anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, Asro Kamal Rokan.

Ilham Bintang -- yang juga Penasehat ISWAMI -- menjelaskan sejarah, perkembangan, dan kode etik serta kode perilaku PWI. Juga menjelaskan kondisi media di Indonesia pada era digital. Ilham menyatakan, peran wartawan tetap tidak tergantikan.

"Yang berubah adalah platform media. Seperti halnya penyanyi, mereka tetap ada, meski teknologinya berubah. Dulu lagu direkam menggunakan piringan hitam, kemudian berubah ke kaset, compact disc, kemudian kini diunggah ke youtube, dan platform lain, namun penyanyi tetap ada," ujar Ilham memberi contoh.

Sedangkan N Syamsuddin Ch Haesy meminta hubungan antarwartawan kedua negara diperkuat. Sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia memiliki persamaan yang banyak.

Ia juga mengingatkan agar para jurnalis berpegang pada prinsip dasar jurnalisme, yakni menguji kebenaran. Apalagi kini, di post trust era yang bahkan banyak berkembang 'hoax berbayar.'

Wartawan Malaysia dan Indonesia wajib bersatu dan mengubah minda. "Dulu kita dipisahkan menjadi dua negara oleh penjajah Belanda dan Inggris," ujarnya.

ISWAMI lahir saat konflik soal Ambalat (ambang. atas laut) pada 2005. Organisasi wartawan kedua negara in bertujuan saling memahami antar kedua negara. "Alhamdulillah, organisasi ini terus menjadi jembatan informasi kedua negara. Peran medialah yang dapat menyamakan persepsi rakyat kedua negara. Peran ini tidak dapat digantikan diplomat maupun politisi," ungkap Asro Kamal Rokan.

Haji Mohd Nasir bin Yusoff Managing Editor Bernama dan Sekretaris Jendral ISWAMI yang pernah lama bertugas di Jakarta mengemukakan, ISWAMI telah memainkan peran diplomasi publik dan menjadi perekat harmoni hubungan kedua negara di rantauan (Asia Tenggara). Hendaknya peran ini terus dikembangkan.

Akanhalnya Datuk Baharom Mahusin mengingatkan, hubungan antar wartawan Malaysia - Indonesia yang lebih dulu, telah menguatkan kemesraan (harmoni) sedemikian kuat, sehingga terjalin hubungan baik antara keluarga. Hubungan semacam ini mesti terus dipelihara, karena telah melampaui hubungan formal. Dengan begitu dapat menjadi salah satu cara dalam menyelesaikan masalah. Terutama kini, ketika media telah menjadi bagian dari industri.

Kamarul Bahrin Hasan - Deputy Editor in Chief Astro-Awani mengemukakan, perlu dipikirkan bersama oleh kalangan wartawan dan kalangan lain, untuk merintis dan mengembangkan media yang dikelola bersama.

Kemungkinan itu ada dan dia percaya bisa terwujud. "Di bisnis maskapai penerbangan saja kita bisa," ungkapnya, tanpa mengabaikan realitas, bahwa industri media mempunyai kekhasan tersendiri.

Pertemuan antar wartawan itu diwarnai oleh diskusi intens tentang berbagai hal dan tak terhindarkan membicarakan dinamika politik dan ekonomi global, regional dan domestik masing-masing.

Rombongan wartawan Malaysia tersebut, antara lain Abdul Rashid Yusof (Group Editor New Straits Times / Presiden ISWAMI), Mohammad Khaidir Bin Abdul Majid (Group Editor Berita Harian / Bendahara ISWAMI), Mohamad Nasir Bin Yusoff (Managing Editor Bernama / Sekjen ISWAMI), Datuk Zulkefli Bin Hamzah (Pimred Utusan Malaysia / Wakil Presiden ISWAMI), dan Agus Setiawan (LKBN Antara Kuala Lumpur). | iis

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
Polhukam
20 Nov 19, 11:24 WIB | Dilihat : 666
Fokuslah Kepada Nasib Korban
02 Nov 19, 10:19 WIB | Dilihat : 688
Anies Baswedan versus Orang Separo
22 Okt 19, 12:18 WIB | Dilihat : 204
Tetty Paruntu dan Perencanaan Karir Partai Golkar
Selanjutnya