H. Moh Bahri Harapan Anyar Kabupaten Tangerang

| dilihat 649

LELAKI itu bertubuh agak gempal. Senyumnya tipis. Tapi, setiapkali dia tersenyum, nampak lesung pipit di kedua pipinya. Bila agak kurusan, boleh jadi, Afgan -- penyanyi pop -- itu akan mirip dengan dia. Mungkin, agak berlebihan menyetarakan Afgan dengan lelaki ini.

 “Panggil saja saya Bahri, tapi banyak orang panggil saya Haji Bahri. Persisnya Haji Muhammad Bahri,” ujarnya, ketika berjabat erat dengan saya.

Ramadan 1439 H yang lalu, orang muda dengan sisiran rambut kelimis, itu mendapat giliran menjadi imam tarawih, sekaligus memberikan tausiyah di berbagai masjid di beberapa daerah Kabupaten Tangerang – Banten. Juga pada Taraweh Berjama'ah Perkumpulan Usaha Memajukan Anakbangsa (UMA) di kediaman Ketua Umum-nya, Tigor Sihite, di bilangan Pasar Minggu.

Sejak salat Isya’ berlangsung, hingga raka’at terakhir jelang salat witir, saya mengambil posisi di shaf pertama.

Dada saya bergetar. Saya rasakan jantung saya bagai ombak yang bergelombang, menyimak surah yang dibacakan Haji Bahri dari raka’at yang satu ke raka’at yang lain.

Kadang saya merasa sedang dininabobokan oleh alunan dan langgam suaranya, kadang ketika membaca ayat-ayat tertentu dari surah tertentu, suara Haji Bahri bagai memompa semangat dan optimisme hidup.

Terasa, betapa hidup insan berpacu menuju ke satu titik yang tak pernah kita kenali.

Ihdinash shirathal mustaqiim.., shiratal ladziina an’amta alaihim, ghairil maghdubi alaihim, wa ladl dlalliin..” terdengar suara Haji Bahri membaca bagian surah Al Fatihah dengan tartiil, jelas.

Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat (kepada mereka); bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

H. Muhammad Bahri, yang adalah Anggota Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) – Banten, itu fasih membaca al Qur’an dengan tujuh teknik membaca (qira’atus sab’ah). Itulah ragam alunan intonansi sebagai ekspresi keragaman nada, variasi dan improvisasi yang selaras dengan pesan atau makna yang terkandung di setiap ayat.

Qira’atus sab’ah, juga merupakan seni membaca al Qur’an yang harus tunduk dan sesuai dengan kaidah-kaidah membaca secara tartil, bermarka tajwid dan makhrojul huruf.

Berbeda dengan Afgan, HM Bahri menguasai 7 maqam tilawah atau seni membaca al Qur’an, seperti Bayyati, shoba, nahawand, hijaz, ros, sika dan jiharka. Termasuk yang biasa kita dengar dengan istilah tilawah murrathal.

Maknanya, H.M Bahri yang pernah mondok di pesantren An Nuqayah – Madura, ini juga menguasai tingkatan nada pada setiap jenis langgam. Umpamanya: Qoror, Nawa, Jawab, dan Jawabul Jawab dalam maqam Bayyati. Pun, awal maqam shoba, asyiron, ajami, dan quflah bustanjar dalam maqam Shoba. Begitulah seterusnya.

H. M. Bahri dan isterinya (Notaris) Jamilah Abdulgani, ini mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kini bergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI), baik di Majelis Nasional maupun Majelis Daerah Tangerang, termasuk juga aktivis KFJS (KAHMI Forever Jalan Sehat) Jakarta. Selain itu, juga aktif sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Usaha Memajukan Anakbangsa (UMA).

“Saya memang gemar berorganisasi, termasuk melakukan aktivitas sosial, mulai dari lingkungan terdekat sampai di tingkat nasional,” ujar Bahri yang tinggal di perumahan Islamic Center, Kabupaten Tangerang.

Di UMA dia merasa beroleh tempaan dari politisi, intelektual, pengusaha, profesional, dan para senior lain dari berbagai lapangan profesi. Antara lain, Ferry Mursidan Baldan (Menteri Agraria dan Kepala Badan Pertanahan Nasional 2014-2016), Sofhian Mile (Bupati Luwuk Banggai 2011-2016), dan sejumlah politisi senior lintas partai, seperti Afni Achmad, Darul Siska, Ambia Boestam, dan lain-lain.

“Saya berguru kepada para senior tentang praktik politik,” ujar HM Bahri.

Karenanya, ketika sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Tangerang dan beberapa pengurus DPP Partai Gerindra memotivasinya untuk ikut bertanding dan bertandang dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019, H.M Bahri menyatakan siap.

“InsyaAllah saya bersedia untuk maju sebagai calon anggota legislatif DPRD Provinsi Banten 2019-2024,” ungkapnya, sambil tersenyum. “Apalagi, isteri saya Mila, dan anak-anak saya memberikan dukungan penuh,” katanya.

Ahad, 8/7/18 lalu, ketika menggelar silaturrahmi dan halal bil halal dengan “Sahabat H. Moh. Bahri” di Islamic Center, nampak hadir Ferry Mursidan Baldan, dan isterinya Hanifah Husein – Koordinator Presidium Nasional Forhati.

Tak hanya itu, Selasa – 10/7/18 – Bahri juga menggelar silaturrahmi dengan ibu-ibu Majelis Taklim di Cikupa. “Silaturrahmi itu menyambung kebaikan dengan kasih sayang, menguatkan perbincangan dan tukar fikiran, sekaligus menyambung keberkahan rezeki dan kebaikan.. InsyaAllah, juga memanjangkan umur,” ujarnya sambil tersenyum, dengan lesung pipit di kedua pipinya.

Bahri yang berpegang pada prinsip 3 S : Senyum, Sapa, Salam(an), memaknai senyum sebagai ibadah, sapa sebagai kekariban, dan salaman sebagai tanda komitmen untuk konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Do’akan dan kritisi saya, Bang.. sehingga mampu menjadi pengemban amanah yang konsisten dan konsekuen,” ujarnya. Dia berkomitmen memperjuangkan aspirasi rakyat di wilayah perjuangannya, kelak, bila diperkenankan Allah, melalui DPRD Provinsi Banten.

“Kita mesti memajukan Banten dan Kabupaten Tangerang, secara berani, amanah, humbel (bijak), realistis dan rasional, serta islami dan religius,” ungkapnya lagi.

Bahri menyadari, tak mudah beroleh amanah rakyat, tapi dengan senantiasa mendalami ‘ilmu tahu diri’ dan sungguh menjadi bagian integral rakyat – masyarakat, insyaAllah mau dan mampu memperjuangkan rakyat.

Bahri senantiasa ingat mutiara kebajikan Syeikh Nawawi al Bantani dari Tanara, “Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan. Oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatannya akan benar, dan (sebaliknya) jika niatnya buruk, maka perbuatannya pun akan buruk.”

Untuk itu ia menyadari harus memaduserasikan niat – kiat dan siasat yang baik.

Penari cokek asyik menari. Mendengar kucing sedang mengerang. Jangan lupa H. Moh Bahri. Harapan Anyar rakyat Tangerang. | Haedar

Editor : sem haesy
 
Ekonomi & Bisnis
07 Mei 18, 12:45 WIB | Dilihat : 2767
Soal TKA Yang Diperlukan Cara Bukan Alasan
25 Apr 18, 01:49 WIB | Dilihat : 781
10 Alasan Perusahaan Gagal Dalam Layanan Prima
23 Apr 18, 12:58 WIB | Dilihat : 682
ICPF2018 Jendela Industri Kreatif dan Budaya
Selanjutnya
Sainstek
19 Jul 18, 17:47 WIB | Dilihat : 178
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 1816
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 545
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 520
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
Selanjutnya