Efek Ganda Ibadah Shiyam

| dilihat 364

IBADAH shiyam diwajibkan (hanya) kepada mukminin dan mukminat, bukan yang lain. Allah memilih siapa yang harus menjalani ibadah shiyam, karena inilah bulan pilihan bagi Allah membalas cinta hamba-Nya. Sama halnya dengan mereka yang memilih ibadah shaum dan imsak.

Ibadah shiyam adalah puasa yang dilakukan mengikuti aturan-aturan baku, mulai dari timeline, regulasi, sampai kepada hal-hal yang lebih rinci dan rigid lagi. Orientasinya adalah pencapaian kualitas insaniah, dengan predikat taqwa. Dimensinya menarik, kekinian (duniawi) yang terkait dengan masa depan (ukhrawi) - atau hari kemudian.

Allah SWT berfirman, “Aku berikan keuntungan dunia sekaligus keuntungan akhirat kepada mereka yang menginginkan Hari Kemudian. Dan aku berikan keuntungan dunia saja kepada mereka (yang) menginginkan keuntungan dunia, tetapi Aku tidak memberi mereka keuntungan di akhirat.” (As Syura: 20).

Allah menyediakan peluang, oportunitas, bagi hamba-Nya yang ingin beruntung. Ibadah shaum, adalah cara beroleh peluang itu.

Efek ganda laku ibadah shiyam, adalah pengendalian diri untuk mencapai harmoni, mengelola keseimbangan hidup untuk beroleh rejeki yang halal lagi baik, sehat, sejahtera, dan bahagia. Sekaligus kekuatan spiritual untuk mengelola dimensi ruhaniah kita, dimensi malakut.

Allah menyediakan porsi sangat optimal bagi kaum mukminin dan mukminat, untuk beroleh ampunan - maghfirah, berkah, dan peluang besar menjadi insan kamil, insan mulia di mata Allah, di penghujung ramadan. Yakni, ketika manusia memenangkan dirinya menghadapi hawa nafsu.

Ibadah shiyam secara indria dilakukan dengan menahan lapar dan dahaga, dan secara sukmawi dilakukan dengan menempatkan diri sebagai subyek atas hidup dan kehidupannya.

Secara spesifik, semua itu menunjukkan kemampuan pengendalian dan pengelolaan (governance) hawa nafsu (dari yang paling sederhana: makan, minum dan sexual contact sampai yang paling rumit: amarah, agar diri terlindungi dari serimpungan sikap ambisius yang merusak.

Rasulullah Muhammad SAW adalah benchmark insan kamil adalah pribadi teladan, yang memberi contoh bagaimana membentengi diri dari sikap ambisius yang merusak. Itulah esensi kendali hawa nafsu.

Apa yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW akan menjadikan ibadah shaum kita sebagai momentum kesadaran untuk – sekurang-kurangnya – mengingat empat hal.

Pertama, tak membiarkan diri disita sikap ambisius memburu dunia, khasnya mengejar harta dan tahta;

Kedua, mengingat adanya akhirat, sehingga selalu dapat mengingat datangnya kematian;

Ketiga, melatih diri untuk melakukan transformasi, peningkatan kualitas perilaku, akhlak;

Keempat, mengintensifkan ibadah salat dan kewajiban mukmin lainnya sebagai bentuk loyalitas kepada Allah semata, terutama yang terkorelasi seperti zakat, infaq, dan shadaqah.

Ibadah shiyam di bulan Ramadhan, kelak, mesti dilanjutkan dengan perubahan perangai di bulan-bulan lain, menjadikan kita insan yang tawadhu’: rendah hati, jauh dari dendam dan sakit hati, dan ikhlas.

Insan yang punya spirit dan ambisi tetapi tidak ambisius dalam memburu posisi, termasuk otoritas. Karena yang utama bikan posisi dan otoritas, melainkan fungsi dan tanggungjawab yang melekat pada otoritas itu sendiri.

Insan yang sungguh menempatkan fungsi akalbudi sebagai life generator dalam mengharmonisasi nalar, naluri, rasa, dan dria, karena sesungguhnya hidup adalah cara mewujudkan harmoni nilai duniawi - ukhrawi, jasmani - ruhani, fisik - metafisik, empiristic - out of empirism. Insan yang tahu diri, sehingga selalu mampu mawas diri.

Insan yang tahu diri adalah insan yang tidak semena-mena dengan amanat, karena keliru sedikit jadi khianat. Insan yang tahu diri adalah insan yang komit, konsis dan konsekuen pada penegakan kebenaran. Dia juga insan yang adil (berrfikir proporsional) dalam memperlakukan manusia lainnya.

Itulah, antara lain ciri kaum muttaqiin, insan yang bertakwa. | BangSem

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
19 Jun 19, 12:59 WIB | Dilihat : 233
Kejujuran
12 Jun 19, 23:33 WIB | Dilihat : 231
Hafez dalam Abadi Cinta
10 Jun 19, 10:45 WIB | Dilihat : 259
Perempuan di Makam Ibu
29 Mei 19, 10:25 WIB | Dilihat : 483
Rumah yang Rapuh
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
19 Jun 19, 10:46 WIB | Dilihat : 205
Harapan Wirausaha Kreatif Malaysia di Bahu Dzuleira
27 Mei 19, 13:43 WIB | Dilihat : 196
Sang Pemandu
16 Mei 19, 11:03 WIB | Dilihat : 336
Utang Negara dan Pembangunan Sosial
25 Mar 19, 12:00 WIB | Dilihat : 816
Lompatan Kutu Anjing
Selanjutnya