DOA ISTERI

| dilihat 849

JEDA waktu menunggu pulang kantor, dimanfaatkan Reza, seorang sahabat, bercerita dengan bangga tentang isterinya. Dia bilang, ketika berulang tahun, beberapa hari lalu ia mendapat kado istimewa dari isterinya: Do’a yang sangat istimewa. Sang isteri mendo’akan, agar dia selalu sehat, dan tak pernah lupa menjalani fungsi utamanya sebagai imam bagi keluarga.

Ia merasa do’a yang reguler itu, sebagai hadiah yang istimewa. “Aku tertegun, ketika isteriku dengan khusyu’ memohon kepada Allah, untuk melindungiku dari segala kemungkinan yang bisa menghilangkan fungsi utamaku sebagai imam di dalam keluarga,” katanya. Lantas, dengan senyum bahagia, dia bilang, “Kekuatan utama suksesku adalah isteriku. Isteri yang tak pernah henti mendo’akan dan melayani suami, serta mendo’akan dan mengasuh anak-anak. Isteri yang pandai meletakkan fungsinya, dan tak pernah sejenak pun mencampuri urusan pekerjaanku.”

Hari bahagia yang ditingkah do’a isteri adalah sesuatu yang istimewa, tentu. Tidak hanya karena ia seseorang yang mempunyai hubungan paling dekat dengan kita secara pribadi. Juga, karena isteri adalah segara ning ati. Samodera hati, tempat kita memperoleh sukacita dan dukacita dalam aneka irama hidup. Sekaligus garwa, alias gegaring nyawa. Belahan jiwa.

Adalah kenyataan, bahwa isteri adalah orang pertama yang lebih sering mendapat dampak langsung apa saja yang terjadi atas suaminya, atau dilakukan oleh suaminya. Isteri pula, orang pertama yang akan menjadi tumpuan suami dan anak-anak untuk berbagi cerita dan kisah suka duka. Termasuk keluh kesah. Karenanya, ketika secara spesifik, isteri berdo’a untuk suami, do’a itu merupakan permohonan khas yang mengalir tulus dari sukma paling dalam orang terdekat.

Nilai do’a isteri dalam situasi sukacita adalah do’a yang membahagiakan.  Do’a yang membangun kesadaran untuk selalu hidup sehat, sejahtera, dan selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Do’a yang mengukuh-kuatkan cinta dan kasih sayang, secara multi-dimensional. Karena itu, sangat wajar bila suami, bersukacita memperoleh do’a yang semacam itu.

Adalah isteri yang  baik,  yang selalu mendo’akan suaminya. Lalu menyempurnakan do’a itu dengan senyuman dan tutur sapa yang baik. Do’a isteri merupakan bagian integral dari sukses suami. Isteri, dalam banyak hal, merupakan faktor kesuksesan dan kegagalan suami.

Lingkungan sosial di sekitar kita, sering menghadirkan dengan jelas: suami yang selalu dilepas dengan do’a dan senyuman isteri saat pergi ke kantor, dan disambut pulang ke rumah dengan ucapan “Alhamdulillah,” berpadan senyuman, lantas disambangi hatinya dengan tawa aneka suasana saat bersenda, bisa dipastikan merupakan suami sukses. Karena do’a dan laku isteri, memengaruhi keseluruhan situasi dan kondisi psikologis suami.

Akhirnya, semua itu memengaruhi banyak hal. Termasuk proses pengambilan keputusan (decision making process - dmp). Ketika dmp dilakukan dalam suasana psikologis yang nyaman dan kondusif, maka keputusan yang diambil akan lebih banyak manfaatnya, katimbang mudharat-nya.

Yang sebaliknya adalah: suami yang dirutuk, dicurigai, terlalu dikontrol oleh isteri, patut diduga akan mengalami banyak kebuntuan, dan jauh dari sukses. Dalam banyak kasus, hancurnya karir suami, bermula dari rumah, dan dalam banyak hal disebabkan oleh sikap isteri.

Dalam banyak pengalaman, para suami yang dilepas pergi bekerja dengan wajah penuh sungut, disambut dengan cuek dan jutek, bisa dipastikan akan gagal. Apalagi dipunggungkan saat tidur malam, diabaikan kebutuhan psikologis dan biologisnya, serta digempur terus menerus hati dan pikirannya dengan keluhan dan masalah-masalah printil, akan mengalami kondisi psikologis yang kacau. Lalu, menjerembabkannya dalam keadaan tak menentu.

Realitas sosial, memberikan keyakinan spiritual kepada kita, bahwa do’a isteri -- terutama isteri salehah --, merupakan salah satu kunci sukses yang utama. Isteri yang salehah, tak pernah abai mendo’akan suaminya, dalam keadaan apapun. Do’a dan sikap isteri melayani suami, merupakan kunci sukses, tak hanya bagi suami, melainkan bagi seluruh keluarga, dan akhirnya bagi masyarakat secara lebih luas.

Untuk itulah, menjadi isteri, menjadi ibu rumah tangga biasa dan yang aktif – namun care pada suami dan anak-anaknya, sungguh amat terhormat. Karena pada akhirnya, isteri merupakan pertahanan paling kokoh sdalam menghadapi berbagai masalah.

 Semestinya, memang,  berbahagialah para suami yang kerap beroleh do’a khusus dari isteri. Dan do’a itu, sungguh merupakan energi yang dasyat bagi kesuksesan suami. Anda mau dido’akan isteri dengan ikhlas dan khusus? Perlakukanlah isteri dengan baik, penuh cinta dan kasih sayang. Sobat saya bilang, “Bila kau mau hancur dan jauh dari sukses, segeralah hianati isterimu. Buatlah keadaan isterimu tak henti merutuki dirimu.”| sem haesy

Editor : sem haesy
 
Ekonomi & Bisnis
07 Mei 18, 12:45 WIB | Dilihat : 2766
Soal TKA Yang Diperlukan Cara Bukan Alasan
25 Apr 18, 01:49 WIB | Dilihat : 780
10 Alasan Perusahaan Gagal Dalam Layanan Prima
23 Apr 18, 12:58 WIB | Dilihat : 681
ICPF2018 Jendela Industri Kreatif dan Budaya
Selanjutnya
Polhukam
19 Jul 18, 02:01 WIB | Dilihat : 193
Karena Kita Adalah Rakyat
26 Jun 18, 08:14 WIB | Dilihat : 1133
Jadikan Suara Pemilih Pilkada Berarti
24 Jun 18, 00:18 WIB | Dilihat : 566
Pilih Yang Paling Siap Melayani Rakyat Jawa Barat
Selanjutnya