Deddy & Dedi Mengubah Kata-Kata Jadi Aksi Nyata

| dilihat 3103

HIDUP di lingkung pedesaan menyenangkan. Tiga bulan terakhir, Akbar, kontributor akarpadinews.com,  memanfaatkan waktu pindah dari desa ke desa di Jawa Barat, bermalam dan berbincang dengan warga desa setempat.

Kunjungan itu sebenarnya dilakukan untuk penulisan buku tentang relasi sosial masyarakat di lepas era informasi.

Surprise. Dari berbagai desa di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur -- yang dikunjunginya – warga desa responsif terhadap perkembangan politik aktual di Jawa Barat begitu kuat.

Begini catatannya :

Satu hal paling menarik adalah mereka kritis dalam memandang semua calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang berkontestasi dalam Pilkada Jawa Barat 2018.

Resonansi itu sedemikian kuat, lantaran mereka, mendapat akses langsung informasi dan bahkan rayuan dari beberapa calon, melalui media yang beragam.

Dua pasang kandidat, melalui jejaringnya intens meyakinkan warga sebagai konstituen melalui pesan sms dan WA. Setiap hari, tanpa henti pesan mereka menyambangi telepon selular warga. Tak jarang dengan mengutip ayat Al Qur’an dan hadits. Tentu juga dengan gambar, termasuk gambar sowan kepada Habib Riziq di Makkah al Mukarramah. Juga, cuplikan video pernyataan seorang ustad muda untuk memilih pasangan itu.

Satu pasangan melakukan hal yang sama, plus kunjungan pintu ke pintu melalui jejaring struktur partai mereka di tingkat desa.

Pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi? Lebih banyak mereka peroleh informasinya lewat siaran televisi dan cerita dari mulut ke mulut. Karena yang bercerita adalah opinion leader di desa, mereka lebih meyakini informasi pasangan ini.

Di Cimaja – Kabupaten Sukabumi, sejumlah anak muda, pemilih pemula, campuran dari kalangan santri dan kalangan anak muda yang berjarak dengan parpol, menyebut pasangan Deddy & Dedi lebih bisa mereka percaya.

“Aing ngadukung Bang Deddy jeung Kang Dedi,” cetus Achmad, putera tetua desa yang nampak menjadi leader di antara kelompoknya.

“Bang Deddy jeung Kang Dedi mah rahayat, lain menak,” cetus Achmad.

Aung, anak muda desa Tanggeung – Cianjur Selatan, melihat sosok Dedi Mulyadi sebagai representasi dirinya. “Kang Dedi jiga urang,” katanya. Maksudnya, merupakan sosok anak desa yang kudu didukung untuk menjadi Wagub. Dia mendengar cerita dari mulut ke mulut tentang Dedi dari saudaranya di Rawa Selang. Terutama, bagaimana Dedi ‘menyelamatkan’ anak-anak miskin sehingga bisa sekolah di Purwakarta.

Tentang Deddy Mizwar, Kokom – mantan pembantu rumah di Pondok Gede, bercerita tentang kehidupan keluarga Deddy Mizwar yang bersahaja. Dia mengaku, salah seorang saudaranya, diajak umrah oleh Deddy Mizwar, jauh sebelum Deddy menjadi Wakil Gubernur.

“Padahal, sodara saya cuman ngurusin makanan dan minuman kalo bang Jack lagi syuting film,” cetusnya.

Di Cianjur Selatan juga beredar cerita tentang Deddy Mizwar menghubungkan desa-desa terpencil dengan membangun jembatan, ketika menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat.

Beberapa anak muda kritis di Kedawung – Kabupaten Cirebon, Sarmidi merasa Deddy Mizwar ketika menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat membuka ruang kreatif bagi anak muda. Bahkan dia mendapat cerita dari temannya, warga Jatiwangi – Majalengka, bagaimana Deddy memberikan dukungan bagi pengembangan kreatif.

“Orang sedesa di Jatiwangi maen film gara-gara Bang Deddy,” ucap Sarmidi.

Dia juga mendapat cerita sejenis, tetapi lain versi dari pacarnya, Nining asal Pekandangan, berkat dukungan Deddy Mizwar yang mendukung pengembangan Topeng Losari, gadis-gadis di desanya mulai mengembangkan potensi kreatifnya.

Bu Ida, warga kompleks Pemda Kabupaten Bogor di Cibinong, melihat Deddy & Dedi tidak cuma bicara. Dia mampu mewujudkan kata-kata menjadi aksi nyata.

“Waktu Al Qur’an dinista.. cuman Bang Deddy yang turun bersama ulama dan umat supaya penista Al Qur’an dihukum. Terus.. Bang Deddy juga yang gigih memberantas pungli galian batu di Parung,” ujar Bu Ida, aktivis majelis taklim itu.

Hal senada diungkapkan Pupung, warga Ngamprah. Karyawan di salah satu obyek wisata di Lembang ini menyebut sikap dan tindakan Deddy Mizwar yang konsisten melindungi kawasan Bandung Utara dan sekitarnya.

“Saya percaya Bang Deddy dan Kang Dedi akan menata kota mengurus desa,” katanya.

Dari warga di berbagai desa itu, Dedi Mulyadi yang ada dalam pikiran mereka adalah pejabat merakyat yang serba bisa. Ngadalang bisa, ngalawak bisa, nyawah juga bisa. Tentang Deddy Mizwar, mereka melihat sebagai sosok pemimpin yang peduli rakyat dan tegas.

Tak hanya itu, menurut mereka, Deddy & Dedi sudah melaksanakan banyak hal yang oleh kandidat lain baru diomongkan dan dicita-citakan.

Ketika ngawangkong dengan warga desa, saya melihat, pengalaman Deddy dan Dedi melayani rakyat sebagai kata kunci yang berada di benak. | Taufik Akbar

Editor : sem haesy
 
Ekonomi & Bisnis
07 Mei 18, 12:45 WIB | Dilihat : 2767
Soal TKA Yang Diperlukan Cara Bukan Alasan
25 Apr 18, 01:49 WIB | Dilihat : 780
10 Alasan Perusahaan Gagal Dalam Layanan Prima
23 Apr 18, 12:58 WIB | Dilihat : 681
ICPF2018 Jendela Industri Kreatif dan Budaya
Selanjutnya
Humaniora
19 Jul 18, 12:45 WIB | Dilihat : 235
KH Syaifuddin Amsir Ulama Betawi Nan Tawaddu
17 Jul 18, 00:43 WIB | Dilihat : 744
Selamat Jalan Yamin, Aku Kehilanganmu
11 Jul 18, 01:12 WIB | Dilihat : 649
H. Moh Bahri Harapan Anyar Kabupaten Tangerang
15 Jun 18, 13:26 WIB | Dilihat : 815
Pemimpin Bisa Jatuh dan Tak Berharga Karena Tidak Adil
Selanjutnya